Bisa Perang Saudara, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda cs


Bisa Perang Saudara, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda cs. (Fin.co.id).

Jakarta, – Relawan Presiden Jokowi, Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) meminta agar Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas ujaran kebencian yang dilakukan Artis Nikita Mirzani serta menutup akun-akun media sosial seperti milik Denny SiregarAbu Janda, serta website milik Alifurrahman bernama seword.com dan lain-lain demi menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia.

Menurutnya Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan baik Nikita dan juga akun-akun media sosial tersebut secara sengaja menciptakan narasi-narasi perpecahan dengan selalu mengembangkan politik identitas sehingga kerukunan sesama rakyat menjadi terganggu dan sangat berpotensi mengadu domba antar sesama bangsa Indonesia.

“Mereka itu selalu menebar kebencian dan terus menggunakan politik identitas yang dikhawatirkan akan berpotensi menciptakan perang saudara di republik ini. Sebab itu, kami meminta agar akun-akun milik mereka ditutup secara permanen,” ujar Adi Kurniawan dalam keterangan tertulisnya.

Adi juga menduga aksi teror serta pembunuhan sadis seperti yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari dampak narasi politik identitas yang selalu dimainkan oleh akun-akun milik Denny Siregar dkk.

“Sadar tidak sadar, suka tidak suka apa yang dilakukan Nikita Mirzani, Denny Siregar, Ade Armando, abu janda dkk itu lah yang memicu perang antar saudara itu terjadi. Harusnya mereka yang dikecam terkait aksi sadis terorisme yang terjadi di Sigi,” kata Adi.

Adi mencontohkan ujaran kebencian yang dilakukan orang-orang tersebut dapat berdampak terhadap kerukunan umat beragama, misalnya seperti sebutan ‘Cebong dan Kadrun’ hingga saling bully antara kelompok pendukung pemerintah dan pendukung HRS yang notabene mayoritas adalah umat muslim.

“Mereka ini gak sadar apa yang mereka lakukan itu bisa memicu perang saudara antara umat beragama. Dan hari ini sudah terjadi di Sigi,” tuturnya.

Lebih lanjut pembunuhan sadis yang dilakukan kelompok teroris di Sigi menurut Adi sangat tidak dibenarkan apapun alasannya. Sebab itu dirinya mengecam keras tindakan tersebut dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas serta menghukum seberat-beratnya pelaku tersebut.

“Meski begitu, kami juga mengecam keras tindakan keji dan biadab tersebut karena sangat bertentangan terhadap perikemanusiaan dan sangat tidak dibenarkan apapun alasannya karena sangat bertentangan terhadap perikemanusiaan,” pungkasnya.

(Annisa\Editor)

law-justice.co, Rabu, 02/12/2020 07:36 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.254 kali, 1 untuk hari ini)