TRIBUN-TIMUR.COM – Aroma jual beli jabatan di lingkungan Kemenag RI terus bergulir.

KPK sudah menetapkan Ketum DPP PPP Romahurmuziy tersangka jual beli jabatan di Kemenag RI.

Ruangan Menteri Agama Lukman Hakimi Syaifuddin digeledah KPK.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur juga diboyong KPK ke Jakarta.

Ruangan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik juga digeledah KPK.

View this post on Instagram

@Regrann from @matanajwa – Kasus dugaan suap jual beli jabatan yang menyeret Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy menambah daftar ketum partai politik yang terjerat kasus korupsi. Sejauh ini, sudah 5 ketum yang terjerat KPK. Data @KPK_RI menunjukkan kasus korupsi anggota DPR & DPRD yang diusung parpol dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Sepanjang 2018 saja, setidaknya ada 103 wakil rakyat jadi aktor kasus korupsi. Praktik korupsi dan parpol terkait satu sama lain? Perilaku korup politikus terus saja terjadi, kader-kader parpol terus terciduk KPK, bagaimana integritas dan komitmen parpol dalam memberantas korupsi di negeri ini? Apa hukuman bagi parpol jika terbukti ada aliran uang haram yang masuk ke kas mereka? #MataNajwa, "Transaksi Haram Politik". Malam ini, LIVE 20.00 WIB di @officialTRANS7. #MataNajwaTransaksiHaramPolitik #MataNajwadiTRANS7 #NarasiTV #NarasiChannel #NaraZ

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

Bobrok jual beli jabatan di Kemenag juga jadi topik pembahasan di Mata Najwa Rabu (20/3/20190 tadi malam.

Mantan Irjen Kemenag RI M Jasin juga buka-bukaan dugaan jual beli jabatan di Kemenag.

Sebelumnya Prof Mahfud MD di ILC TV One mengungkap calon rektor UIN Alauddin Makassar diminta Rp 5 miliar jika ingin dilantik.

Prof Mahfud MD menjamin pernyataannya ini.

Mahfud MD blak-blakan mengenai jual beli jabatan di Kemenag ini saat live di ILC TV One Selasa (19/3/2019) malam.

Kini giliran eks Inspektur Jenderal Kemenag RI M Jasin angkat bicara. Kepala Kanwil Provinsi atau Kemenag

Provinsi diminta setoran Rp 4 miliar. “Itu isu yang ramai di era saya sebelum lengser,” kata M Jasin di Mata Najwa tadi malam.

Narasumber Mata Najwa juga menyebut potensi jual beli jabatan di Kemenag bisa terjadi hingga ke level penghulu.

Perselingkuhan politisi dan birokrasi sudah lama jadi gosip di negeri ini.

Talkshow Mata Najwa dipandu presenter cantik Najwa Shihab, Rabu (20/3/2019) tadi malam berlangsung seru.

Mata Najwa disiarkan Live Trans 7. Mata Najwa tadi malam membahas Transaksi Haram Politik.

OTT Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy oleh KPK jadi pemicunya.

Romi ketum parpol kelima yang ditangkap KPK.

Najwa Shihab juga memutar rekaman empat ketua umum parpol yang terbukti korup dan kini di Sukamiskin.

Najwa Shihab menemui langsung empat ketum parpol  yang dulunya dihormati kader dan elite partainya kini di ruang sempit penjara.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq korupsi kuota impor daging sapi.

Suryadharma Ali Ketum PPP

Anas Urbaningrum Ketum Demokrat

dan Setya Novanto Ketum Golkar.

Ini videonya perhatikan ekspresi masing-masing bekas ketua umum parpol ini:

Mata Najwa menghadirkan sejumalh narasumber tadi malam.

Ketua Bidang Hukum ICW Donal Fariz, Febri Diansyah Jubir KPK,  Waketum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, Nusron Wahid Wakil Ketua DPP Golkar. Juru Bicara PSI Dini Shanti, M Jasin eks Irjen Kemenag

Gosip Setoran Kepala Kanwil Provinsi  

Juga terungkap tadi malam, ada gosip jumlah setoran yang harus disetor kepala kemenag provinsi sebelum dilantik.

Pasca-penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy oleh KPK, partai berlambang Kabah itu mengadakan Mukernas untuk membahas kelanjutan kepemimpinan partai tersebut.

PLT Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menyatakan pihaknya sangat menyesali mengapa PPP bisa jatuh untuk kedua kalinya. “Sangat tragis,” katanya.

Suharso yang pernah menjadi menteri juga menegaskan, dirinya dulu menjadi menteri menjauhi urusan dengan partai.

“Saya ingin membuktikan, menteri partai juga bisa bekerja profesional dan bisa dipercaya,” ujarnya.

Namun, Suharso tidak menampik dirinya pernah mendengar rumor Romahurmuziy bermain jual beli jabatan di Kemenag.

“Saya dengar dari orang lain. Waktu itu tidak percaya, karena kedua kader ini yang terbaik,” jelasnya.

Koordinator Bidang Hukum ICW, Donal Fariz mengatakan dugaan keterlibatan Rommy sudah menjadi rumor di internal PPP.

“Saya tanya petinggi PPP, katanya sudah diingatkan berkali-kali. Berarti ini memang sudah diketahui,” ujarnya. Mantan Irjen Kemenag M. Jasin mengatakan di akhir 2016, ketua umum sudah aktif menemui kanwil-kanwil di daerah.

“Saya dikirimi foto-fotonya. Saya dengar ada banderolnya. Tapi belum kami tangani, sudah diminta mundur sama Menag. Kalau wilayahnya basah, antara Rp2-3 Miliar, ada yang dibanderol Rp4 M,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPP Gerindra Ferry Juliantono mengatakan bahwa penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy adalah konsekuensi penegakan hukum.

Menurut Ferry, masalah anggota atau pimpinan parpol yang terlibat korupsi, harus dipisahkan antara parpol dan kerjanya di lembaga.

“Memang, harus diakui biaya politik sekarang mahal. Tapi, kami ini oposisi, jadi tidak ada pengalaman cari celah korupsi di kekuasaan. Jadi, perlu diperhatikan, kalau parpol itu punya relasi kekuasaan dengan kementerian, harus dilihat motifnya, memperkaya diri sendiri atau untuk kepentingan partai,” ujarnya.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan dari kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK, lebih dari 60 persen terkait kasus politik. “Biasanya memang terkait suap. Jadi, KPK tidak ingin bicara korupsi politik soal penindakan. Perlu ada pencegahan, kami ingin memperkuat parpol tapi harus ada komitmen dari mereka,” kata Febri.

Soal komitmen parpol, Koordinator Bidang Hukum ICW Donal Fariz mengatakan, macetnya keinginan reformasi atau keterbukaan parpol itu ada di level elite atau ketum parpol.

“KPK sudah mengusulkan sistem transparansi dan keterbukaan, tapi yang setuju hanya satu partai,” kata Donal. Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid mengakui reformasi parpol justru dari civil society.

“Internal parpol malah rebut-rebutan jabatan politik. Harus diakui, hampir semua parpol yang sudah ada korupsi di DPR mengalami itu,” ujarnya.(tribun-timur.com/Mansur AM)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 615 kali, 1 untuk hari ini)