Dulu kita baru tahu tentang pengertian istilah munafik, kini tampaknya mereka bermunculan dengan aneka ocehan membela kekufuran dan pelecehan terhadap Al-Qur’an.

Siapa yang disebut Munafik?

 Siapakah munafik? Munafik itu orang yang mengaku Islam, namun prakteknya dan hatinya berbeda dengan pengakuan. Dari sini, kita bisa tarik pelajaran bahwa orang yang mengaku Islam KTP, bisa dicap munafik sebagaimana akan kita lihat dari perkataan Hudzaifah dalam tulisan ini.

Seorang sahabat yang bernama Hudzaifah ibnul Yaman pernah ditanya,

من المنافق قال الذي يصف الإسلام ولا يعمل به

Pernah ditanyakan pada Hudzaifah, siapakah munafik? Ia lantas menjawab, “Orang yang mengaku Islam, namun tidak mengamalkan ajaran Islam.” (Hilyatul Auliya’, 1: 282).

Kata Hudzaifah:

“Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.” (Hilyatul Auliya’, 1: 280). Oct 22, 2013Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Menghadapi orang munafik

Petunjuk dari Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)
Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap orang-orang kafir dan munafiqin bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah Ta’ala memerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman, yang artinya:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

Ayat itu tampaknya benar-benar diselisihi. Terutama oleh pentolan-pentolan yang mengaku Islam namun sepak terjangnya lebih kongkrit dengan membela orang kafir, Nasrani, aliran sesat seperti Syiah, LDII, Ahmadiyah, Bahai dan sebagainya. Bahkan mereka rela bertungkus lumus (bersusah payah) membela gereja liar seperti Yasmin, pengikut syaithan seperti Lady Gaga, pentolan sex menyimpang seperti Irsyad Manji. Bahkan orang kafir yang menurut keputusan MUI dinyatakan menghina Al-Qur’an pun masih mereka bela. Hingga pembelaan mereka terhadap orang Nasrani, Ahok gubernur DKI Jakarta yang telah dinyatakan MUI bahwa Ahok menghina Al-Qur’an itu, tinggal disikapi sesuai petunjuk Al-Quran Surat At-taubah ayat 73 tersebut.

Disamping itu orang munafik masih perlu pula diberi “khabar gembira”.

{ بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا} [النساء: 138، 139]

  1. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
  2. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 12.467 kali, 2 untuk hari ini)