Ilustrasi fitnah/ ujian yang menggelincirkan berupa harta, maka jangan jual agamamu untuk secuil harta kesenangan dunia. (foto dok/ ist)


Jika anda merasa begitu dicintai, dibela, dielukan, dilindungi, didukung, dsb oleh musuh-musuh Allah, orang-orang kafir, orang-orang yg tidak peduli terhadap agama, atau orang-orang yg menjual agamanya dengan nilai dunia, artinya anda perlu muhasabah lebih dalam lagi. Apakah memang benar anda telah beriman, ataukah anda sedang berada dalam kepura-puraan?

Pentingnya Muroghomah

Muroghomah yaitu upaya untuk membangkitkan kemarahan dan kejengkelan musuh Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan.

Silakan simak kutipn berikut ini.

***

Membangkitkan kemarahan dan kejengkelan orang-orang kafir.

Syaikhul Islam –rohimahulloh– berkata: “Orang-orang kafir itu merasa gembira dengan penyerupaan atau penyesuaian kaum muslimin pada beberapa perkara mereka dan mereka merasa senang dengannya.” (Al-Iqtidho’: 1/98, cet. Maktabah Ar-Rusyd).

Saya katakan –waffaqoniyalloh-: jika orang-orang kafir merasa gembira dengan penyesuaian kaum muslimin terhadap mereka, maka penyelisihan terhadap mereka merupakan pembangkit kejengkelan atau kemarahan mereka.

Imam Ibnul Qoyyim –rohimahulloh– berkata: “Maka bentuk ‘ubudiyah (penghambaan)-nya dalam hal itu adalah ‘ubudiyah orang-orang khusus yang dinamakan dengan ‘ubudiyah muroghomah. Tidak memperhatikan hal itu melainkan orang-orang yang dikaruniai bashiroh (ketajaman pandangan) yang sempurna. Tiada sesuatu pun yang lebih dicintai oleh Alloh daripada muroghomah (yaitu upaya untuk membangkitkan kemarahan dan kejengkelan musuh, baik berupa ucapan maupun perbuatan) yang dilakukan oleh wali-Nya terhadap musuh-Nya dan membangkitkan kebencian dan kemarahan musuh itu demi Alloh. Alloh –subhanahu– telah mengisyaratkan tentang bentuk ‘ubudiyah ini di beberapa tempat dalam Kitab-Nya.

Pertama, dalam firman-Nya:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

 “Barangsiapa berhijrah di jalan Alloh, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas (yaitu untuk melepaskan diri dari cengkeraman kuffar, sekaligus membuat mereka marah dan geram) dan rezki yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 100)

Pada ayat ini, Alloh menamakan seorang yang berhijrah menuju ibadah kepada Alloh sebagai muroghiman (orang yang melakukan muroghomah) yang dengan adanya hijrah tersebut menimbulkan kemarahan musuh Alloh dan dirinya. Alloh mencintai dari diri wali-Nya upayanya untuk membangkitkan kegeraman dan kemarahan musuh-Nya. Hal ini sebagaimana firman-Nya –ta’ala-:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

 “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Alloh dan tidak pula menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah: 120)

Alloh –ta’ala– berfirman memisalkan Rosululloh dan pengikut beliau:

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡ‍َٔهُۥ فَ‍َٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. .” (QS. Al-Fath: 29)

Maka upaya membangkitkan amarah dan kejengkelan orang-orang kafir itu merupakan tujuan yang disukai oleh Robb kita dan sesuatu yang dituntut oleh-Nya. Pengamalan hal itu termasuk kesempurnaan ‘ubudiyah (penghambaan kepada Alloh –ta’ala-). Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam– telah menuntunkan bagi orang yang melakukan sholat, ketika lupa dalam sholatnya hendaknya dia melakukan dua sujud sahwi, kemudian beliau bersabda:

«إن كانت صلاته تامة كانتا ترغمان أنف الشيطان»([1]) وفي رواية: «ترغيماً للشيطان»([2])

“Jika sholatnya telah sempurna, maka dua sujud itu untuk membuat setan marah dan jengkel.” ([1])  HR. Ibnu Hibban dalam shohihnya, no. 2667

Dalam riwayat lain: “Sebagai pembangkit kemarahan setan.” [2]) HR. Muslim dalam shohihnya, no. 571).

Maka siapa yang beribadah kepada Alloh dengan membangkitkan kemarahan musuh-Nya, maka ia telah meraih sifat shiddiqiyyah dengan bagian yang banyak. Sebesar apa kecintaan seorang hamba dan keloyalannya kepada Robb-nya serta rasa permusuhannya terhadap musuh-Nya, maka sebesar itu pula bagiannya dari amalan muroghimah tersebut. Oleh karena amalan muroghimah inilah, maka sikap sombong dan congkak di hadapan barisan musuh ketika dua pasukan berhadapan itu merupakan sikap yang terpuji. Demikian juga ketika bersedekah secara sembunyi-sembunyi, karena tidak ada yang melihatnya melainkan Alloh semata. Itu semua dalam rangka membangkitkan kemarahan musuh dan mengerahkan kemampuannya baik jiwa maupun harta untuk Alloh –‘azza wa jalla-. Ini adalah sebuah pintu ‘ubudiyah yang tidak diketahui melainkan oleh sedikit manusia. Siapa yang merasakan kelezatan amalan ini, niscaya ia akan menangis menyesali hari-harinya yang telah berlalu sebelumnya. Allohlah yang dimintai pertolongan dan tawakkal. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Alloh semata.” (Madarijus Salikin: 1/316-317, bab Manzilatut-taubah, cet. Maktabah Ar-Rusyd)/ ashhabulhadits.wordpress.com

***

 Terhindar dari mengikuti hawa nafsu mereka.

Alloh –ta’ala– berfirman:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ * إِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ الله شَيْئًا وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالله وَلِيُّ الْمُتَّقِين{ [الجاثية/18، 19]

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak darimu sedikitpun dari siksaan Alloh. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain dan Alloh adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Jatsiyah: 18-19)

Syaikhul Islam –rohimahulloh- berkata: “Termasuk orang-orang yang tidak mengetahui adalah semua orang yang menyelisihi syariat Alloh. Yang dimaksud dengan hawa-hawa nafsu mereka adalah apa yang mereka cenderungi atau sukai dan apa yang dilakukan oleh kaum musyrikin berupa amalandzohir (nampak) yang termasuk ajaran agama mereka yang batil dan yang mengikutinya. Maka penyerupaan terhadap mereka berarti mengikuti apa yang mereka cenderungi…” (Al-Iqtidho’: 1/98, cet. Maktabah Ar-Rusyd)/ https://thaifahalmanshurah.wordpress.com/2012/07/

Selanjutnya silakan simak berikut ini.

***

Kemarin pukul 19.18 ·

Diantara ciri seorang yg beriman adalah adanya orang-orang kafir beserta jajarannya yg menampakkan permusuhan kepadanya. Inilah yg disebut Muroghomah. (مراغمة) (yaitu upaya untuk membangkitkan kemarahan dan kejengkelan musuh Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan)

Semakin tinggi Iman seseorang, semakin tampak dan garang permusuhan orang2 kafir kepadanya.

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :

ولا شيء أحبّ إلى الله من مُراغمةِ وليِّه لعدوِّه، وإغاظته له، فمُغايظة الكفَّار غايةٌ محبوبةٌ للرب مطلوبة له

“Tidak ada amalan yg lebih dicintai oleh Allah, lebih dari amalan “muroghomah” (yaitu upaya untuk membangkitkan kemarahan dan kejengkelan musuh Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan)  seorang wali Allah atas musuhnya serta membuatnya jengkel kepadanya.
Jengkelnya orang-orang kafir kepadanya adalah salah satu tujuan yg dicintai oleh Allah.”

Beliau juga berkata :

فموافقته فيها؛ من كمال العبودية، فمن تعبَّد اللهَ بمراغمة عدوِّه؛ فقد أخذ من الصدِّيقيَّة بسهمٍ وافر، وعلى قدر محبة العبد لربه وموالاته، ومعاداته لعدوه؛ يكون نصيبه من هذه المراغمة

“Terjadinya “muroghomah” atas diri seseorang adalah bentuk dari kesempurnaan Ibadah. Dan barangsiapa yg beribadah kepada Allah dengan amalan “muroghomah” atas musuhnya, maka dia telah memiliki bagian yg sangat banyak dari “siddiqiyyah” (kejujuran dalam beriman).

Sejauh mana cinta dan loyalitas hamba kepada Tuhannya, serta permusuhannya kepada musuh-Nya, sejauh itulah dia akan mendapatkan bagian dari “muroghomah” tsb.”

Link : https://bit.ly/2MOXdG8

Jadi, jika anda merasa begitu dicintai, dibela, dielukan, dilindungi, didukung, dsb oleh musuh-musuh Allah, orang-orang kafir, orang-orang yg tidak peduli thd agama, atau orang-orang yg menjual agamanya dg nilai dunia artinya anda perlu muhasabah lebih dalam lagi. Apakah memang benar anda telah beriman, ataukah anda sedang berada dalam kepura-puraan?

Via fb أبو العباس أمين الله

https://ar.islamway.net/article/37789

المُراغَمَـــة: العُبوديةُ الغائبَـــة، والشَّعيرةُ الضائعة! منذ 2014-09-15 مما يغيظ عدوَّك منك، ليس فقط ما يصدر عنك مما يشينه ويوبِّخه؛ بل ما يحلُّ بك من سَعة في الرزق والنِّعَم، ويُدفَع عنك من سوءٍ ونِقَم؛ فهو ممَّا يُرغِم أنفَ عدوِّك ويغيظه! قال عنها ابنُ القيِّم رحمه الله: “ولا يَنتبهُ لها إلَّا أولو البصائر التامَّة، وهذا بابٌ من العُبودية، لا يعرفُه إلا القليل من الناس، ومَن ذاق طعمَه ولذَّته؛ بَكى على أيَّامه الأُوَل”.   * وهذه العُبوديَّة من أحبِّ عُبوديَّةٍ إلى الله: قال ابن القيم رحمه الله: “ولا شيء أحبّ إلى الله من مُراغمةِ وليِّه لعدوِّه، وإغاظته له، فمُغايظة الكفَّار غايةٌ محبوبةٌ، للرب مطلوبة له”.   * وهي من كمال العبودية، وعلى قدر محبة العبد لربِّه وموالاته؛ يكون نصيبه منها! كما قال ابن القيم: “فموافقته فيها؛ من كمال العبودية، فمن تعبَّد اللهَ بمراغمة عدوِّه؛ فقد أخذ من الصدِّيقيَّة بسهمٍ وافر، وعلى قدر محبة العبد لربه وموالاته، ومعاداته لعدوه؛ يكون نصيبه من هذه المراغمة” (مدارج السالكين).   قلتُ: وجماع معنى المُراغمة.. في اللغة يقال: رغم أنفه، أي أُلصِقت بالرغام وهو التراب، وراغمْتُ فلانًا: هجرتُه وعاديتُه.. وكلُّ هَجْر وإذلال ومغايظة وشماتة ومُعاداة؛ فهي مُراغمة!   لذلك، فإن المُراغمة شرعًا، هي: اسمٌ جامع لكل ما يَحصُل به إغاظةٌ لأعداء الله من قولٍ وفعل. ومما يغيظ عدوَّك منك، ليس فقط ما يصدر عنك مما يشينه ويوبِّخه؛ بل ما يحلُّ بك من سَعة في الرزق والنِّعَم، ويُدفَع عنك من سوءٍ ونِقَم؛ فهو ممَّا يُرغِم أنفَ عدوِّك ويغيظه!   كما في قوله تعالى: {وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً…} [النساء:100]. أي ترغيمًا لأنوف أعدائه بما حصل له من مَنعَة وحماية، بل إنَّ منها طاعتك وعبوديتك، وما يكون من صلاحك واستقامتك وجهادك.. كما في قوله عليه السلام عن سجدتَي السَّهو: «…كانتا ترغيمًا للشيطان» (صحيح مسلم:571). وكما في قوله تعالى: . {..وَلاَ يَطَؤُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ…} [التوبة:120].   ونصوص الشريعة من آي الكتاب، وسُنة نبينا عليه السلام؛ تموج موجًا بالدلائل والوقائع التي تدلُّ على هذه العبودية الشريفة الغائبة، كما في تجمِّع المسلمين لصلاة الجُمعة والعيدين، وكذا الرَّمَل في الأشواط الثلاثة الأُوَل من الطواف، وكذا التبختر والاختيال عند القتال.. إلخ.   ويدخل في ذلك: مُراغمة كلّ من عادى دينَ الله وأوليائه، ولو انتسبَ إلى القبلة وأهلها، ممن يُظهرون دومًا الشماتة بالسُّنَّة وأهلها، ويفرحون بالنكاية بالمسلمين ومصرعهم –لا سيما المجاهدون منهم-، ويغيظهم إعلاء شعائر الله! فمثل هؤلاء أولى بالمُراغمة، وما يجري عليهم من النوائب، بل ويُفرح بزوالهم، وإراحة البلاد والعباد من فُجْرهم وشرورهم..   وآثار السلف كابرًا عن كابر طافحةٌ بذلك، يعيهَا كلُّ من له مَسْحَةٌ من علمٍ، واطلاعٍ على كلامهم وعباراتهم! وكلُّ صادٍّ عن هذه المُراغَمة، مُنكرٍ لها؛ فلَه حظُّه من الدَّرْوَشة وأهلها! المصدر: خاص بموقع طريق الإسلام

رابط المادة: http://iswy.co/e13jld

(nahimunkar.org)

(Dibaca 805 kali, 1 untuk hari ini)