BBM pada naik.
Masyarakat pada kepusingan!
jangankan masyarakat, BBM messenger aja juga lagi kepusingan. buktinya pending terus. Knpa pending?! Karena lg bingung juga, memikirkan knpa pda curhat di bbm gak ke Allah.

By: Zahroh Namirah

***

Kena dah, sindiran bocah remaja perempuan di akun fbnya itu. Bukan hanya remaja dan bukan hanya wanita yang kesindir. Ternyata yang sudah tua dan bukan juga wanita pun banyak yang curhatnya, keluh kesahnya tidak kepada Allah Ta’ala.

Ketika yang mengingatkan itu da’I yang memang sudah biasa mengingatkan Umat Islam agar kembali ke jalan yang benar, maka sudah biasa dan memang seharusnya manusia ini selalu diingatkan. Tapi ketika yang mengingatkan itu seorang bocah lagi perempuan, maka rasanya yang sudah bukan bocah lagi menjadi malu. Apalagi kalau sampai curhatnya justru berakibat menggempur iman. Misalnya ke dukun.

Ada satu kejadian, waktu hujan menjelang maghrib, tentu saja pintu rumah ditutup. Sepeda mator di emperan tidak dimasukkan ke rumah. Tahu-tahu, ba’da maghrib sepeda motor itu sudah tidk ada.  Buru-buru si pemilik menyuruh keluarganya yang masih remaja untuk mengadu ke dukun langganannya.

Astaghfirullah…menanyakan sesuatu ke dukun itu terancam shalatnya tidak diterima 40 malam, bahkan kalau percaya kepada jawaban dukun, maka berarti sama dengan tidak percaya kepada (wahyu) yang dibawa oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Itu menurut Hadits. Berat bukan, resikonya?

Tahu-tahu, si remaja yang disuruh itu pulang dengan berkata, bagaimana saya mau tanya kepada dukun? Saya tidak bisa bertanya, kata si remaja.

Kenapa?

Karena pada saat yang sama, di tempat dukun itu juga ada musibah.

Musibah apa?

Ya sama, sepeda motor yang di taruh di emperan rumah juga hilang.

Punya siapa?

Punya tamu. Nanti kalau saya masuk dan tanya ke dukun itu, tahu-tahu sepeda motor saya juga hilang, tambah rugi lagi dong…

Demikianlah. Kesalahan manusia. Sudah ada jalan yang baik lagi benar, justru cari jalan lain yang  gelap dan bahaya. Sudah ada jalan baik dalam Islam, kalau mengatasi problem itu jangan ke dukun tetapi cari jalan keluar yang sesuai dengan urusannya, dan berdoa kepada Allah. Tapi kadang orang malah ke dukun.

Mestinya, manusia ini curhatnya ke Allah seperti yang disindirkan oleh seorang remaja tersebut. Dan itu memang tuntunan dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Ya’qub ‘alaihissalam:

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ ﴿٨٦﴾

Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS Yusuf: 86).

Doa agar Allah menghilangkan galau, sedih, gelisah…

Berikut ini ini penawar yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat galau datang, kesedihan hinggap, perasaan tak menentu menyerang. Sangat mujarab dan ampuh dosa ini sebagaimana yang dikabarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (kegundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan.”

__________________

__________________

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

________________

________________

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud radliyallah ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan (galau) dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (keundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, ‘Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?‘ Beliau menjawab, ‘Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya’.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.) (www.binbaz.org.sa)/ (voa-islam.com, Saat Galau, Bacalah Doa Ini Semoga Tenang dan Gembira Oleh: Badrul Tamam)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 98 kali, 1 untuk hari ini)