Kami sangat berharap pihak terkait, Yayasan Al-Kahfi dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk sesegera mungkin untuk menghanguskan buku ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Buku ini berisi tentang penyudutan Agama, yaitu Agama Islam. Ini adalah pelanggaran dan Yayasan Al-Kahfi serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus bertanggung jawab dengan semua ini.

buku yayasan alkahfi

Buku yang disusun oleh Yayasan Al-Kahfi ini, bisa saja membangkitkan amarah umat Islam yang isinya mendiskriminasikan ajaran Islam, protes PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah kepada Yayasan Al-Kahfi yang diberitakan sangpencerah.com.

Buku ini memang sangat berkerakter, tapi BERKERAKTER UNTUK MENIMBULKAN KEBURUKAN. Jangan mempropokasi siswa untuk melakukan keburukan melalui faham-faham yang seperti ini.  Ujar Musliadi (Kabid Kajian Dakwah Islam PP IPM)

Inilah beritanya

***

Kritikan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah kepada Yayasan Al-Kahfi

 Artikelkhazanahopini

khazanah opini

Buku yang di susun oleh yayasan Al-Kahfi Jakarta dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini menjadi topik pembicaraan yang hangat dalam minggu ini. Buku yang berjudul Program Pelajar Jakarta Berkarakter, upaya mengatasi pelajar tawuran, kenakalan remaja dan radikalisme dikalangan pelajar, adalah buku yang sangat mengejutkan dan menjadi perhatian yang sangat serius dikalangan pendidikan. Buku ini berisi tentang penyudutan Agama, yaitu Agama Islam. Ini adalah pelanggaran dan Yayasan Al-Kahfi serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus bertanggung jawab dengan semua ini.

Buku yang disusun oleh Yayasan Al-Kahfi ini, bisa saja membangkitkan amarah umat Islam yang isinya mediskriminasikan ajaran Islam. Sebenarnya, yang menyusun buku ini Orang Muslim atau bukan??? Karna orang Muslim, yang faham dengan agamanya tidak akan melakukan hal yang sangat memalukan ini, jelas terbukti bahwasanya Agama Islam itu adalah agama yang damai, indah dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Agam Islam ini bukan agama main-main yang panduannya dibuat oleh manusia dan bisa direfisi, agama Islam ini sudah banyak yang menagkui kebenarannya, dalam Islam tidak ada yang menganjurkan untuk melakukan kekerasan, apalagi melakukan terorisme. Buktinya, coba aja deh liat di media-media banyak orang Eropa dan Amerika yang telah mengucapkan Dua Kalimat Syahadat sebagai bukti bahwa Islam itu memang Agama yang damai, dan indah. Moskow aja telah menjadi kota Muslim terbesar di Eropa (Baca Arrahmah.com). dan banyak lagi negara-negara di Eropa yang kuantitas umat muslimnya meningkat. Apabila belum menemukan indahan dan kedamaian dalam Islam, minimal jangan menjelekkan deh.

Jika yang menyusun buku ini tidak faham dengan ajaran Islam, jangan sok deh untuk mengkaji Islam. Karna hanya keburukan yang akan tercipta jika memahami Islam itu berdasarkan ketidak sukaan. Coba deh kita mencoba untuk memahami, siapa sih yang sebenarnya dikatakan teroris itu???

Orang yang melakukan pembelaan terhadap diri jangan di bilang teroris, banyak itu orang diluar Islam yang melakukan pembunuhan terhadap umat Islam yang tidak bersalah, kenapa mereka tidak dikatakan teroris, jika berbicara tentang ISIS dan yang sejenisnya, itu adalah sebuah konspirasi dan ada pihak-pihak di belakang mereka, jadi jangan hanya bisa menyalahkan dan tidak mau memahami, percuma memiliki ilmu dan pemahaman jika tidak mau untuk memahami dan melakukan kebijaksanaan.

Masalah kenakalan remaja itu atau tawuran, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya. Bisa saja karna faktor keluarga, faktor lingkungan dan sangat bisa karna faktor guru yang hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu doang, dan berorientasi uang saja, bukan untuk mendidik pelajar menjadi orang yang terpelajar. Jadi jangan mengkambing hitamkan yang lain jika para guru saja tidak bisa menjadi figur bagi pelajar itu sendiri.

Buku ini memang sangat berkerakter, tapi BERKERAKTER UNTUK MENIMBULKAN KEBURUKAN. Jangan mempropokasi siswa untuk melakukan keburukan melalui faham-faham yang seperti ini.  Ujar Musliadi (Kabid Kajian Dakwah Islam PP IPM)

Kami sangat berharap pihak terkait, Yayasan Al-Kahfi dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk sesegera mungkin untuk menghanguskan buku ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Salam Hormat,
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Berkarya Tiada Henti, menginsfirasi negeri

sangpencerah.com

***

Kasus Buku Yayasan AlKahfi Jakarta: Kadisdik Minta Maaf ke MUI DKI Jakarta

September 4, 2015

DP

JAKARTA- Dunia pendidikan digemparkan dengan beredarnya buku yang berjudul“Progam Pelajar Jakarta Berkarakter” yang diterbitkan olehYayasan AlKahfi Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta . Buku ini dinilai oleh pihak-pihak yang menyoalkan sebagai buku propaganda atheis.

Terlepas dari polemik isi buku tersebut, salah atau benar, yang jelas, nama MUI Provinsi DKI Jakarta sempat terseret dalam kasus ini. Ini bermula dari tanggapan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Arie Budhiman, seperti yang dilansir oleh Liputan6.com,yang mengatakan,”Intinya bukunya itu tidak sama sekali bertentangan dengan ajaran agama. Apalagi pembina yayasan Al Kahfi itu kan orang MUI juga. Jadi sudah di-endorse sama MUI.”

MUI yang dimaksud Arie Budhiman adalah MUI Provinsi DKI Jakarta. Dikarenakan di dalam buku ini terdapat kata sambutan dari DR. Samsul Ma’arif, MA yang menuliskan jabatannya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU dan Sekjen MUI DKI Jakarta, yang juga merupakan Dewan Penasehat Yayasan Al Kahfi Jakarta.

Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. Zulfa Mustofa telah mengirimkan SMS kepada Arie Budhiman sebagai bentuk klarifikasi yang intinya bahwa MUI Provinsi DKI Jakarta tidak pernah memberikan endrosment atau pun rekomendasi terhadap buku terbitan Yayasan AlKahfi Jakarta tersebut.

Mendapat SMS tersebut, Arie Budhiman membalasnya dengan SMS permohonan maafnya kepada KH. Zulfa Mustofa yang mewakili MUI Provinsi DKI Jakarta. Pada hari Kamis, 3 September 2015, Arie Budhiman mengirimkan surat resmi permohonan maaf atas nama pribadi dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta kepada Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor Surat 6132/-1.851 atas persoalan buku terbitan Yayasan Alkahfi tersebut yang terkait dengan eksistensi MUI Provinsi DKI Jakarta (Isi surat pada foto).

Menanggapi permohonan resmi Kadisdik DKI Jakarta tersebut, KH. Zulfa Mustafa sebagai Sekum MUI Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa jika sudah memohon maaf ya sudah dimaafkan. MUI DKI Jakarta hanya minta klarifikasi dan agar tidak dibawa-bawa dalam kasus buku Yayasan Alkahfi Jakarta tersebut. *** (Rakhmad Zailani Kiki)/ muidkijakarta.or.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.963 kali, 1 untuk hari ini)