• Dalam sidang suap Wisma Atlet dengan terdakwa Mohammad Nazaruddin, kesaksian Ismiyati Ketua DPC Partai Demokrat Gorontalo senada dengan pernyataannya di luar sidang yaitu membeberkan sejumlah uang dan barang yang diterimanya sepanjang Kongres Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum.
  • Saksi tersebut dihadirkan oleh Nazaruddin untuk membuktikan aliran dana dari Grup Permai ke Kongres Partai Demokrat.
  • Kali ini Nazar menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tahu mengenai pembagian uang ke sejumlah kader Partai Demokrat dalam Kongres Partai Demokrat.

Inilah berita-beritanya.

***

Nazar Bilang, SBY Tahu Soal Pembagian Uang di Kongres Demokrat

Senin, 12 Mar 2012 05:24 WIB

JAKARTA, -Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Mohammad Nazaruddin kembali berkicau disela sidang suap yang mendudukkan dirinya sebagai terdakwa. Kali ini Nazar menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tahu mengenai pembagian uang ke sejumlah kader Partai Demokrat dalam Kongres Partai Demokrat.

“Kalau soal bagi-bagi uang lima ribu, sepuluh ribu, lima belas ribu itu semua tahu kok, bahkan Ketua Dewan Pembina juga tahu kok,” paparnya kepada wartawan, Senin (12/3/2012).

Sidang Nazaruddin sendiri hari ini sengaja menghadirkan Ketua DPC Partai Demokrat Gorontalo, Ismiyati yang mengaku menerima sekitar 100 juta untuk memenangkan Anas Urbaningrum dan satu buah Blackberry. Saksi tersebut dihadirkan oleh Nazaruddin untuk membuktikan aliran dana dari Grup Permai ke Kongres Partai Demokrat.

Selanjutnya Nazar juga mengajak kepada Anas Urbaningrum untuk buka-bukaan terkait kasus dan money politic di Partai Demokrat. Menurutnya jika benar semua dibongkar republik ini akan bubar. “Kalau benar semua mau buka-bukaan, republik ini bisa bubar,” tandas Nazaruddin dengan yakin. [[ach/sr] RIMANEWS

***

Nazar Tuding Gede Pasek Terima 120 Miliar Uang APBN

Senin, 12 Maret 2012 15:57

Jakarta, Seruu.com – Terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games M Nazaruddin terus melontarkan tudingannya kepada kader-kader Partai Demokrat yang dianggap melakukan korupsi. Di Pengadilan TIndak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/3), Nazaruddin menuding Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardhika menerima uang proyek yang berasal dari APBN. Nilainya cukup fantastis, 120 Miliar Rupiah.

“Soal Gede Pasek nanti saya akan buka. Ada anggaran APBN 2011 yang mana jatah Rp120 miliar diserahkan dari Anggelina Sondakh sebagai koordinator, yang mengelola Gede Pasek,” kata Nazaruddin
Namun dia tidak menyebutkan, proyek apa yang dimaksud. Dia akan menyampaikan hal ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  [nurholis]

***

Nazaruddin : Saya Yakin Anas Akan Digantung di Tugu Monas

Senin, 12 Maret 2012 10:52

Jakarta, Seruu.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kembali menggelar sidang terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Palembang, Muhammad Nazaruddin di Jakarta, Senin (12/3) pagi.  Muhammad Nazaruddin sempat memberi keterangan sebelum sidang digelar. Ia mengatakan, yakin 100 persen Anas akan digantung.

“Maka Anas akan digantung di tugu monas, pasti akan, kalau benar dia bilang seperti itu. Karena dia memang nerima. Saya menjamin, di atas 100 persen apa namanya? Di atas 100 persen bener-bener anas menerima dan mengatur proyek Hambalang. Itu saya garansi 100 persen,” tegasnya jelang sidang, Senin (12/3/2012).

Pernyataan Nazaruddin tersebut menanggapi pertanyaan wartawan mengenai pernyataan Anas Urbaningrum pada hari Jumat lalu dimana ia siap digantung di Tugu Monas bila terbukti menerima 1 rupiah dari proyek Hambalang. [musashi]

***

Ismiyati Akui Terima Uang untuk Memenangkan Anas

Senin, 12 Maret 2012 12:52 WIB

Jakarta, (tvOne) – Mantan Ketua Partai Demokrat Gorontalo, Ismiyati, bersaksi dalam sidang lanjutan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa M. Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3).

Dalam kesaksiannya, Ismiyati mengungkapkan ada sejumlah uang yang diterimanya pada saat kongres Partai Demokrat. Menurutnya, uang tersebut diterima pengurus Partai Demokrat lainnya, dengan tujuan untuk pemenangan Anas Urbaningrum.

***

Ketua DPC Partai Demokrat Bersaksi, Anas Bagi Uang dan Blackberry

Jakarta, – Ketua DPC Partai Demokrat Gorontalo, Ismiyati hari ini, Senin (12/3/2012) dihadirkan menjadi saksi meringankan dalam sidang suap Wisma Atlet dengan terdakwa Mohammad Nazaruddin. Kesaksian Ismiyati senada dengan pernyataannya diluar sidang yaitu membeberkan sejumlah uang dan barang yang diterimanya sepanjang Kongres Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum.

Dalam sesi pertanyaan yang diajukan oleh Penuntut Umum. Ismiyati menjelaskan dengan gamblang bahwa ia telah menandatangani perjanjian komitmen dengan tim pemenangan Anas Urbaningrum. Ia juga memastikan bahwa ia memilih Anas Urbaningrum sesuai dengan komitmen yang telah disepakati tersebut.

Kemudian dalam sesi pertanyaan yang diajukan oleh terdakwa Nazaruddin, Ismiyati kemudian menegaskan orang-orang yang terlibat dalam kongres dan membagikan uang yang merupakan bagian dari komitmen fee pemenangan Anas Urbaningrum.

“Menurut yang saudara ketahui saudara Umar Arsal posisinya apa di Kongres Partai Demokrat.” tanya majelis Hakim mengambil alih pertanyaan Nazaruddin.

“Tim Pemenangan Anas Urbaningrum,” jawab Ismiyati, Senin (12/3/2012).

Hakim berulangkali mengambil alih pertanyaan yang diajukan Nazaruddin karena menurut majelis format pertanyaan Nazaruddin terkesan mengarahkan.

Lalu terkait dengan siapa saja tim pemenangan Anas Urbaningrum, Ismiyati lalu menyebut sejumlah nama diantaranya Angelina Sondakh, Nazaruddin, Saan Mustopa, Umar Arsal dan Ruhut Sitompul.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Gorontalo tersebut telah membuat pengakuan yang mecengangkan kepada media terkait dugaan money politics di Kongres Partai Demokrat. Ismiyati mengaku pernah menerima uang sekitar Rp 100 juta dari kubu Anas Urbaningrum saat kongres di Bandung.
Ia juga mengaku menerima uang secara bertahap yaitu Rp 7,5 juta sebagai uang transpor, Rp 15 juta sebanyak dua kali, 2.000 dolar AS, dan terakhir 5.000 dolar, plus sebuah BlackBerry Gemini. “Apa yang dikatakan Pak Nazaruddin (terdakwa M Nazaruddin) di persidangan mengenai bagi-bagi uang kepada para Ketua DPC itu memang benar adanya,” ujar Ismiyati (16/2).

Ismiyati mengungkapkan, pemberian uang terkait dengan pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang saat itu bersaing dengan Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie. Ditambahkan, sejumlah uang itu diterima di tiga tempat berbeda.

“Saya terima uang di Hotel Sultan Jakarta, Hotel Topaz Bandung, dan Hotel Aston Jakarta,” ujar Ismiyati. Menurutnya, di tiga hotel tersebut tim sukses Anas Urbaningrum bermarkas, begitu pula para pendukungnya.

Ismiyati menceritakan, sebelum terbang ke Jakarta ia mengikuti sosialisasi persiapan kongres Partai Demokrat di Manado dan Makassar. Saat sosialisasi ini Ismiyati mengakui dirinya mendapat pesan dari pihak tertentu untuk mendukung Andi Mallarangeng.

“Tapi saya tidak mau, karena sejak awal saya sudah komitmen untuk mendukung Anas Urbaningrum,”
jelasnya. Gayung bersambut, ternyata saat sosialisasi ini kubu tim pemenangan Anas Urbaningrum menjanjikan akan memberikan uang jika memilih Anas.

Usai sosialisasi , Ismiyati kembali lagi ke Gorontalo untuk persiapan menuju ke Jakarta. “Saat berangkat ke Jakarta saya diarahkan menuju Hotel Sultan. Di tempat ini saya diberikan uang Rp 15 juta,” ujarnya.

Dari Jakarta, Ismiyati bersama para Ketua DPC dari daerah lain diarahkan menuju Hotel Topaz, Bandung. “Di Hotel Topaz Bandung kami menginap semalam. Di tepat ini saya dapat tambahan uang Rp 15 juta rupiah,” tambah Ismiyati.

Sehari kemudian Ismiyati dan Ketua DPC pendukung Anas dipindahkan ke Hotel Aston. “Di Hotel Aston kami dapat uang lagi 2.000 dolar AS dan satu unit BlackBerry Gemini,” ungkap Ismiyati.

Semua uang yang diberikan ini diakui Ismiyati tujuannya untuk memilih Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Sebagai tanda dukungan kepada Anas Ismiyati mengaku diberikan jas berwarna biru bertuliskan Anas untuk Demokrat serta dapat ID card peserta yang berfungsi ganda sebagai tanda pengenal masuk ruang kongres. [musashi] Seruu.com Senin, 12 Maret 2012 10:49

(nahimunkar.com)

(Dibaca 805 kali, 1 untuk hari ini)