Dalam mengatasi gerakan radikal yang mengarah terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak perlu masuk di kampus atau sekolahan.

“Kampus dan sekolah sebenarnya memiliki sistem tersendiri untuk mencegah faham radikal masuk ke lembaga itu,” kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Pusat Mustofa B Nahrawardaya kepada sebuah media melalui surat elektronik (email), Rabu (21/12).

Menurut Mustofa, karena kentalnya kepentingan BNPT, maka banyak alasan yang bisa dipakai agar sosialisasi semacam ini bisa dilakukan di kampus maupun sekolahan.

“Apakah kita masih ingat, peristiwa “konon” adanya bom di hutan UI beberapa waktu lalu? BNPT sudah bicara dimana-mana bahwa peristiwa itu menandakan paham dan aksi radikal serta terorisme sudah memasuki kampus,” jelas Mustofa.

Kata Mustofa, akhirnya tak ditemukan apapun di Hutan UI. “Dengan adanya peristiwa itu, mau tak mau UI harus menerima program BNPT,” paparnya.

Selain itu, Mustofa juga menyoroti kegiatan mahasiswa kriminologi Fisip UI yang mendapat bantuan dari BNPT perlu adanya transparansi penggunaan anggaran. “Kalau memang murni agenda deradikalisasi, silahkan dilaporkan kepada masyarakat, berapa dana yang diterima dari BNPT,” pungkas Mustofa. (Pz/Ito)

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/bnpt-tidak-perlu-masuk-kampus.htm
Publikasi: Kamis, 22/12/2011 09:43 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 207 kali, 1 untuk hari ini)