JAKARTA– Brigjen (Pol) Anton Tabah, Anggota Komisi Hukum MUI Pusat, secara tegas merekomendasikan seluruh kaum muslimin untuk mempolisikan Jalaludin Rakhmat dan antek-anteknya atas penistaan agama, dalam seminar nasional dan bedah buku fenomenal “Syiah Menurut Syiah: ancaman nyata NKRI” di Wisma Pertamina Jl. Medan Merdeka Timur No 13, Sabtu, (01/11).
Anton Tabah menyarankan, “Sebetulnya langkah pertama untuk memberi efek jera pada syiah adalah dengan memidanakan Jalaludin Rakhmat. Dilaporkan ke kepolisian atas penistaan agama, kalau itu memang betul dan harus ada bukti dan saksi-saksi.”
Pelaporan Jalaludin Rakhmat dan pengikutnya ke polisi merupakan langkah positif yang harus dilakukan Umat Islam sebagai upaya mematikan aliran sesat Syiah dari bumi Indonesia, ujar Anton.
Ia juga memaparkan bahwa, “Langkah-langkah positif seperti itulah yang harus dilakukan karena kita, polisi dekat dengan hukum. Ini harus dilaporkan ke polisi segera! Saya baca sekilas (buku berjudul Syiah Menurut Sumber Syiah karya DR. Abdul Chair Ramadhan), ada celah-celah untuk memidanakan seseorang [Jalaludin Rakhmat] karena dianggap telah menistai agama.”
Sebelum mengakhiri pemaparannya, Anggota Komisi Hukum MUI Pusat ini memberi tawaran kepada kaum Muslimin untuk melaporkan penistaan agama yang dilakukan oleh Jalaludin Rakhmat beserta antek-anteknya.
“Saya tawarkan ke bapak ibu, penistaan agama oleh syiah sudah ada dan sudah komplit. Pidanakan perorang! Karena polisi tidak bisa memidanakan organisasi. Kalau organisasi dibubarkan, orangnya masih sesat.”

Seminar Nasional yang dihadiri oleh puluhan peserta ini bertema “Syiah Menurut Sumber Syiah” (Ancaman Nyata NKRI)”. Acara ini merupakan bedah buku karya DR. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H., M.M. dari Komisi Hukum dan perundang-undangan MUI Pusat.
Selain didukung oleh MUI dan MIUMI, acara tersebut juga mendapatkan sokongan dari Al-Bayinat, Front Anti Aliran Aesat, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Lisan Hal, serta LKS Al-Maqashid As-Syariah. Alhamdulillah. (adibahasan/arrahmah.com) Adiba Hasan Senin, 10 Muharram 1436 H / 3 November 2014 14:24 .

***

Syiah Terbukti Menodai Agama

Penghina Islam Jadi Anggota DPR

By nahimunkar.com on 20 April 2014

  • Adanya Aliansi Nasional Anti Syiah suatu bukti bahwa Umat Islam tidak rela agamanya dinodai oleh syiah.

Pentolan Syiah Sampang, Tajul Muluk, telah terbukti secara hukum melakukan tindak pidana menodai agama, karena menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Keputusan Pengadilan sudah sampai tingkat MA. Ternyata MA menguatklan vonis Pengadilan Tinggi Surabaya, hukuman 4 tahun penjara karena Tajul Muluk terbukti menodai agama melanggar pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

  1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timur tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
  2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatim tentang kesesatan syiah
  3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini https://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013). Hingga ada surat terbuka untuk presiden mengenai kasus itu.
  5. Juga silakan  lihat link ini Kasasi Tajul Muluk Ditolak MA: Bukti Ajaran Syiah Menodai Agama – See more at: https://www.nahimunkar.org/kasasi-tajul-muluk-ditolak-ma-bukti-ajaran-syiah-menodai-agama/#sthash.p0JhOrx3.dpuf.

Syiah Menodai Agama

kezaliman-syiah-4 foto yasyababdotcom

Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang Terbukti Menodai Agama

Tajul Muluk didakwa telah melakukan penistaan agama sehingga memicu kerusuhan Sampang, Madura pada 2011 lalu. Tajul Muluk sudah divonis 2 tahun penjara oleh PN Sampang pada Juli 2012 lalu. Dia terbukti melanggar pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama.

Putusan ini diperberat menjadi 4 tahun seiring dengan keluarnya putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya pada 21 September 2012.

Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG dari tuntutan 2 tahun menjadi 4 tahun  penjara. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Tajul yang semula divonis 2 tahun oleh PN Sampang bertambah menjadi 4 tahun penjara karena putusan PT. Dalam keputusan itu pengadilan tinggi berpendapat terdakwa telah memenuhi unsur pasal 156a KUHP seperti yang menjadi dakwaan JPU, yaitu melakukan tindak pidana penodaan agama.

Kemudian Tajul Muluk mengajukan kasasi, namun upaya hukum Tajul Muluk alias Ali Murtadha di Mahkamah Agung (MA) akhirnya usai. Itu menyusul lembaga hukum tertinggi negara itu menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh pemohon pada akhir tahun lalu. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh HumasPN Sampang Shihabuddin saat dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1 2013).

Dia mengatakan, ditolaknya permohonan kasasi Tajul Muluk, itu berarti keputusan yang berlaku saat ini adalah putusan pengadilan tinggi yang sudah dijatuhkan pada 12 Juli lalu, yaitu kurungan penjara selama 4 tahun. ”Pada dasarnya Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan tinggi,” ucapnya kemarin.

Sumber:  (radar) maduraterkini.info, Submitted by admin on January 17, 2013 – 12:10

***

Syiah yang telah terbukti menodai agama bahkan lewat pengadilan sampai tingkat MA itu tidak dapat didudukkan sebagai agama atau aliran yang tidak bermasalah. Karena sudah jelas terbukti, syiah memang menodai agama Islam. Sehingga ketika ada dari pihak kaum muslimin bahkan tingkat nasional mengadakan apa yang disebut Aliansi Nasional Anti Syiah, semestinya umat Islam dan pihak yang berwewenang mensyukurinya. Karena berarti di negeri ini masyarakatnya masih peduli, tidak boleh ada aliran yang sewenang-wenang menodai agama. Justru sangat aneh dan bertentangan dengan aturan yang ada, bila syiah yang sudah terbukti menodai agama justru dibiarkan saja. Apalagi misalnya, sampai ada penghalangan terhadap Aliansi Nasional Anti Syiah atau bentuk apapun yang tidak rela terhadap keberadaan syiah yang terbukti menodai agama itu.

Maju terus wahai ummat Islam, penodaan agama oleh syiah tehadap Islam tidak boleh dibiarkan!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.084 kali, 1 untuk hari ini)