Setelah Ayatullah Namir Baqir Namir yang jahat itu, Ayatullah Khamenei pemimpin tertinggi Negara Iran berpidato yang intinya:

Membunuh seorang alim yang ahli amar ma’ruf nahi anil munkar, yang cemburu kepada agama dan aqidahnya ini adalah sebuah kejahatan dan kesalahan. Sebab membunuh tokoh ini memiliki buntut panjang dan akan dibalaskan dendam untuknya. Hendaklah pemerintah Saudi mengetahui bahwa Allah akan membalas dendam kepada mereka.

Mengomentarai ucapan Ali Khamenei yang tidak pernah berhaji ke Ka’bah ini yang mengatakan mengatakan “mengapa orang Saudi tidak atau negara Islam tidak menghargai darah rakyatnya?, Ustadz Abdul Fattah Khidmati dari Iran (mewakili 25 juta Sunni Iran) berkata dan ditujukan kepada Ali Khamenei:

“Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan? Tanyakan kepada dirimu sendiri, berapa banyak ulama Ahlussunnah yang kamu bunuh? Berapa ulama Ahlussunnah yang kamu penggal kepalanya? Tanyakan kepada dirimu petaka yang datang kepadamu berupa kekeringan, kemelaratan dan ancaman keamanan. Bukankah ini hasil kezhalimanmu dan pembunuhanmu terhadap ulama Ahlussunnah? Sebagaimana ucapanmu sendiri bahwa orang zhalim harus membayar kerugian. Bukankah kalian sekarang harus membayar harga kezhalimanmu?

Bukankah ini hasil pembunuhanmu terhadap ulama Ahlussunnah?

Bukankah kalian membunuh lebih dari 70 ulama Ahlussunnah?

Bukankah kamu membunuh dan membantai lebih dari 70 ulama Ahlussunnah wal jamaah?

Siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan ini?

Wahai ayatollah Khamenei mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kerjakan?

Tanganmu berlumuran dengan darah para ulama Ahlussunnah yang ahli amar makruf nahi anil munkar, padahal mereka tidak pernah memprovokasi masyarakat untuk melawan kalian, bahkan mereka memuji kalian, akan tetapi kalian tetap membunuh mereka hanya karena mereka berdakwah kepada tauhid. Kalian takut kepada ilmu mereka dan akidah mereka. Maka lihatlah hukuman Allah atas dirimu. Seharusnya kamu mengatakan ucapanmu untuk dirimu sendiri. Namir Baqir al-Namir adalah provokator yang menyuruh manusia untuk membunuh dan membangkang pemerintah yang sah , dan dia mencaci maki para sahabat Nabi, mencaci maki pemerintah Saudi. Akan tetapi ulama Ahlussunnah yang kamu bunuh mereka hanya memerintahkan kepada yang baik dan melarang dari yang munkar, tidak pernah memprovokasi untuk melawan kalian. Dakwah mereka adalah tauhid. Mereka memperingatkan manusia dari syirik. Mereka mengajak kepada persatuan kaum muslimin, akan tetapi kalian kesal dan sesak dada kalian lalu kalian habisi mereka dan kalian bunuh satu persatu dan kalian cincang jasad mereka.

Sekarang lihatlah hukuman Allah atas kalian. Mengapa engkau mengatakan bahwa Baqir namir ahli amar makruf? Ulama Ahlussunnah semisal Syaikh Dhiyai dan Syaikh al-Kazhimi, Dr. Sayyad dan Mufti Zadah, Dr Muzhaffaryan, Syaikh Dahwari, mereka adalah ulama yang kamu bunuh dan kamu pancung dengan tuduhan wahabi salafi.

Bukankah kamu punya penasehat yang tulus menasehatimu dan mencegahmu dari kezhaliman dan pembunuhan? Kejahatan ini ada di dalam iran, tetapi kejahatan yang di luar Iran seperti Suria, kalian membunuh lebih dari 300.000 orang Suria, mengapa? Karena kalian ingin memasuki kawasan itu dan mengacaukan keamanannya. Maka lihatlah dan tunggulah hukuman Allah atas kalian dan atas setiap orang zhalim.”

Perhatikanlah, betapa tingginya tipu daya orang-orang syiah ini. Mereka penjahat berteriak penjahat. Seharusnya kedutaan mereka yang didemo bukan kedutaan Saudi

Sumber: gensyiah.com/ Abu Hamzah al-Sanuwi al-Jawi/ 11 January 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.348 kali, 2 untuk hari ini)