MESKI sempat ditolak massa, perayaan ritual Asyuro Syiah yang diselenggarakan Ikatan Jamaah Ahul Bait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari pimpinan Jalaluddin Rakmat tetap berlangsung.
Acara perayaan kaum Syiah ini bahkan dihadiri oleh tokoh Ahmadiyah dan Katolik. Selain itu juga dihadiri Alawi Nurul Alam Al-Bantani, dari Tim Aswaja Center.
“Saya undang Romo Agus karena ada kaitan antara Husein dan Romo Katolik dulu,” kata Jalaluddin Rakhmat di Bandung, Senin (3/11). Romo Agus dari Keuskupan Bandung. Sementara itu, Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Eki Subandi pun mengakui beberapa kali hadir dalam acara Syiah.
“Saya tiga kali saya ikut, tahun lalu di Muthahari, kali ini Saya hadir diundang kawan-kawan Ijabi, suatu tanda bahwa walau berbeda tapi kita satu umat,” kata Subandi.
Ia tak lupa menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Jalal di DPR.
“Beliau mewakili kita di Senayan. Semoga ada perubahan positif,” katanya.
Perayaan Asyuro yang digagas Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari yang dibina Jalaluddin Rakhmat di Bandung setidaknya dihadiri seribuan jamaah yang berasal dari pelbagai wilayah di Jawa Barat, khususnya siswa-siswi dari Sekolah Muthahari, di Lucky Square Bandung.
Beberapa peserta tak hanya berasal dari Bandung namun juga simpatisan Ijabi dari pelbagai wilayah di Jabar seperti Garut, Tasik, Kabupaten Bandung, dll.
Sebelumnya, ratusan massa ormas Islam di Bandung sempat keberatan dan menolak terselenggaranya acara ini.

Menanggapi hadirnya kehadiran Ahmadiyah dan juga tokoh Katolik, Sekjen Dewan Dakwah Islamiyyah (DDII) Jabar, Roinul Balad mengaku tak merasa aneh.

“Ahmadiyah, Syiah, dan lainnya apa bedanya?” ungkapnya. /Kiriman Pipin-Lesus
Islampos, Selasa 11 Muharram 1436 / 4 November 2014 19:42
________________________________________
***
Dalilnya:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah: 120).

 تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

80. kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya Amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, Yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.
81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80-81).

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآْخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَِ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. “ (Al-Mujadilah : 22).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 699 kali, 1 untuk hari ini)