Bolehkah Minum Minyak Kayu Putih untuk Pengobatan Covid-19?

Jakarta, — Meminum minyak kayu putih belakangan menjadi perbincangan di media sosial karena diklaim mampu mengobati Covid-19. Beberapa tetes minyak kayu putih yang dicampur ke dalam air disebut dapat membantu penyembuhan Covid-19.

Benarkah minyak kayu putih boleh diminum untuk pengobatan Covid-19?

Dokter spesialis paru Erlang Samoedro yang menangani pasien Covid-19 menyatakan hingga saat ini belum ada satupun obat yang dinyatakan efektif untuk menyembuhkan Covid-19, termasuk minyak kayu putih.

“Semua perlu pembuktian. Sampai sekarang belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut efektif,” kata Erlang kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/12).

Pendapat yang sama juga diutarakan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania. Inggrid bahkan tidak menyarankan masyarakat untuk meminum minyak kayu putih karena dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

“Tidak dianjurkan untuk diminum. Karena minyak kayu putih yang beredar umumnya bukan lagi yang murni 100 persen. Minyak kayu putih yang ada di pasaran sudah dicampur dengan kerosin, minyak lemak, dan minyak palsu,” kata Inggrid dalam webinar Farmasi UI beberapa waktu lalu dan sudah dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (29/12).

Meminum campuran ini dapat berisiko menyebabkan tubuh keracunan bahan kimia. Selain keracunan, meminum minyak kayu putih juga dapat memberikan efek samping hipoglikemia.

“Ada efek samping hipoglikemia yaitu gula darah menurun drastis apalagi pada penderita diabetes yang meminum obat antidiabetes,” ucap Inggrid.

Inggrid kemudian mengatakan bahwa sebaiknya menggunakan minyak kayu putih yang beredar di pasaran untuk pengobatan luar saja.

Sedangkan penggunaan ramuan daun kayu putih yang asli atau Melaleuca cajuputi dapat diminum secara langsung. Inggrid membagikan ramuan yang bisa digunakan untuk demam, batuk, dan pilek.

“Siapkan 12 gram daun kayu putih segar dan dua gelas air atau 400 ml. Lalu, rebus daun tersebut hingga air tersisa setengahnya,” paparnya.

Inggrid mengatakan potensi kayu putih untuk menjadi obat virus corona masih perlu dilakukan rangkaian penelitian panjang mulai dari uji in-vitro, in-vivo, dan uji klinis. Namun, kayu putih dapat diuji untuk antiinflamasi dan mengurangi gejala akibat infeksi dan inflamasi.

(ptj/agn)

tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 20:01 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 178 kali, 1 untuk hari ini)