Bila selama ini dikenal adanya program pembatasan pertumbuhan Umat Islam dengan apa yang disebut keluarga berencana (tanpa mengikut sertakan orang Cina), Umat Islam masih belum faham bahwa itu sejatinya adalah untuk menekan jumlah umat Islam. Sekaligus menggesa agar yang bukan Islam terutama Cina tambah banyak jumlahnya.

Tidak fahamnya itu hampir sama dengan penggusuran ribuan pedagang-pedagang kecil di stasiun-stasiun sekarang ini dan tahu-tahu bertengger toko-toko mentereng milik orang berduit, hingga matilah ribuan pedagang kecil, sebaliknya makmurlah orang-orang berduit yang dipersilakan membuka toko-toko itu.  Itu masyarakat tidak faham bahwa itu adalah pembunuhan ekonomi terhadap orang-orang kecil, katakanlah Muslimin mayoritas. Dan Umat Islam pun tidak menyadari bahwa itu akibat nekatnya sendiri, sudah diwanti-wanti dalam Al-Qur’an, janganlah kalian memilih orang kafir sebagai pemimpin, ternyata nekat memilihnya.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران: 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali ‘Imran/ 3: 118).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٥٧)

57. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (QS Al-Maaidah/ 5: 57).

Ketika Umat Islam sendiri yang melanggar aturan dari Allah Ta’ala, lalu timbul akibat yang jelas-jelas menimpa Umat Islam seperti itu, maka perlu disadari, dan segera kembali mentaati Allah subhanahu wa Ta’ala, agar diampuni dan ditolong, baik di dunia maupun di akherat. Sebab makar jahat dari musuh-musuh Islam senantiasa disasarkan kepada Muslimin di mana saja. Di antaranya yang sedang dibicarakan ini.

Poligami pun dihalangi sedemikian rupa, sebagaimana para ekstrimis Budha di Burma – Myanmar  dalam memusuhi Islam sangat menghalangi poligami bagi Muslimin  Rohingnya. Menghalangi poligami dan membatasi jumlah anak bagi Muslimin Rohingnya dengan nama program keluarga berencana itu jelas-jelas tujuannya untuk memusuhi Islam, khawatir pertumbuhan Umat Islam menjadi banyak.

Jadi disamping mereka membunuhi orang Islam, masih pula membatasi kelahiran dan melarang poligami. Itu kerja musuh Islam yang terang-terangan, hingga kini Umat Islam sebagian baru faham.  Dan sebagian yang masih berfikiran waras, walau bukan Muslim, maka masih mau bicara bahwa itu diskriminasi terhadap Muslim.

Inilah beritanya.

***

Suu Kyi Kecam Pembatasan Anak untuk Muslim Rohingya

anak

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi mengkritik keputusan pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan lama yang membatasi keluarga Muslim Rohingya memiliki lebih dari dua anak.

Aung San Suu Kyi biasanya jarang mengomentari masalah Rohingya yang tidak dianggap sebagai warga negara Burma.

Tetapi kali ini pemimpin oposisi Burma mengatakan pembatasan anak keluarga Rohingya merupakan diskriminasi dan melanggar hak asasi manusia.

Pada Sabtu (25/05/2013), pihak berwenang di negara bagian Rakhine memberlakukan kebijakan dua anak di dua daerah, Maung Daw dan Bu Thee Daung.

“Berdasarkan instruksi ini, pria Rohingya diizinkan hanya mempunyai satu istri dan setiap pasangan suami istri hanya boleh mempunyai dua anak,” kata seorang pejabat kepada Reuters seperti dikutip BBC.

Menurut pejabat tersebut, anak ketiga dan seterusnya dianggap gelap. Larangan itu semula diterapkan pada 1994 dan penerapannya kendur selama beberapa tahun terakhir.

Namun komisi yang dibentuk untuk menyelidiki kerusuhan sektarian di Rakhine menyarankan perlunya pendidikan keluarga berencana untuk menangani pertumbuhan pesat penduduk Muslim.

Pejabat menuduh populasi Muslim biang kerusuhan

Sebelumnya, pejabat setempat mengatakan, pembatasan anak termasuk juga larangan melakukan poligami, akan diterapkan pada dua kota di Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh dan memiliki populasi Muslim tertinggi di negara bagian itu. Kota-kota itu adalah Buthidaung dan Maundaw, yang 95 persen penduduknya Muslim.

Pembatasan kepemilikan anak diterapkan seminggu lalu, setelah satu komisi yang ditunjuk pemerintah menyelidiki peristiwa kekerasan, menyampaikan usulan untuk meredakan ketegangan, termasuk program perencanaan keluarga untuk membendung pertumbuhan penduduk di kalangan minoritas Muslim, kata juru bicara negara bagian Rakhine, Win Myaing, dilansir The Indian Express.

Komisi itu juga merekomendasikan penambahan dua kali lipat jumlah pasukan keamanan di wilayah bergejolak.

Para pejabat menuduh, kenaikan penduduk Rohingya mempunyai andil dalam menimbulkan gesekan dengan penduduk dari komunitas Buddha.

Aung San Suu Kyi baru kali ini berkomentar terhadap kasus diskriminasi pada etnis Muslim. Biasanya ia banyak diam.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Selasa, 28 Mei 2013

Hidayatullah.com–

(nahimunkar.com)

(Dibaca 965 kali, 1 untuk hari ini)