MESIR– Kamis (22/08/13) para saksi mata menegaskan, polisi kota Syaikh Zuwaid, utara Sinai, telah membunuih seorang berusia lanjut di sisi jalan dekat dengan Medan Syaikh Zuwaid setelah masuk 5 menit dari waktu pemberlakuan larangan keluar rumah.

Abu Ady As-Sainawy ,seorang aktivis, berkata melalui akun twitter, “Seorang sniper dari kepolisian Syaikh Zuwaid membunuh seorang warga, Musthafa Nasr, 60 tahun saat dia keluar masjid Al-Qawasimah depan Apotek Al-Sya’ab setelah menunaikan shalat maghrib”: tutur Abu Ady.

Ia menambahakan, Polisi Syaikh Zuwaid melepaskan tembakan untuk mencegah orang-orang mendekati jenazah Asy-Syahid (in shaa Allah) Musthafa Nasr selama 15 menit hingga kakek tua itu menghembuskan nafas terakhir.[usamah/imo] (voa-islam.com) Jum’at, 23 Aug 2013

***

Dalam hal dibunuhnya Umat Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

·         لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( Hr. An-Nasa-I (Vii/82), Dari ‘Abdullah Bin ‘Amr Radhiyallahu Anhu. Diriwayatkan Juga Oleh At-Tirmidzi (No. 1395). Hadits Ini Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani Dalam Shahiih Sunan An-Nasa-I Dan Lihat Ghaayatul Maraam Fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal Wal Haraam (No. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

·         وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Senjata  Umat Islam di antaranya adalah doa. Sedang doa yang paling mustajab adalah doa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berdoa untuk manusia-manusia semacam itu:

·         اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 426 kali, 1 untuk hari ini)