Ilustrasi : Pemukiman ilegal Zionis Israel di Tepi Barat (foto: islamtimes.org)


Tepi Barat (SI Online) – Pemerintah Zionis Israel dilaporkan kembali mencaplok lahan seluas 149 hektare lahan milik warga Palestina di Tepi Barat. Lahan itu akan dijadikan pemukiman ilegal bagi warga Israel.

Menurut Koordinator Government Activities in the Territories (COGAT) Israel, wilayah di dekat Jericho itu akan dinyatakan sebagai tanah negara milik Israel.

Sebelumnya, Radio Militer Israel sudah mengungkapkan rencana itu pada Selasa 19 Januari. Lahan yang dijadikan pemukiman itu terletak di wilayah utara pemukiman warga Israel di Almog dan hingga saat ini masih dinyatakan ilegal.

Kelompok anti-pemukim Israel, Peace Now mengatakan, ini adalah perebutan lahan terluas yang pernah dikakukan Negara Yahudi itu di Tepi Barat. Sebelumnya pada 2014, Israel juga merebut 404,6 hektare lahan warga Palestina untuk dijadikan pemukiman.

“Keputusan pemerintah (Israel) menjadi satu langkah lain untuk menghancurkan kemungkinan terbentuknya solusi dua negara,” sebut Peace Now, seperti dikutip AFP, Kamis (21/01/2016).

Pencaplokan berkala terhadap lahan Palestina di Tepi Barat oleh Israel, membuat prospek pembentukan Negara Palestina merdeka semakin menciut. Sementara di saat yang sama, pihak berwenang Israel menghancurkan hampir setengah rumah milik warga Palestina di Yerusalem Timur.

Menurut keterangan seorang warga bernamar Samir Nassar, rumahnya dihancurkan oleh pihak Dewan Kota Yerusalem pada 21 Januari pukul 4.00 pagi waktu setempat. Nassar menyebutkan tidak ada pemberitahuan mengenai penghancuran itu.

Sumber: .suara-islam.com/ farah abdillah/Kamis, 21/01/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 237 kali, 1 untuk hari ini)