voa-islam.com

  • Ada seorang teman yang tidak mau lagi berkiprah di Gedung DPR MPR Senayan Jakarta. Dia tidak mau mengaku kenapa, tetapi ada sedikit pengakuan, bagi dia tempat itu tidak baik sama sekali baginya yang masih sayang-sayang kepada dirinya dan da’wah Islam.
  • Begitu tidak berkiprah di Senayan, kemudian dia pernah berkeliling dengan rombongan untuk berdakwah. (laporannya dapat dibaca di https://www.nahimunkar.org/114/menyadarkan-para-da%E2%80%99i-akan-bahaya-bag4habis/ ).
  •  Sedikit cerita dia di tengah-tengah kesibukan dalam tour untuk berdakwah itu ada yang berupa seakan nostalgia dia ketika di gedung DPR Senayan. Namun dia tidak mau menceritakan sebenarnya di antara buruknya moral seperti apa.
  • Belakangan, di media ada berita tentang kondom berserakan di lingkungan Gedung DPR Senayan.
  • Untuk memahami kenapa seorang teman ini kipo-kipo tidak mau lagi berjuang atau berdakwah lewat Gedung Megah yang kursinya saja mahal itu, berikut ini tulisan yang dirangkai-rangkai. Mungkin ada manfaatnya. Yang bagian awal adalah cuplikan laporan perjalanan rombongan yang membawa mantan anggota DPR yang baru saja tadinya ngantor di Gedung DPR, dan bagian bawah adalah berita tentang kondom berserakan di lingkungan gedung DPR yang kini mencuat lagi.

Selamat menyimak.

***

Forum Peduli Ummat di Jakarta yang terdiri dari 4 da’i (Zulfi Syukur, Hamdi Elgujmanti, Hartono Ahmad Jaiz, dan Mashadi yang baru saja tidak aktif lagi di DPR) menyampaikan dakwah secara keliling di beberapa daerah di Sumatera pada Bulan Syawal 1425H / November –Desember 2004. Ini bukan seperti Jama’ah Tabligh yang khuruj, tetapi dakwah untuk memberi masukan kepada Ummat Islam untuk mempertahankan aqidah Ummat dari berbagai serangan yang membahayakan.

Berpisah dan melanjutkan aktivitas

Para da’i yang telah berkeliling di Sumatera selama 11 hari ini sampai di Jakarta masih saling kirim sms. Zulfi dan Hamdi masih berada di Palembang kemudian mau menuju ke Lampung dan diteruskan ke Makassar; sedang Hartono Ahmad Jaiz dari Jakarta menuju ke Lawang Malang Jawa Timur untuk menghadiri Dauroh Masyayikh (penataran yang tutornya para syaikh) dari Yordan, murid-murid Syaikh Al-Albani ahli hadits terkemuka. Dauroh ini diselenggarakan oleh Al-Irsyad Al-Islamiyah Surabaya, diikuti 135 orang dari seluruh Indonesia, dengan materi aqidah dan hadits berbahasa Arab, berlangsung tanggal 6-10 Desember 2004.

Adapun Mashadi kembali ke Jakarta dan tidak ngantor lagi di gedung DPR Senayan Jakarta yang ac-nya sangat dingin itu.

“Saya jadi rakyat lagi, ini perlu latihan juga, dengan cara naik bus umum, naik kereta dan sebagainya. Namun di rumah yang tidak ber-ac, padahal biasanya ber-ac itu rasanya sangat gerah. Hingga puasa tahun ini 1425H/ 2004M, rasanya adalah puasa yang terberat bagi saya. Karena udaranya panas sekali, dan saya baru saja lepas dari ruangan ber-ac.” Ujar Mashadi mengaku tentang kondisinya. Namun dia mengaku bersyukur bisa lepas dari dunia yang kini tak dia maui lagi itu. Teman yang satu ini kalau pagi dan sore mulutnya komat-kamit membaca adzkar shobah wa masa’ (dzikir-dzikir waktu pagi dan sore). Bagi dia, dakwah bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk dirinya sendiri lebih perlu. Jangan sampai seperti orang yang kepalanya masih hafal bahasa Arab, ayat-ayat dan hadits, dan mulutnya pun membacanya dengan lancar, namun hanya sampai di mulut.

Maksudnya?

“Ya ayat dan hadits itu adanya hanya di kepala dan di mulut. Di bagian sekujur tubuhnya tidak ada, hingga tindakannya lain dengan ucapannya. Na’udzubillahi min dzaalik. Makanya saya khawatir akan seperti itu, hingga saya pilih jadi rakyat biasa saja,” ungkapnya kipo-kipo (tak mau lagi kepada sesuatu yang sudah dia jauhi).

Ketika dalam perjalanan dakwah, Mashadi dikhabari oleh rekannya, Saefullah, seorang pejabat di Muara Bungo Jambi, bahwa pesawat terbang Lion Air tergelincir di Bandara Solo Jawa Tengah, penumpangnya banyak yang meninggal, di antaranya tokoh NU (Nahdlatul Ulama) anggota DPR yang akan menghadiri Muktamar NU di Solo/ Boyolali Jawa Tengah.

Sejenak Mashadi tertegun, ingat temannya, anggota DPR yang meninggal dalam kecelakaan itu. Kemudian terucaplah perkataan Mashadi:

“Saya masih ingat, teman kita itu berseloroh, duit dari manapun kalau sudah masuk kantong kiai maka hukumnya halal…”

“Ah, yang bener aja!” Seru Hartono tersentak, karena perkataan itu sangat bertentangan dengan Islam.

Mashadi hanya senyum-senyum saja saat itu. Banyak cerita Mashadi yang tidak bisa dilaporkan di sini, karena menyangkut aneka hal yang sulit diungkap. Biarlah Mashadi sendiri yang mengungkapnya, kalau mau. Dan saya pun tidak berarti menyuruhnya. Nanti kalau dia bercerita yang nggak-nggak dan kemudian mengandung dosa, biar saya tidak kecipratan dosanya.

Jakarta, Syawal 1425H/ Nov-Desember 2004M

https://www.nahimunkar.org/114/menyadarkan-para-da%E2%80%99i-akan-bahaya-bag4habis/

***

Gile, Kondom Berserakan di DPR

Pihak DPR berharap sampah kondom tidak berserakan di lingkungan gedung wakil rakyat.

“Supaya tidak terjadi lagi. Itu yang dulu. Sekarang ‘kan nggak,” kata Ketua DPR, Marzuki Alie kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (6/3).

Keberadaan sampah kondom di lingkungan DPR pernah mendapat sorotan dari televisi swasta pada 31 Mei 2008 pukul 16.30. Diceritakan di media televisi itu, para wakil rakyat suka ‘jajan’ di kawasan pusat hiburan di Jakarta.

Biasanya, para anggota DPR itu membeli alat kontrasepsi sebelum ke tempat hiburan untuk menikmati ‘surga dunia itu.’ Kenapa mereka membuang kondom di DPR? Kebanyakan mereka takut sama keluarganya di rumah.

Selain itu, Warta Kota, pernah menurunkan berita berjudul ‘Tukang Sampah jadi Saksi Timbunan Kondom.’

Warta Kota memberitakan, di saluran pembuangan air dari Gedung Nusantara I, II, III, dan IV Gedung DPR, masih bisa ditemukan kondom bekas terpakai. “Hampir setiap hari ada saja kondom yang ditemukan,” ujar pengawas saluran.

Penulis: Achsin

Selasa, 06 Maret 2012 14:55

itoday –

***

Kondom bertebaran di gedung DPR ! amoralitas bangsa ini

by hambrah » Thu Dec 07, 2006 3:00 pm

Masih Ada Kondom (bertebaran) di Gedung DPR

SENAYAN, WARTA KOTA-Permesuman di gedung wakil rakyat di Senayan sudah jadi rahasia umum. Hingga Rabu (6/12) atau sepekan setelah terbongkarnya skandal anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, aroma permesuman masih terasa.

Di saluran pembuangan air dari Gedung Nusantara I, II, III, dan IV Gedung DPR, masih bisa ditemukan kondom bekas terpakai. Pusat pengaturan saluran pembuangan air itu sendiri terletak persis di depan kafetaria di dekat lobi gedung Nusantara I. Sekilas, bangunan penutup saluran pembuangan ini mirip dengan bangunan gardu listrik. Setiap paginya saluran ini dibersihkan. “Hampir setiap hari ada saja kondom yang ditemukan,” ujar pengawas saluran.

Petugas ini memastikan kondom itu berasal dari dalam gedung DPR karena saluran dari pipa ini tidak tercampur dengan saluran dari luar gedung. Tapi petugas ini tidak pernah melihat secara langsung kegiatan esek-esek di gedung DPR. “Kalau lihat sendiri belum. Tapi dengar-dengar sudah sering,” paparnya.
Berbeda dengan petugas saluran air, petugas pengamanan dalam (pamdal) gedung menegaskan bahwa semua orang sudah tahu adanya esek-esek di kompleks ini. “Dulu ada office boy langsung dipecat lantaran memergoki anggota dewan (DPR) yang sedang berselingkuh,” ungkapnya.

Karena itulah kini para pegawai kebersihan yang setiap hari bertugas memasuki ruang kerja anggota DPR pada bungkam seribu basa. “Itu kan masalah pribadi, jadi tidak usah dibicarakan,” kata seorang petugas kebersihan.

Petugas ini juga menegaskan bahwa ia belum pernah sekalipun menemukan kondom ketika sedang bersih-bersih. “Anda mungkin salah alamat. Di sini orangnya baik-baik,” ujarnya.

Ada empat gedung utama di kompleks rumah wakil rakyat ini, yakni Gedung Nusantara I, II, III, dan IV. Gedung Nusantara I yang memiliki 23 lantai juga digunakan sebagai kantor fraksi-fraksi. Nah, Yahya Zaini yang belakangan dihebohkan berkantor di lantai 12.

Tapi belakangan suasana lantai 12 rada sepi. Pemandangan di sana sangat kontras dengan pemandangan di lantai I yang nyaris ramai setiap hari karena digunakan untuk rapat. Selain gedung utama untuk rapat, ada juga bangunan lain seperti gedung sekretariat jenderal, gedung pelayanan kesehatan, dan kantin.

Sementara itu seorang staf DPR mengatakan bahwa sejumlah anggota DPR yang suka berselingkuh punya selera tinggi. Bagi kelompok ini, harga pasangan tidak jadi soal. Biasanya, kaum perempuan cantik yang menjadi langganan Senayan merupakan anggota sebuah jaringan yang bekerja sangat rapi. “Tapi brokernya atau penyalurnya saya tahu,” kata staf pribadi seorang anggota DPR tersebut.

“Bahkan ada yang dipekerjakan sebagai staf pribadi. Nah, kalau bosan, anggota DPR bisa menggantinya kapan saja dia mau,” katanya. “Mereka itu berasal dari satu jaringan. Bisa ditukar kapan saja, dibawa ke mana saja, termasuk dalam perjalanan dinas,” ujarnya lagi.

Perempuan yang menjadi staf dadakan seperti ini digaji dari kocek pribadi anggota DPR. “Honornya secara bulanan, di luar tips harian, di luar tanggungan biaya rumah kontrakan, dan sebagainya,” katanya.

Anggota DPR yang takut-takut memilih mencari pasangan dari luar. Perempuan bebas seperti ini bisa ditemukan di beberapa rusun, dengan tarif termurah Rp 10 juta. Pascareformasi tahun 1998, gedung DPR tak ubahnya pasar kaget. Tak bisa lagi dibedakan antara wartawan yang bertugas mencari berita dan pemasok perempuan yang berkeliaran di sana. Suasana seperti itu pula yang bisa mengelabui masuknya perempuan-perempuan cantik di Senayan. Perempuan seperti itu dikenal sebagai “sekwilda” alias suka memamerkan sekitar wilayah dada. (tos/moe)

Sumber: Warta Kota

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kondom-bertebaran-di-gedung-dpr-amoralitas-bangsa-ini-t8232/

***

Pilih jadi rakyat biasa saja

Keadaannya dalam berita seperti itu. Pantas saja seorang teman itu tadi tidak mau lagi. Dia lebih pilih jadi rakyat biasa, walaupun merasa gerah, dan menjalani hidup dengan didera oleh kondisi yang semangkin memepetkan rakyat dari berbagai seginya. Yang penting masih bisa berdzikir pagi sore, da’wah semampunya, dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala sekemampuannya. Suatu pilihan yang mungkin tidak  begitu diminati banyak orang, walau diakui bahwa itu lebih baik.

Itulah pilihan yang cerdas. Dalam hadits telah ditunjukkan:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ ». سنن الترمذى – (ج 9 / ص 337)

Dari Syadad bin Aus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Orang yang cerdik  adalah orang yang memperhitungkan dirinya (sebelum diperhitungkan amalnya di akherat) dan beramal untuk masa setelah mati. Dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah. (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.902 kali, 1 untuk hari ini)