Malaysia – Para pemimpin Islam Federal Malaysia telah menyatakan haram buku tentang pendiri Singapura Lee Kuan Yew yang isinya mendesak Muslim di Singapura agar “tidak ketat pada kegiatan ibadah Islam-nya.”

Buku berjudul Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going, yang merupakan hasil wawancara dan diterbitkan pada Januari lalu, termasuk dalam daftar 15 buku yang dinyatakan haram oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim).

Divisi Penelitan dan Perencanaan Jakim menegaskan, keputusan itu dibuat ketika komite melakukan sensor terhadap penerbitan yang bersinggungan unsur-unsur Islam pada bulan Oktober.

Namun, Direktur Divisi dan Direktur Umum Jakim Datuk Othman Mustapha tidak menanggapi pertanyaan, mengapa keputusan itu baru dibuat sembilan bulan setelah buku tersebut bertengger di rak-rak di Malaysia. Demikian tulis The Insider Malaysia, Kamis (8/12/2011).

Menurut prosedur, daftar buku yang dinyatakan haram akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri untuk tindakan lebih lanjut. Tetapi belum jelas apakah Kementerian Ddalam Negeri akan mengikuti dan melarang buku tersebut.

Pejabat Jakim sebelumnya, Datuk Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz mengatakan pada Februari bahwa Lee tidak berhasil mengembangkan pola pikir masyarakat Singapura karena ia “masih dipengaruhi oleh lanskap tahun 1960-an yang penuh dengan prasangka dan praduga terhadap umat Islam.”

Lee, yang pernah menjadi PM Singapura, menteri senior, dan penasihat menteri selama 52 tahun sebelum pensiun pada Mei, mengatakan dalam buku ini bahwa umat Islam di Singapura secara sosial “berbeda dan terpisah”, untuk itu harus “tidak ketat pada pelaksanaan peribadatan Islam-nya” untuk membantu integrasi dan proses penyatuan pada “negara kota” tersebut.

Komentarnya ini menyebabkan perdebatan bagi kelompok-kelompok Muslim  Melayu, dan mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad menuduh Lee tidak memiliki rasa hormat terhadap agama.

Lee kemudian menarik pernyataannya Maret lalu menjelang pemilihan umum di pulau yang memiliki 15 persen penduduk Melayu-Muslim.

Putranya Lee Hsien Loong yang memimpin Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party) yang berkuasa, mengalami keterpurukan dalam pemilihan umum tahun ini. Hanya mendapatkan 60 persen dukungan rakyat.

Lee, 88, bulan lalu mengaku menderita penyakit syaraf selama dua tahun terakhir yang menyebabkan tidak mampu berjalan tegap.

Buku-buku lain dalam daftar haram termasuk “Sebongkah Batu Di Kuala Berang” oleh Faisal Tehrani, “Mengenal Diri: Ilmu Peninggalan Tok Kenali” oleh Mohd Yusof Che Wook, dan “Ajaran Al-Qur’an” oleh HU Weitbrecht Stanton.*

Rep: CR2

Red: Syaiful Irwan Kamis, 08 Desember 2011 Hidayatullah.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 443 kali, 1 untuk hari ini)