Last Updated on 18.07.2014

Gerakdetik.com.Jakarta. Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi di depan KPU Jakarta Pusat, Senin 14 juli. Mereka Demo Menolak kedatangan Clinton ke Indonesia, karena dilakukan menjelang penentuan pemenang Pilpres yang akan diumumkan 22 Juli. “TOLAK INTERVENSI ASING DAN TOLAK KEDATANGAN BILL CLINTON” ujar Diki Saefurohman, korninator aksi demo.

Secara terpisah Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengaku tidak mengetahui rencana kedatangan Bill Clinton ke Indonesia menjelang Pilpres 22 Jul penentuan pemenang Pilpres. ” Saya pribadi dan Kementerian Luar Negeri tidak tau rencana kedatangan Bill Clinton, dan sampai sejauh ini tidak ada rencana untuk bertemu saya atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) juga melakukan aksi serupa di Kantor Kedubes Amerika Serikat : Kedatangan Bill Clinton SARAT MUATAN POLITIS dan untuk mengintervensi kondisi politik Indonesia. Ketua KAMMI DKI Jakarta, Abi Subhan Rahmat berkata ” Pengumuman KPU sebentar lagi, dia terindikasi dekat dengan pengusaha James Riyadi yang diduga mendukung salah satu calon Presiden Indonesia 2014″.

Pengamat Politik UI, Agung Suprio menilai rencana kunjungan mantan Presiden AS ke Indonesia KURANG TEPAT dan TIDAK ELOK.  tetapi Agung yakin KPU dan Presiden SBY punya pendirian yang kuat dan independen dari segala macam bentuk intervensi Dalam dan Luar Negeri. (Tdf)

***

Jum’at, 20 Ramadhan 1435 H / 11 Juli 2014 20:18 wib

Kedatangan Bill Clinton ke Jakarta Membawa Misi Memenangkan Jokowi?

JAKARTA (voa-islam.com) – Terbetik kabar mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton akan datang ke Jakarta, di mulai pada 16 sampai 23 Juli mendatang, sehari sesudah pengumuman KPU tentang hasil pemilihan presiden.

Adakah Clinton mewakili kepentingan Barat, yang akan memberikan dukungan bagi kemenangna Jokowi? Mengingat Bill Clinton sahabat salah satu pendukung Jokowi, yaitu konglomerat James Riyadi.

Barat menginginkan pemerintah baru yang akan datang tetap menjadi ‘sahabat’ yang baik bagi Amerika Serikat dan Barat, termasuk pemerintahan yang baru nanti, kiranya dapat menjaga kepentingan bagi Barat yang ada di Indonesia. Indonesia menjadi ‘surganya’ para perusahaan Barat yang menguasai sejumlah perusahaan tambang di Indonesia, diantaranya Freeport dan New Mont.

Kabar kedatangan Bill Clinton datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Fauzi Bowo. Mantan Gubernur DKI itu , menilai kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton ganjil. Pasalnya, Clinton datang justru saat pemerintah Republik Indonesia segera demisioner.

Fauzi Bowo menyatakan bahwa Clinton dijadwalkan datang ke Jakart dimulai pada 16 hingga 23 Juli 2014, Fauzi menilai saat kedatangan Clinton dinilai sangat aneh.

“Persoalannya, bila kedatangan beliau juga mengagendakan isu kesehatan dan lingkungan hidup, keduanya juga merupakan domain pemerintah. Akan sangat efektif bila itu dibicarakan dengan pemerintahan terpilih nanti,” kata Fauzi. Namun fauzi menolak berkomentar lebih banyak tentang kedatangan Clinton, yang disebut-sebut merupakan karibnya itu.

Pernyataan serupa dikemukakan seorang pengamat masalah internasional yang enggan disebutkan namanya. “Kalau dia datang saat ini, patut diduga ada agenda terselubung,” kata dia.

Pengamat itu juga mengingatkan, Clinton yang selama ini dikenal dekat dan akrab dengan James Riady, pemilik Grup Lippo, kemungkinan besar akan menemui karibnya tersebut di sela-sela rangkaian kunjungannya ke Indonesia. [af/dbs] #Pemilu2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.076 kali, 1 untuk hari ini)