• Aneh, Tidak Ada Pencoblosan Tapi Jokowi-JK Mendapat 100% Suara
  • Petugas KPPS di Nias Akui Coblos Sisa Kertas Suara untuk Jokowi-JK
  •  Pilpres 2014 Bermasalah, Hakim MK Minta Catatan Tertulis Berjenjang
  •  Perkataan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Barangsiapa Menipu Kami Maka Bukan dari Golongan Kami

Inilah beritanya.

***

 

Aneh, Tidak Ada Pencoblosan Tapi Jokowi-JK Mendapat 100% Suara

Dipublikasikan oleh KI007Tuesday, August 12th, 2014 – 06:31 pm

Jakarta (kompasislam.com) – Saksi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungkapkan tidak ada pemungutan suara saat Pilpres pada 9 Juli 2014 di Kampung Awa Butu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua. “Tidak ada aktivitas pemilihan, di kampung kami tidak ada di Kampung Awa Butu, tidak ada TPS, tidak ada bilik suara,” kata Novela Nalifa, saat bersaksi dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa. Ketika Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva menanyakan apakah ada petugas KPPS dan saksi lainnya. “Saya tidak tahu pak, jangan nanya saya. Saya di situ tidak tahu apa-apa karena tidak ada kegiatan pemilu,” kata Novela. Suasana sidang semakin meriah ketika Hakim Konstitusi Arief Hidayat menanyakan apakah ada kegiatan pemungutan suara di Distrik Paniai Timur, Novela tidak mau menjawab. “Saya tidak mau menjawab, saya hanya mau jawab di Kampung Awa Butu yang lain tanya ke penyelenggara,” katanya. Atas jawaban ini Arief Hidayat tidak mau melanjutkan pertanyaannya. “Kalau saya lanjutkan bisa kacau ini,” kata Arief. Saksi lainnya, Dedi Waluyo, mengungkapkan jika di Kabupaten Paniai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2014. “Di Distrik Mafia Barat dan Mafia Timur, itu tidak ada pelaksanaan pemungutan suara tapi saat di rekapitulasi tingkat Provinsi dua distrik tersebut ada hasilnya,” kata Dedi. Dedi mengungkapkan dalam hasil rekapitulasi tingkat provinsi disebutkan jika perolehan suara pasangan Nomor urut 1 Prabowo-Hatta mendapatkan suara kosong sedangkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan angka 100 persen. “Saat rekap itu, Distrik Mafia Barat DPT nya 6.828. Pasangan nomor 1 mendapatkan nol dan pasangan nomor 2 mendapatkan 6.828 suara. Untuk di Distrik Mafia Timur DPT nya 11.194, nomor urut 1 mendapatkan suara nol dan dan nomor urut 2 mendapatkan 11.194 suara,” ungkapnya. Ia mengatakan hal tersebut sudah di laporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, dan Bawaslu Papua sendiri mengakui jika di 2 distrik yang disebutkan tidak ada pelaksanaan pemungutan suara. “Bawaslu akhirnya merekomendasikan KPU Papua untuk melakukan pemungutan suara susulan, tapi sampai sekarang tidak ada itu pelaksanaannya,” tandas Dedi. Sidang lanjutan sengketa Pilpres di MK ini menghadirkan 25 saksi kubu Prabowo-Hatta. (aman/ant)

***

Petugas KPPS di Nias Akui Coblos Sisa Kertas Suara untuk Jokowi-JK

Jakarta (kompasislam.com) – Satunia Duha, anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Desa Bawolahusa, Kecamatan Mazino, Nias Selatan, mengaku pihaknya mencoblos kertas suara yang tidak terpakai untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Satunia, para anggota KPPS yang terdiri dari tujuh orang melakukan pencoblosan sendiri atas kesepakatan bersama. Pasalnya, sisa kertas surat suara masih banyak. “Anggota KPPS mencoblos sisa surat suara untuk pasangan nomor urut dua. (Saya) enam lembar yang lain dibagi-bagi,” ujar Satunia saat memberikan kesaksian sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di ruang sidang utama Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (12/8/2014). Satunia mengatakan jumlah pemilih yang terdaftar dalam pemilih tetap (DPT) adalah 99 pemilih. Sementara jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih adalah 42 orang. Untuk itu, sisa kertas suara yang berjumlah 57 ditambah dua cadangan kertas surat suara dicoblos oleh petugas KPPS. “Ini kesepakatan bersama yang mulia,” terang Satunia. Kesaksian Satunia sendiri sempat diprotes. Sebab, dirinya adalah penyelenggara Pemilu. Ketua Majelis Hamdan Zoelva pun sempat mengingatkan konsekuensi yang akan diterima jika Satunia tetap memberikan kesaksian.

Dipublikasikan oleh KI007Tuesday, August 12th, 2014 – 07:25 pm

***

Pilpres 2014 Bermasalah, Hakim MK Minta Catatan Tertulis Berjenjang

Dipublikasikan oleh KI007Tuesday, August 12th, 2014 – 07:03 pm

Jakarta (kompasislam.com) – Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar meminta Komisi Pemilihan Umum membuat catatan tertulis terkait pelaksanaan pemilihan presiden. Catatan itu terkait Daftar Pemilih Tetap, Daftar Pemilih Khusus dan  Daftar Pemilih Khusus Tambahan. “Saya meminta catatan tertulis, karena saya melihat banyak permasalahan di sini. Ini untuk evaluasi besar besaran,” katanya di gedung MK, Jakarta, Selasa 12 Agustus 2014. Tidak hanya itu, Patrialis juga meminta KPU juga melampirkan daftar suara sah, suara tidak sah dan suara tambahan secara berjenjang dari tiap daerah hingga ke tingkat pusat. Di persidangan lanjutan sengketa pilpres itu juga diungkapkan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres yang digelar pada 9 Juli 2014 lalu. Kecurangan disampaikan Irwansyah, saksi dari Nias Selatan, Sumatera Utara, yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Di muka persidangan, Irwansyah mengatakan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan jumlah suara nol. Selain itu juga  terjadi penggelembungan suara di wilayah itu. “Bukan cuma perolehan suara 100 persen di TPS. Di beberapa TPS ada yang lebih dari DPT,” katanya. Ia juga menjelaskan permasalahan DPT yang tidak jelas dalam pemilihan presiden lalu. Selain itu sistem pemilu dilanggar dengan terang terangan. “Ada orang meninggal ikut mencoblos. Orang tidak terdaftar ikut mencoblos,” ujarnya. Menurutnya Komisi Pemilihan Umum telah mendapat rekomendasi untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang. Namun ia mengatakan KPU telah melakukan pelanggaran karena tidak menjalankan rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu. “Sebenarnya, ada rekomendasi untuk ditinjau ulang pemungutan suara di seluruh TPS tersebut. Tapi, kata KPU kurang bukti sehingga rekomendasi dari Panwaslu tidak ditindaklanjuti,” ujarnya. Saksi lain Munaman Halal yang diberi mandat menjadi saksi di tingkat Panitia Pengawas Kecamatan menjelaskan kejanggalan terjadi di Desa Sisarahili Oyo, Kecamatan Lolowau, Nias, Sumatara Utara. Di desa itu, setidaknya ada dua TPS yang partisipasi pemilihnya mencapai 100 persen. “Di situ juga termasuk ada yang meninggal. Saya enggak melapor ke Panwaslu karena penyelenggara sudah pada bubar. Fakta ini ditemukan setelah hari pencoblosan,” ungkapnya. (aman/viva)

***

Perkataan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Barangsiapa Menipu Kami Maka Bukan dari Golongan Kami

Hadits Muslim 146

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ ح و حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ مُحَمَّدُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ كِلَاهُمَا عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Barangsiapa membawa pedang untuk menyerang kami, maka dia bukan dari golongan kami. Dan barangsiapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami. [HR. Muslim No.146].

Hadits Muslim 147

و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami. [HR. Muslim No.147]./ .mutiarahadits.com

صحيح مسلم ١٤٧: و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

Shahih Muslim 147: Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr semuanya dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail dia berkata, telah mengabarkan kepadaku al-Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah

bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: “Apa ini wahai pemilik makanan?” sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar manusia dapat melihatnya. Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.

– See more at: http://quran-sunnah.net.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.106 kali, 1 untuk hari ini)