Masih ingat Mendagri memerintahkan penghapusan perda yang melarang miras (minuman keras)? Untuk apa itu?

Dulu Membuat Perda Wajib Baca Al-Quran, Kini Mencabut Perda Larangan Miras

15 January 2012 | Filed under: Dunia Islam,Featured,Headline,Indonesia,Tokoh | Posted by:nahimunkar.com

https://www.nahimunkar.org/10634/dulu-membuat-perda-wajib-baca-al-quran-kini-mencabut-perda-larangan-miras/ )

Orang yang berpikir sederhana pun faham bahwa itu untuk membela pengusaha minuman haram, sekaligus melawan Islam dan merusak Ummat Islam.

Sekarang ditambah bukti lagi, Mendagri melarang penggunaan APBD untuk membiayai pendidikan Madrasah.  Sehingga Menteri Agama mencak-mencak, mengajak menentang larangan penggunaan APBD untuk membiayai pendidikan Madrasah yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri itu.

Orang awam pun tahu bahwa larangan dari Mendagri  itu juga untuk memukul Ummat Islam, sekaligus merusak agama Islam, agar tidak dipelajari dengan baik (terbiayai) walau biaya asalnya juga dari Ummat Islam.

Meskipun demikian, sesama pelaksana pemerintahan, Menteri Agama juga sama dalam hal merusak Ummat Islam. Pemurtadan di perguruan tinggi Islam se-Indonesia dengan menjadikan pendidikan Islam dari Ahlus Sunnah ke pengajaran Islam ala Barat yang mengakibatkan tumbuh suburnya faham pluralism agama (kemusyrikan baru) semakin diintensipkan. (lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN).

Bahkan untuk sekolah menengah pun pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) dimasuki pula dengan apa yang disebut multikulturalisme, yang sejatinya hanya peningkatan dari pluralism agama alias kemusyrikan baru itu. (Awas, pemurtadan merambah pula ke tingkat sekolah menengah

4 April 2012 | Filed under: Aliran Sesat,Dunia Islam,Featured,Indonesia,Sepilis,Tokoh | Posted by:nahimunkar.com

https://www.nahimunkar.org/11897/awas-pemurtadan-merambah-pula-ke-tingkat-sekolah-menengah/ )

Disamping merusak Ummat Islam dengan pendidikan yang mengarahkan kepada kemusyrikan baru seperti itu, masih pula kementerian agama bergerilya untuk menyesatkan Ummat Islam lewat pendidikan yakni memasukkan ajaran syiah yang mengkafirkan Ummat Islam. Di antaranya, buku bermuatan syiah yang membahayakan Islam itu direstui secara resmi oleh Kemenag (sebagai proyek), dan di antara dananya ada yang kemungkinan dari APBD. Hingga ada buku bermuatan syiah yang ada pengesahan dari Kemenang, lalu ada capnya pula dari Pemda.

Nahimunkar telah memberitakan, sebagai berikut:

Hebat dan militan! Untuk mensyiahkan bangsa Indonesia, orang syiah menerbitkan buku-buku lalu disebar luaskan ke seluruh tempat yang bisa mereka jangkau. Salah satunya adalah buku-buku yang dikhususkan untuk anak SD dan secara khusus dibagikan di beberapa sekolahan di Sumatera Barat. Yang ajaib, pengadaan buku syiah tersebut menggunakan uang pemerintah! Ya pemerintah daerah.
Contohnya adalah buku yang berjudul Qalbun Salim ini:

Bk Qulsa_8246328537402

perhatikan tulisan di kover belakang buku :

Bk Qulsa_8246328537403

Cover buku yang isinya pengkafiran terhadap non syiah ini tertulis nomor Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama NOMOR DJ 1/375/2009.

Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Bergerilya Mensyiahkan Umat Islam?

19 December 2012 | Filed under: Aliran Sesat,Dunia Islam,Featured,Indonesia,Resensi Buku,Syi’ah,Tokoh | Posted by: nahimunkar.com

https://www.nahimunkar.org/19244/ditjen-pendidikan-islam-kementerian-agama-bergerilya-mensyiahkan-umat-islam/ ).

Itulah di antara bukti bahwa pelaksana pemerintahan negeri ini melaksanakan perusakan Ummat Islam. Itu belum masalah pembunuhan secara sadis dan dhalim di mana-mana dengan aneka kasusnya.

Meskipun demikian, ada kata-kata, sesama “musuh kucing” pun bisa bercakar-cakaran.

***

Menag Ajak Melawan Keputusan Mendagri

Minggu, 06 Januari 2013, 12:18 WIB

Republika/Agung Supriyanto

siswa-siswi-madrasah_8325642347REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Menteri Agama Suryadharma Ali menyerukan penentangan pada larangan penggunaan APBD untuk membiayai pendidikan Madrasah yang dikeluarkan Kementerian Dalam negeri. Menurutnya, kepala daerah harus mengubah peraturan itu.

Sebab, aturan Menteri Dalam Negeri tersebut dinilai keliru. Suryadharma Ali menilai keputusan Mendagri dalam peraturan itu sangat diskriminatif. Alasan bahwa agama menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dan harus bebas dari APBD merupakan kesalahan. Sebab, dalam agama, tidak ada anak daerah atau anak pusat. Yang ada anak bangsa.

“Kepala daerah dari partai politik harus merubah aturan yang melarang APBD untuk madrasah,” himbau Menteri Suryadharma Ali saat bertemu kepala daerah seluruh provinsi Sumatera Barat di Padang, Minggu (6/1).

Suryadharma Ali menambahkan, kepala daerah pasti memiliki pengaruh baik di tingkat masyarakat maupun di lingkup partainya. Sebab itu, peran kepala daerah dan pemimpin politik pasti memberi pengaruh untuk mengubah aturan keliru tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, banyak partai yang bisa digunakan untuk merubah peraturan itu. Pemimpin politik harus merespon aturan yang dikeluarkan Mendagri tersebut. Sebab, masalah agama saat ini menjadi penting dalam penyelesaian masalah bangsa.

“Pendidikan oleh Dikbud (Kemendikbud) boleh menggunakan APBD, tapi yang di Kemenag, tidak boleh,” tegas Menag.

Redaktur: Abdullah Sammy

Reporter: Agus Raharjo

***

Sesama perusak kadang agar tampak tidak. Bagi yang faham, maka semuanya sudah jelas nyata. Tinggal siapa yang membela agama Allah maka Allah akan menolongnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (7) وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (8) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (9) أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا (10) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَى لَهُمْ (11)  [محمد : 7 – 11]

7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

9. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

10. Maka Apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.

11. yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung. (QS Muhammad/ 47: 7-11).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.788 kali, 1 untuk hari ini)