Geng motor brutal. Yang lain-lain pun sering brutal. Lebih-lebih mereka yang membunuhi muslimin semaunya, itu lebih sangat brutal lagi. Padahal, hilangnya nyawa satu orang muslim yang dibunuh tanpa haq itu lebih besar nilainya dibanding hilangnya dunia.

عن عبد الله بن عمرو عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال (لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ) رواه النسائي (3987) وابن ماجه قال البوصيري : هذا إسناد صحيح رجاله ثقات . ا.هـ مصباح الزجاجة (933) وحسنه المنذري في الترغيب والترهيب 3/201

Dari Abdullah bin Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pastilah hilangnya dunia itu lebih ringan di sisi Allah daripada dibunuhnya seorang Muslim.” (HR An-Nasaai 3987, dan Ibnu Majah, berkata al-Bushiri: ini sanadnya shahih dan rijalnya tsiqat/ terpercaya, dihasankan oleh Al-Munziri dalam At-Targhib wat-tarhib 3/201).

Dalam Al-qur’an ditegaskan:

( مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرائيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعاً وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعاً وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيراً مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ)(المائدة:32).

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (QS Al-Maaidah: 32)

[411] Yakni: membunuh orang bukan karena qishaash.

[412] Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.

[413] Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata.

Kejahatan sangat tinggi berupa pembunuhan terhadap muslim itu lebih mengerikan ketika terjadi permusuhan satu sama lainnya. Sedang permusuhan dengan brutalnya itu jelas akan terjadi ketika para pemimpinnya mlediti atau memantati, tidak menghargai apalagi memakai hukum dari Kitab Allah. Bumi seisinya itu milik Allah. maka sangat pantas jika para pemimpin yang kewajibannya mengatur bumi ini dengan hukum Allah tetapi malah memantatinya, maka terhitung sangat kurangajar. Hingga di dunia ini pun sudah diberi pula balasan akibat dari kefasikannya itu yakni terjadinya permusuhan satu sama lain dengan sengitnya. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ancamkan: 

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “4019 (ابن ماجة ) مسند الصحابة في الكتب التسعة – (ج 17 / ص 194)

… dan selagi pemimpin-pemimpin (pemerintahan, bangsa, masyarakat) mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan mereka memilih-milih dari apa yang diturunkan Allah (maka tiada lain) kecuali Allah menjadikan keganasan satu sama lain di antara mereka. (HR Ibnu Majah no 4019, hasan menurut Al-Albani dalam As-Silisilah As-Shohihah 106/ 4009).

Maksudnya, jika mereka (para pemimpin) tidak berhukum dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengambil kebaikan dari Kitab Allah dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka. Maka jikalau mereka meninggalkan al-Qur’an dan as-Sunnah, sehingga mereka berhukum dengan selain yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan menjadikan sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain, karena urusan mereka semata-mata hanyalah seputar dunia. Lalu Allah cabut kebaikan dari hati-hati mereka, dan akhirnya datanglah siksa dari Rabb semesta Alam. 

(Sumber: disadur dan diterjemahkan dengan tambahan dari makalah dengan judul شرح الترغيب والترهيب – الترهيب من بخس الكيل والميزان di http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=184713#top. Diposting oleh Abu Yusuf Sujono) http://www.alsofwah.or.id/cetakhadits.php?id=278

Tidak mau menghargai dan memakai hukum dari Kitab Allah (Al-Qur’an) dan juga As-Sunnah itulah penyebab nyata terjadinya permusuhan yang brutal di bumi ini. Dan bukti kenyataannya telah meresahkan. Beritanya seperti ini:

***

Aksi Brutal Geng Motor, Tangkap dan Segera Adili

Aksi brutal yang dilakukan sejumlah anggota geng motor mengguncang Ibukota, akhir pekan lalu. Selain melukai sejumlah orang, ratusan anggota geng motor bahkan nekat mendatangi dan merusak Mapolsek Tanjung Priok Pasar Warakas, Jakarta Utara (Harian Jogja, Sabtu 14 April).

Di beberapa kota lain seperti Bandung, Medan, Makassar dan beberapa kota lain, sejumlah anggota geng motor juga melakukan tindak kriminal seperti menjarah toko, menganiaya mengguna jalan lain dan beberapa tindak kekerasan lain.

Bahkan dalam catatan polisi, selama setahun terakhir, geng motor di Jakarta telah menewaskan sedikitnya 60 orang. Masyarakat yang tak bersalah ini menjadi korban kebrutalan geng motor, baik karena kecelakaan yang timbul akibat ulah geng motor, dikeroyok, dirampok, bahkan dibunuh. Di Bandung dan medan, korban meninggal akibat ulah geng motor juga terus bertambah. Di Makassar, ulah geng motor juga telah menewaskan 15 orang selama setahun terakhir.

Selain melakukan kekerasan, sejumlah geng motor juga kerap terlibat dalam aksi lain seperti perjudian dalam balapan liar yang digelar, terlibat dalam peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), bahkan sindikat pencurian kendaraan bermotor.

Fenomena kekerasan dan tindak kejahatan yang dilakukan anggota geng motor ini jelas sangat memprihatinkan. Terlebih, selama ini aparat penegak hukum, khususnya polisi, selalu berupaya merangkul sejumlah kelompok, baik yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan maupun yang berada di bawah bendera kelompok pengendara motor (bikers) yang banyak tumbuh di berbagai daerah. Beberapa kelompok pengendara motor yang selama ini dianggap kerap membuat onar pun, tak luput juga ikut dirangkul.

Melalui Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dan Polisi Masyarakat (Polmas), polisi terus berusaha memberikan perhatian, agar kelompok-kelompok ini tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan lain dan lebih mengutamakan kegiatan yang positif. Namun tetap saja, aksi kekerasan sejumlah anggota geng motor tetap terjadi. Bahkan jika melihat sejumlah kasus yang terus terjadi, seolah polisi tak berdaya menghadapi kebrutalan kelompok ini.

Apa yang dilakukan polisi dengan mencoba merangkul sejumlah kelompok pengendara motor, atau kerap identik dengan geng motor, memang tidaklah salah dan harus terus dilakukan. Namun jika sudah menyangkut tindak kriminal, polisi harus tegas menegakkan aturan hukum yang ada tanpa pandang bulu. Siapaun yang melanggar, harus ditindak. Bahkan jika terbukti, kelompok-kelompok pengendara motor yang “menghalalkan” anggotanya untuk melakukan tindak kriminal harus dibubarkan.

Tak hanya itu, jika ada bukti ada polisi atau aparat lain yang menjadi beking, polisi juga harus tetap bertindak tegas. Jangan sampai, masyarakat di negeri ini terus menerus diteror dan dicekam rasa takut oleh ulah sekawanan orang yang tak bertanggung jawab. Tangkap dan adili pembuat onar.

Editor: Harian Jogja Dalam Tajuk Senin, 16/4/2012

***

Geng Motor Brutal Jakarta Rambut Cepak Beranggota 200-an

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto memastikan adanya penyerangan oleh gerombolan bermotor di sejumlah lokasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, sepanjang Jumat (13/4/2012) dini hari tadi.

Penyerangan itu mengakibatkan sejumlah korban harus di rawat di rumah sakit karena menderita luka tusuk atau sabetan senjata tajam.

“Kelompok tersebut sekitar 200 orang dengan menggunakan sepeda motor. Ada juga yang menggunakan tiga mobil. Mereka menyerang para korban dengan brutal,” jelasnya, sekitar pukul 08.30.

Menurut keterangan para korban dan saksi peristiwa, lanjut Rikwanto, para pelaku yang tidak menggunakan helm rata-rata berambut cepak, mirip penampilan aparat keamanan.

Data sementara yang diperoleh Humas Polda Metro Jaya sampai tadi, penyerangan oleh gerombolan bermotor itu datang dari arah Kemayoran ke Jalan RE Martadinata Permai dan melintas Jalan Bugis, Gorontalo, Tanjung Priok, lalu ke Jalan Warakas Raya.

Gerombolan itu berkonvoi, membawa parang dan bambu. Pengecekan polisi di Rumah Sakit Sukmul, terdata dirawat korban penyerang oleh para pelaku, yakni Tohirin Bin Widodo, warga Kampung Bahari RT 12/14 Tanjung Priok dengan luka memar serta dagu dan bibir robek dan Ramdani, warga Jalan Budi Mulia No 28 Rt10/10 Kampung Banda Mulia, dengan luka kepala dan tangan kiri robek akibat senjata tajam.

Di Rumah Sakit Koja, korban yang dirawat atas nama Nawawi dengan luka robek senjata tajam di punggung dan perut kirinya./ krnds

(nahimunkar.com)

(Dibaca 717 kali, 1 untuk hari ini)