rumah muslim rohingya

38 rumah, sembilan bangunan bisnis dan penggilingan padi, semuanya diyakini milik umat Islam Rohingya dibakar orang Budha radikal/ Kerusuhan di Myanmar. straitstimes.com

Dalam gelombang  kekerasan anti-Muslim terbaru di Burma bagian utara-barat, massa Buddha telah menyerang dan membakar rumah-rumah dan toko-toko Muslim di negara itu , menyebarkan ketakutan kekerasan sektarian kembali berulang.

“Toko-toko dan rumah hancur, beberapa dibakar, oleh massa (Budha) tadi malam,” kata seorang perwira polisi setempat yang meminta tidak disebutkan namanya di Bangkok Post pada hari Minggu, 25 Agustus.

Kekerasan agama terbaru di bekas negara militer tersebut , hampir sekitar 1.000 umat Buddha dilaporkan berpartisipasi dalam kekerasan  anti-Muslim yang pecah sesaat sebelum tengah malam pada hari Sabtu.

Menurut laporan polisi, kerusuhan meletus setelah seorang pria Muslim dituduh  karena dicurigai mencoba memperkosa seorang wanita Buddhis di sebuah desa di Kanbalu di wilayah tengah Sagaing.

“Sekitar 150 orang berkumpul di kantor polisi tadi malam, meminta mereka untuk menyerahkan tahanan,” kata seorang pejabat polisi daerah, yang meminta namanya untuk tidak disebutkan namanya , kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Minggu.

“Ketika polisi tidak menanggapi, mereka mulai membakar toko-toko terdekat,” tambah pejabat itu.

Serangan massa Budha membakar sekitar 38 rumah, sembilan bangunan bisnis dan penggilingan padi, semuanya diyakini milik umat Islam.

“Toko-toko ini diyakini dimiliki oleh orang-orang Muslim, tapi kami masih mencoba untuk mengkonfirmasi. Orang-orang yang menyerang diyakini umat Buddha dari dua desa setempat, “tambah sumber tersebut.

Dalam bentrokan terbaru, kata pejabat itu tersangka diduga mendekati seorang wanita budha 25 tahun, “meraih tangannya dan berusaha memperkosanya”.

Biksu Buddha disalahkan karena menyebarkan sentimen anti-Muslim di negara Asia.

Radikal Biksu Buddha Wirathu menyalahkan Muslim atas kerusuhan itu dalam sebuah pesan pada halaman Facebook-nya, menggunakan istilah “Kalar”, sebuah kata yang sangat menghina, untuk menggambarkan minoritas.

“Kalars adalah pembuat onar. Ketika Kalar masih ada, masalah akan ada, “katanya.

“Jika setiap kali Kalar membuat kesulitan dan respon masyarakat adalah dengan cara kekerasan, baik Buddha dan Buddhisme akan dirugikan,” katanya.

Menyebut dirinya sebagai Bin Laden Buddha, pidato anti-Muslim dan nasionalis Wirathu ini telah dituduh memicu kerusuhan.

Para Biksu Buddha dilaporkan memainkan peran aktif dalam mengaduk ketegangan di pinggiran Rangoon pada bulan Februari lalu dengan menyebarkan rumor tak berdasar bahwa sekolah lokal yang sedang dikembangkan telah menjadi masjid.

Setelah beberapa episode kerusuhan agama – sebagian besar menargetkan Muslim – kelompok HAM menuduh pihak berwenang tidak mampu atau tidak mau membendung kekerasan, yang telah meninggalkan sekitar 250 orang tewas dan lebih dari 140.000 tunawisma. (OI.net/Dz) eramuslim.com

***

Bukti benarnya Al-Qur’an: Biksu-biksu pun sebarkan kebencian terhadap Muslim Rohingya

  • Biksu-biksu Myanmar di Sinyalir memiliki keterlibatan dalam menebar kebencian untuk menolak keberadaan kelompok Muslim dari etnis Rohingya.
  • Yang lebih mengejutkan, para biksu-biksu tersebut menyebarkan selebaran provokatif bahwa kehadiran kelompok etnis Arakan yang lebih dikenal dengan sebutan Rohingya ini telah mendapat kutukan dari alam. Karena itu umat Budha disarankan untuk tidak bergaul dengan kelompok Islam Rohingya ini.
  • Benarlah firman Allah:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS Al Maaidah; 82).

  • Itu pelajaran sangat penting, maka jangan sampai Muslimin memilih pemimpin atau menjadikan orang kepercayaan terhadap orang-orang yang seperti itu atau ada kedekatan dengan mereka itu. Misalnya, orang dari etnis tertentu yang agamanya kemusyrikan bahkan ideologinya ateis komunis, maka besar kemungkinan sangat benci terhadap Muslimin. Sama sekali Allah tidak ridha:

وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya. (Qs Az-Zumar/ 39: 7).

  •  Dengan demikian, kalau sampai memilih orang kafir sebagai pemimpin atau orang kepercayaan, maka sama dengan meridhoi yang tidak diridhoi Allah Ta’ala, jangan-jangan terhitung sebagai orang yang menentang Allah Ta’ala, atau bahkan musuh Allah. Na’udzubillahi min dzalik! Kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian!

***

Biksu Myanmar Disiyalir Ikut Sebarkan Kebencian terhadap Muslim Rohingya

Biksu-biksu Myanmar di Sinyalir memiliki keterlibatan dalam menebar kebencian untuk menolak keberadaan kelompok Muslim dari etnis Rohingya. Menurut Chris Lewa, Direktur dari LSM Project of Arakan menjelaskan bahwa, para biksu justru menjadi salah satu alasan mengapa bantuan untuk pengungsi Rohingya sulit tersalurkan.

“Dalam beberapa hari terakhir, para biksu tersebut telah menggerakkan sebuah penolakan terhadap setiap bantuan kemanusiaan kepada umat Islam di Rohingya,” jelasnya seperti yang dikutip oleh Onislam.net, Kamis (26/07/2012).

Chris juga menjelaskan bahwa  para biksu secara arogan menghalangi para anggota lembaga kemanusiaan yang mencoba masuk ke kamp-kamp pengungsian.

“Mereka memeriksa dan ketika mereka telah mencurigai kita hadir untuk membantu pengungsi Rohingya, mereka justru menyuruh kita pulang kembali,” tambah Chris menceritakan beberapa kejadian serupa di daerah Sittwe Maugdaw.

Yang lebih mengejutkan, para biksu-biksu tersebut menyebarkan selebaran provokatif bahwa kehadiran kelompok etnis Arakan yang lebih dikenal dengan sebutan Rohingya ini telah mendapat kutukan dari alam. Karena itu umat Budha disarankan untuk tidak bergaul dengan kelompok Islam Rohingya ini.

Kekerasan etnis di negara bagian Rakhine di barat Myanmar telah menewaskan lebih dari ratusan etnis Rohingya dan 100.000 orang hidup dalam situasi yang digambarkan kalangan lembaga kemanusiaa dalam “keputus asaan”. Sementara di saat yang sama, tokoh HAM seperti Aung Suu Kyi dianggap telah gagal berbicara.*

Rep: Thufail Al-Ghifari

Red: Cholis Akbar

Jum’at, 27 Juli 2012 Hidayatullah.com—

(nahimunkar.com)

(Dibaca 358 kali, 1 untuk hari ini)