JAKARTA (voa-islam.com)- Ketua Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap mengatakan perilaku Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bisa menjadi ancaman terbuka untuk kaum Cina di Jakarta dan kemungkinan akan meluas ke daerah lainnya di Indonesia.

Sebab keempat adalah prilaku politik Gubernur DKI Jakarta Ahok (ras Cina). Kalangan pribumi menilai prilaku politik Ahok menyakitkan. Hal ini akan  turut memicu ancaman konflik terbuka antara pribumi dan etnis Cina di Ibukota dan pada gilirannya akan beresonansi ke daerah-daerah seantero Indonesia ini,” demikian tulisannya yang disiarkan dan didapat voa-islam.com, beberapa waktu lalu.

Perilaku Ahok itu karena menyebabkan sakit hati kebanyakan orang banyak, terlebih akum miskin di Jakarta. Dan Ahok akan dinilai lebih berpihak kepada “saudara” Cinanya.

“Perilaku politik Ahok secara terbuka menyakitkan ‘hati’ karena menggusur paksa kaum pribumi kelas bawah dan PKL. Dikesankan, Ahok lebih memihak pengembang Cina. Kini masih konflik laten, nanti bisa jadi konflik manifes kekerasan.”

Berkali-kali Ahok berbicara kasar dan sembarangan membuat banyak orang tersinggung dan marah. “Bahkan  terbaru Ahok menuding seluruh pejabat DKI bajingan dan munafik.”

Sikap dan perilaku tidak etis Ahok itu sejak lama sudah dibuatnya. Bahkan ada ormas pula yang “dihantam” olehnya dengan menuding munafik.

“Caci maki Ahok terhadap warga pribumi ini bukan pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah  pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor  disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan.”

Dan kebiasaan buruk dan arogansi Ahok inilah yang nantinya akan mengundang gerakan anti Cina, dan memberikan pengaruh terhadap etnis Cina secara keseluruhan di Indonesia. (Robi)

Sumber: voa-islam.com/ Kamis, 5 Sya’ban 1437 H / 12 Mei 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.398 kali, 1 untuk hari ini)