BJ Habibie Wafat, Dulu Gus Dur Plesetkan Ayat Al-Qur’an untuk Hantam ICMI Pimpinan Habibie

 

Inilah beritanya.

 

***

 

 

Kabar Duka, BJ Habibie Wafat

 


 

Presiden ke-3 RI BJ Habibie (Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie).

 

JAKARTA, – Innalillahi wainnailaihi rajiun. Indonesia kembali kehilangan putra terbaik. Presiden ke-3 RI BJ Habibie wafat, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Habibie berpulang dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Mantan menteri riset dan teknologi ini meninggal dalam usia 83 tahun karena sakit.

Habibie menjalani perawatan intensif oleh tim dokter kepresidenan di RSPAD sejak 2 September 2019. Kondisi pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini sempat membaik pada Selasa (10/9/2019).

Perkembangan itu disampaikan oleh putranya, Thareq Kemal Habibie, dalam konferensi pers di RSPAD, Selasa (10/11/2019). Keterangan ini sekaligus mengklarifikasi hoaks yang menyebut Habibie tutup usia pada Selasa pagi.

Namun pada Rabu sore kondisinya kembali kritis. Keluarga besar ahli penerbangan lulusan Jerman ini berkumpul di RSPAD, mulai anak hingga cucu. Gubernur Gorontalo, yang juga keponakan BJ Habibie, Rusli Habibie mengatakan, dua anak Habibie, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie juga sudah berada di ruang Critical Intensive Care Unit (CICU).

Selama perawatan itu, sejumlah tokoh telah mengunjungi pria yang membidani lahirnya Industri Pesawat Terbang Nurtanio atau IPTN (kini Dirgantara Indonesia) tersebut. Para tokoh tersebut antara lain Presiden Joko Widodo. Selain itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selamat jalan, Pak Habibie.

 

Editor : Zen Teguh/ iNews.id, Aditya Pratama · Rabu, 11 September 2019 – 18:20 WIB

 

***

BJ Habibie, Sang Presiden Ahli Pesawat Terbang yang Visioner 

 

  • Nama Lengkap: Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Populer: BJ Habibie
  • Istri: Hasri Ainun Besari
  • Tempat, Tanggal Lahir: Pare-pare, 25 Juni 1936
  • Masa Menjabat Presiden: 21 Mei 1998-20 Oktober 1999
  • Pendidikan: SMAK Dago, Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), RWTH Aachen
  • Anak: Ilham Akbar, Thareq Kemal


Munculnya rumus faktor Habibie

Habiebie Crack Progressions


Seperti yang sudah dikemukakan di awal tadi dimana menariknya biografi BJ Habibie ini juga karena ada rumus yang diberi nama Faktor Habibie. Rumus yang satu ini dapat menghitung keretakan hingga ke atom pesawat terbang sekalipun sehingga beliau diberi julukan Mr Crack. Di tahun 1967, BJ Habibie mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar dari ITB. Selain itu, dari ITB juga BJ Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Ganesha Praja Manggala.

Dengan segala kejeniusan yang dimilikinya, tak heran jika beliau mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga kelas internasional mulai dari Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman, The Royal Aeronautical Society London yang ada di Inggris, The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace dari Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan bahkan The US Academy of Engineering dari Amerika Serikat. BJ Habibie juga pernah mendapatkan penghargaan yang amat bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan ini hampir setara penghargaan Hadiah Nobel.

Langkah dari sang visioner ini memang banyak dikagumi, namun banyak juga yang jadi kontroversi. Tiap kali BJ Habibie yang juga peraih penghargaan Theodore van Karman Award yang bergengsi ini mengunjungi Jerman, maka beliau tak pernah luput dari pemberitaan di sana. Jika dilihat lagi, BJ Habibie hanya kuliah di ITB setahun saja lalu 10 tahun melanjutkan pendidikannya ke Jerman lalu bekerja di MBB Gmbh Jerman yang merupakan industri penerbangan terkemuka. Setelah itu beliau kembali ke Indonesia memenuhi panggilan dari Presiden Indonesia, Soeharto saat itu./ https://www.akupaham.com

***

BJ Habibie Ketua Umum ICMI pertama

Tanggal 7 Desember 1990 merupakan lembaran baru dalam sejarah umat Islam Indonesia di era Orde Baru, secara resmi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibentuk di Malang. Saat itu juga secara aklamasi disetujui kepemimpinan tunggal dan terpilih Bahharuddin Jusup Habibie sebagai Ketua Umum ICMI yang pertama.

Gus Dur Memelesetkan Ayat Dikaitkan dengan ICMI

Di antara yang paling menonjol ketidak sukaan atas terbentuknya ICMI adalah Gus Dur (Aburrahman Wahid). Sampai-sampai Gus Dur memelesetkan ayat Al-Qur’an demi menunjukkan ketidak sukaannya kepada ICMI.

Sampai kini beritanya masih beredar, di antaranya dapat dilihat di cuitan seseorang ini:


 


 


Nadirsyah Hosen

@na_dirs

 

Saat Gus Dur menolak masuk ICMI, keluar lagi ayatnya: wa la ta’awanu alal ICMI wal ‘udwan. Para Kiai ketawa ngakak #HaulGusDur

9.01 AM · 23 Des 2016·Twitter for iPhone

 

Astaghfirullah. Itu memplesetkan penggalan ayat 2 Surat Al-Maaidah yang bunyinya:

وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ

…dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…. [Al Ma”idah:2]

Lafal عَلَى ٱلۡإِثۡمِ yang artinya dalam berbuat dosa, diplesetkan jadi ‘alal ICMI yang artinya: dalam ICMI.

Na’udzubillahi min dzalik. (Kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian).

Kalau toh Gus Dur benci terhadap ICMi dan menandinginya dengan apa yang disebut Fordem (Forum Demokrasi), itu kelakuan dia, terserah saja. Namun kenapa pakai memelesetkan ayat suci Al-Qur’an?

Mereka kini telah meninggal dunia. Kelak akan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya masing-masing.

{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة: 7، 8]

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [Az-Zalzalah:7]

8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [Az-Zalzalah:8]

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.191 kali, 1 untuk hari ini)