CIMAHI– Konten materi dan foto ilustrasi pada buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bagi siswa kelas XI tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 dinilai terlalu vulgar bagi para pelajar. Hal itu bisa menimbulkan pemahaman negatif dan pelajar malah bisa meniru adegan dalam ilustrasi tersebut.
Seperti diungkapkan guru pendidikan jasmani SMAN 3 Cimahi Egi Andrian, di Jln. Pesantren Kota Cimahi, Rabu (15/10/2014). “Dari segi materi bisa disampaikan kepada siswa dengan pemahaman dari guru, tapi kalau lihat ilustrasi bukunya kok agak rancu ya,” ujarnya, dikutip dari Pikiran Rakyat Online Kamis (16/10/2014).
Buku PJOK untuk siswa kelas I semester 1 diterbitkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014. Materi tersebut berada pada bab Pelajaran X ‘Memahami Dampak Seks Bebas’ dalam 9 halaman mulai halaman 123-131.
Isi materi memaparkan definisi seks bebas, penyebab seks bebas, juga dipaparkan tentang dampak seks bebas mulai dari kehamilan, aborsi, penyakit kelamin, hingga gangguan kejiwaan.

Yang dinilai paling rancu, menurut Egi, yaitu gambar ilustrasi pada buku tersebut. Di antaranya gambar pelajar pria-wanita berseragam sambil pegangan tangan, seseorang yang sedang melihat film porno, sampai gambar pelajar pria berpeci dan wanita berjilbab sebagai ilustrasi cara pacaran sehat.

“Memang belum dibahas di kelas karena baru 2 bulan. Saat ini masih materi permainan olahraga. Tapi, buku ini dibagikan ke siswa dan dibawa ke rumah,” ucapnya.
Atas temuan tersebut, lanjut Egi, para guru penjaskes akan melakukan pembahasan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Penjaskes SMA/SMK Kota Cimahi. “Kami harap siswa jangan dulu mengartikan sendiri isi materi sebelum mendapat penerangan dari guru,” katanya. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Jum’at, 24 Zulhijjah 1435 H / 17 Oktober 2014 21:00

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.420 kali, 1 untuk hari ini)