masjid bom

Ahad, 19 Jumadil Awwal 1434 H / 31 Maret 2013 07:12

Damaskus (an-najah.net) – Hari Jum’at adalah hari raya mingguan bagi kaum muslimin. Semua kaum muslimin berkumpul di masjid untuk memenuhi panggilan Allah. Namun, hal itu sangat berbeda dengan apa yang dilakukan rezim Syi’ah Nusairiyah Bashar Al Asad. Mereka menjadikan hari Jum’at sebagai hari empuk untuk membunuh warga Suriah, karena mereka berkumpul dalam satu ruangan (masjid) untuk melaksanakan Shalat Jum’at.

Badan Hak Asasi Manusia Suriah Sabtu kemaren (30/3/2013) mengatakan, jet-jet tempur Asad membombardir dua masjid di pedesaan Damaskus di tengah-tengah pelaksanaan shalat Jum’at. Akibatnya, puluhan kaum muslimin warga Suriah yang sedang menghadiri shalat Jum’at meninggal dan luka-luka.

Di waktu yang sama, imbuh Badan HAM, pasukan Asad juga membombardir kota Khurriyah di provinsi Aleppo dengan bom birmil.

Menurut warga Suriah, pengeboman masjid di saat pelaksanaan shalat Jum’at bukanlah hal baru bagi mereka. Sebagian mereka berinisiatif melaksanakan shalat Jum’at di ruangan atau rumah-rumah warga yang tersembunyi dari pengintaian pesawat-pesawat tempur Asad untuk menghindari serangan. Sementara warga Suriah membiarkan masjid-masjid dalam keadaan kosong. [hunef]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 920 kali, 1 untuk hari ini)