JAKARTA (voa-islam.com) – Berkembangnya isu Baha’i tak lepas dari kicau Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang baru saja diangkat menjadi menteri menggantikan Surya Dharma Ali yang lengser akibat dugaan kasus korupsi haji.

Semalam, Jumat (25/7) reporter voa-islam melakukan wawancara disela kegiatan buka bersama menteri, kami kroscek perihal pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin yang menimbulkan reaksi dan penolakan penetapan baha’i menjadi agama baru di Indonesia.

Hal itu diutarakan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin melalui akunTwitter, @lukmansaifuddin. Politikus PPP tersebut menjelaskan alasan dan dasar pengakuan Baha’i sebagai agama yang diakui pemerintah dalam 10 serial kultwit.

“1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha’i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha’i.”

“2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha’i”

“3. Selaku Menag saya menjawab, Baha’i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha’i”

“4. Baha’i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha’i”

“5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha’i”

“6. Saya menyatakan bahwa Baha’i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha’i”

“7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha’i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha’i”

“8. … yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha’i”

“9. Saya berpendapat umat Baha’i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha’i”

“10. Demikian temans, semoga maklum. Selamat bersiap berbuka bagi yg puasa, meski masih lama.. 😉 #Baha’i”

Berikut Wawacara Menag Lukman Hakim Saifuddin:

Agama Bahai Sudah Ada Sejak Abad 19

Sebagaimana Ahmadiyah yang sengaja diciptakan penjajah Inggris di India pada abad ke 19 dengan tujuan untuk merusak Islam dengan melalui antek penghianat Mirza Ghulam Ahmad al Kadzab, agama Bahai (Al Bahaiyyah) sengaja diciptakan Inggris di Iran, dengan tujuan sama untuk merusak Islam melalui antek penghianatnya Mirza Ali Muhammad Asy-Syirazi Al Kadzab.

Mirza Ali Muhammad  Asy-Syirazi Al Kadzab maupun Mirza Ghulam Ahmad Al Kadzab sama-sama mengaku sebagai Nabi baru. Adapun perbedaannya, Ahmadiyah tetap mengaku sebagai bagian dari Islam, sedangkan Bahai menjadi agama tersendiri diluar Islam. Agama Bahai resmi berdiri pada 23 Maret 1844 M/ 5 Jumadil Ula 1260 H di Iran, dimana sekarang dirayakan sebagai hari kelahiran agama Bahai.                                                                

Baru-baru ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengudang para tokoh agama lokal, sekte keagamaan serta aliran kepercayaan minoritas yang berkembang di Indonesia seperti Bahai, Syiah, Yahudi, Sikh, Zoroaster bahkan Sunda Wiwitan untuk bertemu dan berbuka puasa bersama. Setelah itu muncul kabar kalau agama Bahai akan dijadikan agama resmi di Indonesia disamping keenam agama yang telah diakui secara resmi oleh negara.

Berikut ini wawancara khusus wartawan Voa-Islam yang bertugas di Kemenag, Abdul Halim, dengan Menag Lukman Hakim Saifuddin di rumah dinas pejabat tinggi negara Widya Chandra Jakarta, seusai buka puasa bersama ormas-ormas Islam dengan Menag, Jum’at (25/7) kemarin.

Kabarnya agama Bahai akan dijadikan agama resmi di Indonesia ?

Sekarang Kemenag sedang mendalami dan mencermati masalah ini. Kita sedang mencari masukan dari berbagai kalangan.  Nanti akan kita carikan jalan keluarnya.

Bagaimana otoritas dari pemerintah dalam menanggani masalah ini ?

Saya kira perlu dipertemukan dua hal, sebab agama adalah persoalan keyakinan dan sangat personal antara seseorang dengan sesuatu yang diyakininya, sehingga pemerintah tidak mempunyai otoritas atau kewenangan apakah ini agama atau bukan agama, apakah ini agama resmi atau tidak resmi, apakah ini diakui atau tidak diakui, sebab ini merupakan persoalan keyakinan. 

Sementara disisi lain, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemerintah mempunyai kewajiban melindungi dan melayani kehidupan umat beragama, sehingga timbul persoalan legalitas. Sedangkan yang disebut agama ini apa, apakah komunitas yang kumpul-kumpul dengan ritual tertentu bisa disebut agama ! Persoalannya baru muncul ketika pemerintah ingin melaksanakan kewajibannya untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada rakyatnya karena itu merupakan amanah konstitusi.

Siapa yang berhak melegalkan adanya agama resmi yang baru di Indonesia ? 

Memang ketika akan dilegalkan, maka akan menimbulkan persoalan siapa yang berhak melegalkannya. Apakah yang disebut sebagai agama adalah memiliki keyakinan tertentu, memiliki umat, memiliki ritual yang baku dan harus berbeda dengan agama-agama sebelumnya. Saat ini Kemenag sedang mencari formula jalan keluarnya. 

Khusus mengenai Bahai, apakah akan dijadikan agama baru yang diakui di Indonesia ?

Persoalan bukan apakah Bahai akan dijadikan agama resmi atau tidak resmi, diakui atau tidak diakui di Indonesia. Tetapi persoalannya adalah apakah agama lokal itu merupakan agama atau bukan agama, siapa yang memiliki kewenangan untuk memutuskan apakah itu agama atau bukan agama dan itupun setelah adanya kesepakatan perlu adanya legalitas dan perlu adanya pernyataan resmi bahwa ini agama dan ini bukan agama. Kalau perlu, siapa yang memiliki otoritas menyatakan ini agama dan ini bukan agama, apakah pemerintah atau siapa.

Kalau Bahai, saya kita telah menjadi agama sejak abad 19 lalu di negara lain. Bahkan agama Bahai sudah disebut dalam UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965 tentang Penodaan Agama. Dalam UU tersebut tidak ada istilah agama diakui atau agama tidak diakui. Dalam penjelasannya disebutkan warga negara Indonesia mayoritas menganut enam agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Komg Hu Chu), diluar itu ada agama lain yang juga dianut warga negara Indonesia yang keberadaannya dibiarkan ada asal tidak melanggar peraturan perundang-undangan, termasuk Bahai, Taoisme, Yahudi, Sikh dan lain-lain. Jadi agama Bahai sudah ada dan disebut dalam UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965.

Demikian laporan hasil wawancara voa-islam.com.

Ada Yahudi dibalik Bahai?

Berdasarkan penelusuran aliran Baha’i justru sebelumnya sempat dilarang di Indonesia ketika presiden Sukarno mengeluarkan Keppres Nomor 264 Tahun 1962. Isi Keppres tersebut pada dasarnya selain melarang agama Baha’i, juga melarang Freemasonry dan segala turunannya.

Isi Keppres tersebut pada dasarnya selain melarang agama Baha’i, juga melarang Freemasonry dan segala turunannyanya. Di antaranya, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization of Rucent Cruicers, Organisasi Baha’i, dan Perhimpunan Theosofie Tjabang Indonesia Namun, ketika Gus Dur menjadi presiden keempat RI, dikeluarkan Keppres Nomor 69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000 yang mencabut Keppres 264/1962.

Sehingga, kelompok organisasi tersebut dibolehkan beroperasi di Indonesia. Alhasi, keberadaan keberadaa Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC), dan agama Baha’i menjadi resmi dan syah di Indonesia.

Di Indonesia, Mereka menamakan diri penganut Baha`i dengan kitab suci Akhdas dan shalatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Kepercayaan ini berkembang di Tulungagung. Mereka shalat sehari sekali, puasa 17 hari.

Karena dinilai meresahkan, warga meminta pemerintah membubarkan kelompok tersebut. Nah kan, ada asing Yahudi yang bermain di air keruh untuk merusak kedamaian umat Islam.

Pertanyaanya, benarkah Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin menetapkan Bahai’ sebagai agama baru di Indonesia? Anda dapat menilainya bukan? [adivammar/Abdul Halim/Voa-Islam.Com]Sabtu, 28 Ramadhan 1435 H / 26 Juli 2014 12:56 wib

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.450 kali, 1 untuk hari ini)