Bulan Suro – Muharram dengan Aneka Rupa Kemusyrikan

Adat kebiasaan (sedekah bumi) sedemikian itu H A R A M. (KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA (NU) KE-5 di Pekalongan, pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1349 H / 7 September 1930 M.)

 


Ilustrasi. Larung sesajen, upacara kemusyrikan. Foto / dok. Net. Ist.

 

BERMULA DARI BID’AH HASANAH, LAHIRLAH SYIRIK HASANAH. BULAN MUHARRAM/SURO ADALAH BULAN PENUH TAKHYUL,SYIRIK DAN BID’AH

Bismillahirrahmanirrahim

Bulan Muharram atau Bulan Suro bagi sebagian besar umat Islam (yang mengagungkan adat walau bisa bertabrakan dengan aqidah, red NM) mengandung beberapa sisi, yaitu:

1. Sebagai bulan sial untuk melakukan suatu hajatan penting,seperti pernikahan, sunatan, bangun atau pindah rumah.

2. Sebagai bulan keramat yang mengandung berkah, maka di dalamnya banyak dilakukan ritual-ritual memburu berkah seperti upacara adat persembahan tumbal atau sesajen, atau membeli perabot rumah tangga.

3. Sebagai bulan suci, khususnya bagi orang-orang Syiah yang didalamnya dilakukan perayaan Hari Asyura dengan berbagai ritual, seperti menyakiti diri, ratapan massa dan mandi kotoran wali.

Dari ketiga sisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa:

1. Bulan Muharram adalah bulan yang mengandung takhyul,yaitu takhy ul waktu baik, (demikian itu adalah) akidah umat yang buruk akhlaknya terhadap Allah karena telah mencela waktu, padahal Allah lah pencipta waktu itu. Bagi Allah semua waktu adalah sama yaitu siang untuk mencari rezki dan malam untuk istirahat. Tidak ada waktu yang sial, melainkan manusialah yang sial karena menyia-nyiakan waktu.

2. Bulan Muharram adalah bulan yang mengandung bid’ah yang didalamnya orang yang mengaku ahlussunnah melakukan amalan-amalan bid’ah.

3. Bulan Muharram adalah bulan yang mengandung syirik,yang didalamnya orang-orang musyrik melakukan ritual-ritual syirik kepada penguasa-penguasa mereka demi mendapatkan berkah,dengan nama yang (seolah) islami seperti sedekah laut atau sedekah bumi.

Dan semuanya itu bermula dari bid’ah hasanah yang membolehkan seseorang melakukan amalan apa saja yang penting niatnya baik.

Via fb


Elsah As Sunnah

 bersama 

 

Sukendar Kendar

Dibagikan di fb oleh

 

Abu Haekal Sularso bersama Drajat Mueri dan

26 lainnya

***

Hukum Sedekah Bumi, Larung Sesajen dan Labuhan Gunung


Posted on 15 Oktober 2018

by Nahimunkar.org

 

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA (NU) KE-5 di Pekalongan, pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1349 H / 7 September 1930 M. Lihat halaman : 56-57.

 

 


foto teks/ konsultasisyariah.in Diterbitkan 10/20/2018

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya mengadakan pesta dan perayaan guna memperingati Jin penjaga desa (Mbaureksa: jawa). Untuk mengharapkan kebahagiaan dan keselamatan dan kadang terdapat hal-hal yang mungkar. Perayaan tersebut dinamakan “Sedekah Bumi” yang biasa dikerjakan penduduk desa (kampung), karena telah menjadi adat kebiasaan sejak dahulu kala ?

Jawab:

Adat kebiasaan sedemikian itu H A R A M.

 

___________________________________________

Dikutip dari buku : “Masalah Keagamaan” hasil Muktamar/Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang, Kata Pengantar Menteri Agama Maftuh Basuni.


 https://www.slideshare.net/zikoardiansyah/kelompok-5-66326937

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالأنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَائِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَائِهِمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS. Al An Aam : 136)

{… فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ} [المائدة: 49]

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan
musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al Maidah : 49)

PANDANGAN ISLAM

عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَلْمَانَ، رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: «دَخَلَ رَجُلٌ الْجَنَّةَ فِي ذُبَابٍ، وَدَخَلَ آخَرُ النَّارَ فِي ذُبَابٍ»، قَالُوا: وَكَيْفَ ذَاكَ؟ قَالَ: ” مَرَّ رَجُلَانِ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ عَلَى نَاسٍ مَعَهُمْ صَنَمٌ لَا يَمُرُّ بِهِمْ أَحَدٌ إِلَّا قَرَّبَ لِصَنَمِهِمْ، فَقَالُوا لِأَحَدِهِمْ: قَرِّبْ شَيْئًا، قَالَ: مَا مَعِي شَيْءٌ، قَالُوا: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، فَقَرَّبَ ذُبَابًا وَمَضَى فَدَخَلَ النَّارَ، وَقَالُوا لِلْآخَرِ: قَرِّبْ شَيْئًا، قَالَ: مَا كُنْتُ لِأُقَرِّبَ لِأَحَدٍ دُونَ اللهِ فَقَتَلُوهُ فَدَخَلَ الْجَنَّةَ ” [رواه أحمد].

Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah bersabda :

“Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang yang masuk neraka karena seekor lalat pula.” Para sahabat bertanya: “Bagaimana hal itu, ya Rasulallah. Beliau menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, yang mana tidak seorangpun melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu, berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut: “Persembahkanlah kurban kepadanya”. Dia menjawab: “Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersembahkan kepadanya.”Merekapun berkata kepadanya lagi: “Persembahkan, sekalipun hanya seekor lalat. Lalu orang tersebut mempersembahkan seekor lalat dan merekapun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanannya. Maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian berkatalah mereka kepada seorang yang lain: “Persembahkanlah kurban kepadanya.”Dia menjawab : Aku tidak patut mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla.” Kemudian mereka memenggal lehernya. Karenanya, orang ini masuk surga.” (HR. Ahmad dengan sanad yang lemah)

Status hadits:

Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu. Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 1: 203, Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnafnya 6: 477, 33028. Hadits ini mauquf shahih, hanya sampai sahabat. Lihat tahqiq Syaikh ‘Abdul Qodir Al Arnauth terhadap Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal. 49, terbitan Darus Salam.

Al Hafizh mengatakan bahwa jika Thoriq bertemu Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka ia adalah sahabat. Kalau tidak terbukti ia mendengar dari Nabi, maka riwayatnya adalah mursal shohabiy dan seperti itu maqbul atau diterima menurut pendapat yang rojih (terkuat). Ibnu Hibban menegaskan bahwa Thoriq wafat tahun 38 H. Lihat Fathul Majid, hal. 161, terbitan Darul Ifta’.

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3014-hanya-karena-sesaji-berupa-lalat-membuatnya-masuk-neraka.html

QS. A L – B A Q A R A H

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ

2:170. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?

QS. A L – M A A I D A H

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ

5:104. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

QS. A L – A ‘ R A F

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إِنَّ اللَّهَ لا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

7:28. Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ

7:71. Ia berkata: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu”. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu”.

QS. Y U N U S

قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الأرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ

10:78. Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? kami tidak akan mempercayai kamu berdua.

QS. Y U S U F

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ أَمَرَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

12:40. Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

QS. I B R A H I M

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

14:10. Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa yang ditentukan?” Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.

QS. A L – K A H F I

مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

18:5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

Wallahu ‘alam

Anwar Baru Belajar

https://www.facebook.com/notes/anwar-baru-belajar

***

***

Tuntunan Islam.

 
 

MENYEMBELIH TUMBAL ADALAH KESYIRIKAN .

Tumbal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki 2 makna:

  1. sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dan sebagainya); tolak bala;

  2. kurban (persembahan dan sebagainya) untuk memperoleh sesuatu (yang lebih baik); .

 Keduanya jika ditujukan kepada selain Allah maka merupakan syirik akbar. Karena menyembelih yang demikian merupakan ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. .

 Allah Ta’ala berfirman: .

 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ .

“Shalatlah untuk Rabb-mu dan menyembelihlah (untuk Rabb-mu)” (QS. Al Kautsar: 2) .

 Semestinya yang dilakukan oleh seorang Muslim adalah:

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

 “Sesungguhnya shalatku, sembelihan, hidupkan dan matiku, hanya untuk Rabb semesta alam” (QS. Al An’am: 162) .

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

لعن اللهُ مَن ذبح لغيرِ اللهِ .

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR. Muslim no. 1978) .

 Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan: .

 الذبح لغير الله منكر عظيم وهو شرك أكبر سواء كان ذلك لنبي أو ولي أو كوكب أو جني أو صنم أو غير ذلك .

Menyembelih untuk selain Allah adalah kemungkaran yang besar dan termasuk syirik akbarBaik sembelihan tersebut dipersembahkan untuk Nabi, atau untuk wali, atau untuk bintang-bintang, atau untuk jin, atau untuk berhala, atau untuk makhluk yang lain” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 6/360) .

 Wallahu a’lam. .

  Yulian Purnama .

#instagram  #islam  #kajianislam    @riandisaputrash . follow : . @ryan_abu_zahroh_sh . ?

12:09am 08/29/2018 https://www.picbon.com/media  ryan abu zahroh sh dtt ( @ryan_abu_zahroh_sh )

***

Kesesatan tertinggi adalah menyekutukan Allah dengan selain-Nya. Itulah kemusyrikan/ syirik-kesyirikan.

Siapapun, ketika keyakinannya sudah sesat, maka cara berfikir, pandangan hidup, dan prakteknya akan menyimpang. Hingga setan pun dipuja, lalu manusia yang salah pun dibela bila dianggap sebagai rekan setan, agar dengan cara membela rekan setan itu akan mendapatkan perlindungan dari setan. Untuk mendapatkan sesuatu dari setan, dilakukanlah apa saja yang menjadi ridhonya setan. Sampai berdoa dan menyembah yang hanya untuk Allah pun sampai dikorbankan menjadi demi setan (dengan ritul pakai sesajen, tumbal, larung laut, sedekah bumi dan sebagainya). Itulah kemusyrikan, dosa terbesar kejahatan dan kesesatan paling dahsyat.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ(5)

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka? (QS Al-Ahqaf/ 46: 5).

***

Orang yang mati dalam keadaan musyrik, haram masuk surga

Orang yang mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya,) haram masuk surga, dan pasti kekal di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Sahabat Jabir Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu bertanya, “Ya Rasulallah, apa dua hal yang paling menentukan?” Beliau menjawab,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهُ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

Siapa yang mati sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, pasti ia masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka.” (HR. Muslim)

 
 

***

Ritual Syirik, Sesajen untuk Setan


 

Posted on 15 Mei 2016 – by Nahimunkar.org

Karanganyar Tenteram


 

RITUAL JULEN

Ritual Julen Cembengan di Pabrik Gula Tasikmadu digelar Kamis sore ini (12/5/2016). Ritual Julen atau pemasangan sesaji berupa 7 kepala kerbau yang di arak kemudian ditempatkan di dalam pabrik gula.

Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya. Setelah dilakukan pembacaan doa, aneka sesaji, terutama tujuh kepala kerbau, diletakkan di bagian bawah mesin produksi.

Ritual ini mengawali rangkaian upacara adat Cembengan pembukaan musim Giling Tebu 2016 di Pabrik Gula Tasikmadu peninggalan Mangkunegara IV abad 19.

Puncak ritual cembengan hari Jumat, digelar prosesi kirab tebu temanten dan pertunjukan reog . Malamnya pentas wayang kulit.

Foto by Yoyok Sunaryo

***

Ndak boleh ini ya, ini perbuatan syirik yakni membuat sesembahan dengan sembelihan untuk selain Allah.

Dalil yg melarang :

Firman Allah  :

وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

(Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi,) (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah… [QS.al-Maidah:3]

Juga sabda Nabi  :

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ

Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah [HR. Muslim no. 1978]

Kalau mau selamat ya hati hati kerjanya harus pakai safety keamanan mengikuti SOP, kalau mau doa ya doa aja kapan saja terutama diwaktu mustajab tanpa perlu potong kepala kerbau, kalau takut diganggu makhluk gaib ya baca di dalam pabrik situ surat al baqarah dan disamping itu juga masing2 pekerja pabrik membentengin diri dgn membaca dzikir pagi sore, islam ini mudah tidak memberatkan, 1 kerbau itu mahal loh.

Semoga Allah  memberikan petunjuk pada kita semua untuk senantiasa berada di atas tauhid dan menjauhi kesyirikan.

Via FB Hadis Shahih

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 332 kali, 1 untuk hari ini)