Bongkar Pembisik Izin Investasi Miras, Natalius Pigai: Kasihan Jokowi Tertipu 2 Kali

  • … semestinya Presiden @jokowi mencabut Perpres terkait investasi miras termasuk ke Papua. MRP&MUI sudah menolak jg,” cuit Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Natalius Pigai (foto ist)

 

Aktivis HAM Natalius Pigai ikut mengkritik kebijakan pemerintah yang membuka izin investasi minuman keras (miras) di Papua. Pigai mengungkap, bahwa ada oknum pejabat negara yang diduga mengusulkan izin investasi miras itu kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Pigai, oknum pejabat tersebut mengklaim sebagai orang asli Papua. Ia pun mengatakan ragu pada kapasitas pejabat tersebut.

Akibat ulahnya, kata Pigai, Presiden Jokowi akhirnya tertipu 2 kali. Hal ini disampaikan Pigai lewat Twitternya @NataliusPigai2.

Ada Pejabat Negara yg ngaku “Org Asli Papua” kata Presiden. Dia diduga usul Perpres Miras di Wilayah2 Kristen. Apa motifnya?. Sy sdh Protes krn ragu dgn Kapasitasnya sejak awal. Apa Anda tdk mampu Kerja? & hadirkan investasi yang lebih bermartabat?. Kasihan Jokowi Tertipu 2 Kali. — NataliusPigai (@NataliusPigai2) February 27, 2021

“Ada Pejabat Negara yg ngaku ‘Org Asli Papua’ kata Presiden. Dia diduga usul Perpres Miras di Wilayah2 Kristen. Apa motifnya?. Sy sdh Protes krn ragu dgn Kapasitasnya sejak awal. Apa Anda tdk mampu Kerja? & hadirkan investasi yang lebih bermartabat?. Kasihan Jokowi Tertipu 2 Kali,” cuit Pigai, dilansir Reqnews, Senin (1/2/2021).

Seperti diketahui permasalahan izin investasi miras di sejumlah daerah yang disetujui oleh Presiden Jokowi tengah menuai polemik dan memancing kritikan dari berbagai pihak.

Salah satu sentilan datang dari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Gubernur Papua Lukas Enembe Ngamuk, Ancam Bakar Toko Penjual Miras. Dan ancam distributor2 miras ke Papua agar hentikan aktivitas mrk. Maka semestinya Presiden @jokowi mencabut Perpres terkait investasi miras termasuk ke Papua. MRP&MUI sudah menolak jg,” cuit Hidayat.(dbs)

Ingeu

Hajinews — 01/03/2021

(nahimunkar.org)

(Dibaca 466 kali, 1 untuk hari ini)