• Penangkapan ulama dan tokoh muslim sunni merupakan bagian dari kebijakan rasis rezim Syiah Irak dukungan Syiah Iran yang menangkapi, membunuh, memenjarakan dan menindas penduduk muslim sunni.
  • Kebiadaban rezim Syiah Irak telah membangkitkan demonstrasi anti rezim di sebagian besar propinsi dengan penduduk mayoritas muslim sunni Arab, Kurdistan dan Turkman.

Inilah beritanya.

***

Rezim Syiah Irak kembali menangkap ulama sunni

Muhib Al-Majdi

Ahad, 30 Desember 2012 10:00:59

penangkapan-muslim-sunni_83652374

BAGHDAD– Rezim rasis Syiah Irak kembali menangkap seorang ulama sunni dan khathib masjid. Kebiadaban rezim Syiah Nouri Al-Maliki yang menindas penduduk muslim sunni semakin meningkat.

Rezim Syiah Nouri Al-Maliki menangkap syaikh Dhahir al-Masyhadani, seorang imam dan khatib pada masjid jami’ Zainul Abidin di kota Tharimiah pada Sabtu pagi (29/12/2012), demikian laporan kantor berita Mufakkirat Al-Islam.

Penangkapan ulama dan tokoh muslim sunni ini merupakan bagian dari kebijakan rasis rezim Syiah Irak dukungan Syiah Iran yang menangkapi, membunuh, memenjarakan dan menindas penduduk muslim sunni. Kebiadaban rezim Syiah Irak telah membangkitkan demonstrasi anti rezim di sebagian besar propinsi dengan penduduk mayoritas muslim sunni Arab, Kurdistan dan Turkman.

Seorang politikus Irak, Iwadh Al-Abdan menyatakan bahwa rezim Al-Maliki telah memerintahkan Departemen Hukum dan Departemen Luar Negeri untuk menutup rapat-rapat informasi tentang kondisi ribuan warga muslim sunni yang dipenjarakan secara zalim oleh rezim.

“Para demonstran di propinsi Anbar telah menutup jalan raya yang menghubungkan dengan Suriah. Hal ini berarti memotong bantuan-bantuan (rezim Syiah Irak) kepada rezim Suriah. Ini merupakan awal kerjasama antara kedua revolusi,” kata Al-Abdan kepada wartawan Mufakkirat Al-Islam via sambungan satelit.

Al-Abdan juga menyerukan kepada para pengungsi Irak di Suriah untuk segera mendukung revolusi Suriah dan bergabung dengan mujahidin FSA serta mempersembahkan segala hal yang mereka mampu guna mendukung para revolusioner Suriah.

Lebih dari 700 ribu warga muslim sunni Irak tinggal di Suriah. Mayoritas mereka terusir dari wilayah-wilayah sunni di Irak oleh penindasan milisi-milisi Syiah Irak dukungan Iran. (muhib almajdi/arrahmah.com)

***

Bakar bendera Iran, puluhan ribu demonstran Irak tuntut rezim Syiah Al-Maliki lengser

Muhib Al-Majdi

Ahad, 30 Desember 2012 14:04:51

Bakar Bendera Iran_823632754

BAGHDAD– Puluhan ribu warga muslim sunni Irak yang menggelar aksi demonstrasi di sejumlah propinsi membakar dan merobek-robek bendera rezim Syiah Iran.

Puluhan ribu warga muslim berdemonstrasi secara serentak pada Jum’at (28/12//2012) menuntut pembebasan lebih dari 1400 muslimah sunni yang dipenjarakan secara zalim oleh rezim Syiah Irak pimpinan PM Nouri Al-Maliki. Para demonstran meneriakkan yel-yel pelengseran rezim Syiah Irak, laporan kantor berita Mufakkirat Al-Islam.

Para demonstran membakar bendera Iran yang dianggap sebagai penguasa sebenarnya dari rezim boneka Nouri Al-Maliki.

“Iran adalah negara yang menjajah Irak. Membakar bendera penjajah adalah hal yang selalu terjadi dalam kamus pejuang revolusioner. Ahmadinejad sebagai presiden telah berlumuran darah rakyat Irak, menghancurkan Irak dan susunan masyarakat Irak. Lembaga-lembaga keamanan Iran dan antek-anteknya telah berlumuran darah rakyat Irak,” pekik Iwadh Al-Abdan dalam orasinya.

“Saya lihat masalahnya telah jelas tersingkap, Iran menjajah Irak,” kata Al-Abdan lagi.

Iwadh Al-Abdan adalah ketua Gerakan Pembebasan Irak Selatan. Gerakan damai ini dibentuk pada April 2009 dan memulai aksinya dengan mengajukan duta besar Iran untuk Irak ke meja pengadilan atas intervensinya terhadap urusan dalam negeri propinsi Basrah.

Rezim boneka Syiah Irak pimpinan PM Nouri Al-Maliki didominasi oleh tokoh-tokoh Syiah pro Iran. Tentara, kepolisian dan intelijen rezim Syiah juga dibentuk dari mayoritas milisi-milisi Syiah yang mendapatkan pelatihan militer di negara Syiah Iran.

Kebijakan represif rezim Syiah Irak sangat menindas kaum muslimin sunni. Pengusiran, perampokan, pembunuhan, penangkapan dan pemenjaraan terus-menerus dilakukan oleh tentara, kepolisian dan intelijen rezim Syiah terhadap warga muslim sunni Irak.

Sejak dua pekan terakhir warga muslim sunni Arab, Kurdistan dan Turkman di Irak telah memulai aksi-aksi demonstrasi damai untuk menentang kebijakan represif rezim Syiah Irak. Para demonstran menuntut rezim Nouri Al-Maliki mundur. Revolusi Irak telah dimulai dari propinsi dengan penduduk mayoritas muslim suni, Anbar. (muhib almajdi/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.429 kali, 1 untuk hari ini)