Para Penghafal Alqur’an adalah org2 yg dimuliakan oleh Allah dan org2 yg diberikan keutamaan pahala, bgtu banyak pahala yg dijanjikan dan yg didapatkan.

Akan tetapi kemuliaan2 dan keutamaan2 yg ini barulah awal dari keutamaan2 yg lain, maka hubungan kita dgn Alqur’an tdk sampai pd menghafalnya saja, akan tetapi bagaimana memahaminya dgn benar dan mengamalkannya.

Karena sejarah dan dalil2 yg ada tlah membuktikan bahwa menghafal Alqur’an belum cukup utk menjadi seorang muslim yg kaffah, dan Islam ini tegak bukan hanya dari Alqur’an saja tpi dgn ASSUNNAH.

Sebut saja beberapa kelompok yg menyimpang sprti: KHAWARIJ (TERORIS/PAHAM RADIKAL) ASY’ARIYYAH, MUJASSIMMAH, SUFIYYAH dll bhkan di indonesia ada yg namanya Jama’ah Ingkarissunnah, yg mana jama’ah ini hanya mengandalkan Alqur’an saja dlm pemahaman agamanya, hampir semua dari kelompok2 ini memiliki org2 yg punya ghiroh dlm menghafal Alqur’an dan sekian banyak Ulama2 mereka yg menghafal Alqur’an, tpi mereka terjatuh ke dlm bgtu banyak penyimpangan2 dan kesalahan dlm pemahaman agamanya.

Maka menghafal Alqur’an bukanlah final dari kehidupan beragama, tpi sbg pintu awal utk mengenal Islam dgn baik.

Ketahuilah menghafal Alqur’an saja tidaklah cukup, tpi pahamilah ia dan amalkanlah, sedang Islam ini tegak dgn 2 pondasi, yakni Alqur’an dan Assunnah, dan antum takkan bisa memahami Alqur’an tanpa memahami Assunnah, tanpa belajar Sunnah. Karena dlm Assunnah trdapat bgtu banyak penjabaran dan penjelasan dari Nash2 qoth’i yg ada dlm Alqur’an.

Via FB Abu Hafs

(nahimunkar.com)

(Dibaca 556 kali, 1 untuk hari ini)