Yusuf Mansur menghimpun dana masyarakat melalui Patungan Usaha dan Patungan Aset. Dalam situsnya, Yusuf menjanjikan dana yang terkumpul akan dijadikan usaha berupa hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Investor akan memperoleh imbal hasil 8 persen dan cashback (pengembalian dana) dalam waktu 10 tahun.

Belakangan, Yusuf menutup usahanya ini. “Untuk sementara tidak menerima investor baru,” ujar Fatimah, staf PatunganUsaha dan Patungan Aset di kantornya di Kota Tangerang, kemarin.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizki menyatakan, bisnis investasi yang dilakukan oleh Ustaz Yusuf Mansur ilegal. Sebab, setiap usaha yang melakukan penghimpunan dana masyarakat seharusnya hanya bisa dilakukan oleh lembaga yang mempunyai izin.

“Cita-cita dia menjalankan itu enggak ada yang salah. Tapi dalam pasar keuangan negara mana pun itu kalau sudah melakukan penarikan dana masyarakat hanya bisa dilakukan lembaga berizin, “ujar Yanuar saat dihubungi, Rabu, 17 Juli 2013.
Inilah beritanya.

***

YM

Dapat Saran Dahlan, Ustaz Yusuf Mansur Hentikan Investasi Patungan

Penulis :Didik Purwanto  Kamis, 18 Juli 2013 | 11:11 WIB

JAKARTA,— Ustaz Yusuf Mansur menghentikan sementara bisnis investasi yang selama ini dilakukan melalui patungan. Hal ini dilakukan setelah Yusuf mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk Menteri BUMN Dahlan Iskan, terkait legalitas Patungan Usaha.

“Untuk perbaikan ke depan, atas saran kawan-kawan ahli keuangan, administrasi, dan manajemen, terkait dengan legalitas Patungan Usaha, dan juga saran Bapak Menteri BUMN Dahlan Iskan, maka sementara pendaftaran keanggotaan Patungan Usaha dihentikan dulu,” kata Yusuf Mansur seperti dikutip dari laman PatunganUsaha.com di Jakarta, Kamis (18/7/2013).

Yusuf mengatakan, bisnis Patungan Usaha tersebut akan dibuka kembali dalam bentuk yang baru. Ke depan, pihaknya akan membuat usaha dengan legalitas yang mengikuti peraturan pemerintah. Sebagai alternatifnya, bentuk Patungan Usaha ke depan adalah non-public listed company.

“Dengan konsep baru bagi Patungan Usaha yang ditawarkan kawan-kawan dan Pak Menteri, saya yakin jangkauannya akan lebih luas, lebih menarik, dan legal,” sebutnya.

Mengenai proyek Hotel Siti, nama dari hotel Patungan Usaha, Yusuf mengatakan akan dilanjutkan dengan skema perbankan biasa (menggunakan dana perbankan) karena dana untuk take over dan finishing pekerjaan dari dana Patungan Usaha masih jauh dari mencukupi.

“Insya Allah sudah ada beberapa bank yang siap untuk melanjutkan proyek hotel ini. Akan halnya dana yang sudah masuk, tetap akan dilaksanakan apa-apa yang sudah disampaikan di penawaran terdahulu,” tambahnya.

Yusuf menjelaskan bahwa Hotel Siti, selain tetap untuk melayani jemaah haji dan umrah, dalam waktu dekat pun akan dipasarkan sebagai kondotel.

Seperti diberitakan, Yusuf Mansur memiliki program investasi yang memiliki prinsip mengumpulkan dana dari masyarakat dan kemudian dikelolanya melalui dua skema usaha investasi.

“Patungan Usaha bayarnya (investasinya) Rp 12 juta per orang, sedangkan untuk Patungan Aset Rp 2 juta per orang,” ujar Yusuf seperti dikutip Kontan, Kamis (19/4/2013).

Yusuf menjelaskan, dana investasi dari Patungan Usaha digunakan untuk mengakuisisi sebuah hotel dan apartemen. Lokasi hotel dan apartemen itu berlokasi di dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini, Yusuf mengaku sudah membeli sebuah hotel dari dana yang dikumpulkan dari masyarakat, yang kebanyakan adalah jemaahnya itu. “Saya sudah akuisisi Hotel Topas senilai Rp 180 miliar,” ujar Yusuf.

Rencananya, Yusuf akan mengembangkan hotel itu menjadi hotel untuk para peserta haji dan umrah tiap tahunnya. Sementara itu, imbal hasil yang diperoleh investor mengacu pada keuntungan usaha. Artinya, jika usaha hotel tersebut menguntungkan, maka investor akan diberikan keuntungan sesuai dengan nilai investasinya.

Untuk Program Patungan Aset, pihaknya membelikan sebuah tanah kosong. Dalam proyek perdana program investasi ini, Yusuf telah menggunakan dana masyarakat untuk membeli tanah seluas 4,7 hektar (ha) yang berlokasi di dekat Bandara Soekarno-Hatta, tidak jauh dari Hotel Topas tersebut.

Yusuf bilang, imbal hasil Patungan Aset ini dari kenaikan aset. Adapun imbal hasil Patungan Usaha berasal dari bagi hasil keuntungan usaha.

Kedua program (Patungan Aset dan Patungan Usaha) ini, kata Yusuf, langsung diurus oleh dirinya sendiri. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan situsnya, usaha investasi milik Yusuf Mansur sudah menampung ribuan investor yang sudah terkonfirmasi.

Peserta yang ikut kedua program investasi ala Yusuf Mansur ini tak hanya datang dari Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam hal tersebut, dia menamakan dirinya sebagai wali amanah (trustee) dalam kedua lini bisnis tersebut.

Editor : Erlangga Djumena/ KOMPAS.com

***

Dahlan: Bisnis Yusuf Mansur Sensitif

 Jakarta – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan belum mau menjelaskan persoalan penutupan sementara bisnis Yusuf Mansyur. Dia bersedia menjelaskannya apabila situasinya sudah memungkinkan. “Soalnya ini sensitif,” kata Dahlan seusai acara MoU Semen Gresik dan Perhutani di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2013.

Dahlan tak menjelaskan kenapa bisnis Yusuf Mansur sensitif.

Usaha patungan dana milik ustad kondang Yusuf Mansur ditutup sementara. Dahlan Iskan, berdasarkan situs online milik Yusuf, merupakan satu dari perekomendasi penutupan itu. “Atas saran kawan-kawan ahli keuangan, administrasi, dan manajemen, terkait dengan legalitas usaha, dan juga saran Bapak Menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan, maka sementara pendaftaran keanggotaan dihentikan dulu,” tulis Yusuf Mansur dalam halaman pembuka situsnya.

Yusuf mengaku sedang menyempurnakan konsep bisnisnya agar tidak melanggar hukum (legal). “Dengan konsep baru yang ditawarkan kawan-kawan dan Pak Menteri, saya yakin jangkauannya akan lebih luas, lebih menarik, dan legal,” katanya.

Bisnis investasi Yusuf Mansur menjadi pembicaraan belakangan ini karena diduga melanggar aturan investasi Indonesia. Sejak beberapa hari terakhir, usaha ini sudah ditutup.

ANANDA W PUTRI TEMPO.CO,KAMIS, 18 JULI 2013 | 05:04 WIB

***

RABU, 17 JULI 2013 | 20:33 WIB

Investasi Ustadz Yusuf Mansur Dipermasalahkan

TEMPO.COJakarta – Pengamat pasar modal Yanuar Rizki menyatakan, bisnis investasi yang dilakukan oleh Ustaz Yusuf Mansur ilegal. Sebab, setiap usaha yang melakukan penghimpunan dana masyarakat seharusnya hanya bisa dilakukan oleh lembaga yang mempunyai izin.

“Cita-cita dia menjalankan itu enggak ada yang salah. Tapi dalam pasar keuangan negara mana pun itu kalau sudah melakukan penarikan dana masyarakat hanya bisa dilakukan lembaga berizin, “ujar Yanuar saat dihubungi, Rabu, 17 Juli 2013.

Yusuf Mansur menghimpun dana masyarakat melalui Patungan Usaha dan Patungan Aset. Dalam situsnya, Yusuf menjanjikan dana yang terkumpul akan dijadikan usaha berupa hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Investor akan memperoleh imbal hasil 8 persen dan cashback (pengembalian dana) dalam waktu 10 tahun.

Belakangan, Yusuf menutup usahanya ini. “Untuk sementara tidak menerima investor baru,” ujar Fatimah, staf PatunganUsaha dan Patungan Aset di kantornya di Kota Tangerang, kemarin. Penutupan pendaftaran bagi investor baru ini dilakukan sejak dua pekan lalu. “Kurang tahu kenapa ditutup tapi itu instruksi pak Yusuf langsung,” ujar Fatimah.

Yusuf mengatakan akan membuka pendaftaran baru dengan, “legalitas yang Insya Allah benar dengan mengikuti peraturan pemerintah,” kata Yusuf seperti dikutip dalam situs resmi Patungan Usaha. Terkait dengan dana yang sudah terkumpul, “tetap akan dilaksanakan apa-apa yang sudah disampaikan di penawaran terdahulu.”

Yanuar mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan seharusnya mengecek perizinan perusahaan investasi dan mengumumkan pada masyarakat. “Penegakan hukum harus diterapkan, kalau tidak punya izin dari OJK dan Bapepti ini harus dikatakan ke masyarakat itu bodong,”kata Yanuar.

Sekretaris Jenderal Otoritas Jasa Keuangan, Lucky Fathul mengatakan, pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap Yusuf Mansur. “Enggak ada pemanggilan,” kata Lucky ketika dihubungi. Menurut dia, OJK akan mempelajari bentuk investasi ustadz yang berdomisili di Tangerang itu. “Nanti Pak Ketua yang akan menanyakan langsung,” katanya.

RIRIN AGUSTIA | PRAGA UTAMA | AMANDRA MUSTIKA

***

Rancu, sedekah atau bisnis

Dalam tulisan di nahimunkar.com berjudul Tujuh masalah seputar bisnis Ustaz Yusuf Mansur di antaranya disebutkan:

  • Ketujuh, dan yang terpenting, perlu diingat bahwa Yusuf Mansur berperan sebagai pengusaha, bukan ustaz. Dia bukan bertindak sebagai hamba Allah yang menyalurkan sedekah. HUBUNGAN YUSUF DAN MITRANYA ADALAH RELASI BISNIS — dan dia menjanjikan keuntungan.
  • Itu yang menjadi tujuan utamanya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming pahala. Dengan uang Rp 12 juta, investor bisa bergabung dengan usaha patungan pembangunan hotel apartemen haji dan umrah senilai Rp 150 miliiar. Besaran imbal hasil yang dijanjikan sebesar 8 persen setiap tahun. Selain itu, peserta akan mendapatkan pengembalian dana investasi (CASH BACK) setelah 10 Tahun. (https://www.nahimunkar.org/tujuh-masalah-seputar-bisnis-ustaz-yusuf-mansur/ )

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.579 kali, 1 untuk hari ini)