• Pawang Hujan Termasuk Syirik, Ustadz Dr Firanda Andirja Imbau Segera Tobat dengan Cara Ini

Silakan simak ini.

***

 

Pawang Hujan Termasuk Syirik, Ustadz Dr Firanda Andirja Imbau Segera Tobat dengan Cara Ini

Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA menjelaskan hukum pawang hujan. (Foto: Dok YouTube Yufid TV)

BEBERAPA waktu belakangan pawang hujan dan dukun menjadi fokus pembahasan khalayak ramai. Ini terkait munculnya pawang hujan di gelaran kelas dunia MotoGP Mandalika pada hari Ahad 20 Maret 2022M.

Terkait adanya pawang hujan dan dukun, para dai atau alim ulama sudah lama menjelaskan bahwa ini perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam, termasuk haram dan syirik. Seperti diungkapkan dai lulusan Arab Saudi Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA.

 
 

Dalam sebuah video tanya jawab yang telah lama tayang, ia mengatakan menggunakan jasa pawang hujan hukumnya syirik. Ini termasuk dosa besar.

“Syirik menggunakan pawang hujan. Jangan menghadiri acara-acara yang ada kesyirikan,” ungkap Ustadz Firanda Andirja dalam tayangan di kanal YouTube Tanya Jawab Islam.

Lalu kalau sudah terjadi, dirinya memberi nasihat untuk segera bertaobat. Caranya bisa mengucapkan istighfar, tidak mengulangi perbuatan itu lagi, dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Kalau sudah terjadi, istighfar kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Lain kali jangan hadir acara-acara seperti ini. Seakan-akan kita ikut setuju dengan acara-acara kesyirikan seperti itu, karena pawang hujan adalah hukumnya syirik,” tegasnya.

Dikutip dari Muslim.or.id, dilarangnya berhubungan dengan pawang hujan atau dukun berdasarkan dalil hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barang siapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim)

Baca juga: Nasihat Ustadz Khalid Basalamah soal Pawang Hujan: Itu Dukun, Haram dalam Islam 

Bahkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam juga bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barang siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Alquran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR Ahmad, hasan)

 
 

Dukun adalah orang yang mengaku mengetahui perkara yang gaib. Termasuk kategori dukun adalah paranormal, tukang ramal, ahli nujum, dan yang semisal mereka.

Siapa saja yang menceritakan tentang perkara di masa datang yang belum terjadi atau mengaku mengetahui perkara gaib, maka statusnya adalah dukun.

Wallahu a’lam bishawab.

(han)

HantoroJurnalis 

muslim.okezone.com· Senin 21 Maret 2022 18:08 WIB

***

 

BMKG: Hujan Berhenti Waktu MotoGP Mandalika Bukan karena Pawang, tapi Durasinya Sudah Selesai


Aksi pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Istiani Wulandari sempat disinggung dalam rapat dengar pedapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (21/3/2022).

 

Usai RDP di ruang rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dwikorita sempat ditanya oleh awak media soal aksi pawang hujan Rara Istiani tersebut.

 

Sambil berjalan keluar lorong Gedung Kura-kura DPR RI, Dwikorita enggan merespons pertanyaan awak media.

 

Ia meminta awak media bertanya langsung kepada Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto yang berdiri di dekat pintu keluar Gedung tersebut.

 

“Tanya sama Bapak itu ya soal pawang hujan,” ucap Dwikorita sambil menunjuk.

 

Ia beralasan, tak bisa menjawab pertanyaan itu lantaran harus bergegas pergi karena ada acara yang harus dihadirinya.

 

“Maaf, Ibu harus pergi. Ada acara,” ucap salah satu staf Dwikorita.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pun menjelaskan soal fenomena pawang hujan yang ramai dibicarakan saat gelaran balap MotoGP Mandalika.

 

Menurutnya, pawang hujan itu, secara saintis itu sulit untuk dijelaskan.

 

“Namun untuk BMKG sendiri sebenarnya memiliki (perkiraan) sendiri. Kalau kita liat fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu, tanggal 17, 18, 19 itu sudah diprakirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” ungkap Guswanto.

 

“Kemudian tanggal 20 (Maret) diperkirakan juga hujan lebat disertai badai petir, kenapa perkiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit sikontropis 93f yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika,” tambahnya.

 

Sehingga, kata Guswanto, bahwa hujan tetap turun terbukti di Mandalika.

 

“Dan buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan enggak berenti juga (hujannya,red),” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Guswanto mengatakan bahwa waktu hujan berhenti sudah diperkirakan oleh BMKG, sebelumnya.

 

Sehingga, tak ada kaitannya dengan aksi pawang hujan.

 

“Jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya, itu bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai. Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 WITA, itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan. Kalau diliat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG,” jelasnya.

 

Sumber: tribunnews

@geloranews

21 Maret 2022

(nahimunkar.org)