Buntut Kasus Muwafiq, Banser Pagar Nusa VS Ormas Islam, Bentrok di Depan Kantor PCNU Solo Jawa Tengah


Bentrok dua kubu terjadi di depan Kantor PCNU Solo, Banser dan Pagar Nusa anak Nahdatul Ulama (NU) terlibat bentrok dengan Ormas Islam di depan Kantor PCNU Solo, Jumat (6/12) sore.


Meskipun tidak ada korban jiwa, namun suasana Jalan Honggowongso, Solo, Jawa Tengah, sempat mencekam.

Pantauan di lapangan, peristiwa tersebut bermula saat puluhan massa ormas Islam dalam perjalanan pulang setelah mengikuti aksi unjuk rasa menuntut Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq diproses hukum. Massa menilai Gus Muwafiq melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Aksi demo sendiri berlangsung di depan Mapolresta Solo dan setelah bubar, sebagian massa memilih pulang dengan melintas di depan Kantor PCNU Solo.

Saat rombongan massa melintas, kebetulan di depan kantor terdapat beberapa anggota Banser dan Pagar Nusa juga sedang berjaga.

Tak ayal pertemuan kedua massa berbeda kubu tersebut langsung memicu gesekan. Dari awalnya hanya saling adu mulut berubah menjadi bentrok dengan melempar batu dan kayu dari kedua kubu.

“Bentrokannya hanya sebentar, paling lima menit. Karena polisi keburu datang dan memukul mundur kedua kubu massa,” ujar Yuda, salah satu warga yang melintas.

Bentrokan kedua sempat akan terjadi saat massa Ormas Islam tiba-tiba kembali datang dengan massa yang lebih banyak.

Mereka datang dari arah selatan Jalan Hongggowongso. Kedatangan merekapun tak ayal kembali menyulut emosi massa dari elemen NU yang masih berkumpul di depan Kantor PCNU.

Dua SSK dari Dalmas Polresta Solo dan Brimob Polda Jateng tiba di lokasi bentrok dengan sigap membuat pagar betis dan memisahkan keduanya.

Wakapolresta Solo, AKBP Iwan Saktiadi memimpin langsung upaya mendamaikan dua kubu.

Awalnya massa dari ormas Islam sempat menolak, namun akhirnya mereka mengirimkan sejumlah perwakilan dan beraudensi dengan Ketua PCNU Solo, Mashuri.

“Karena salah paham dan kedua belah pihak pun sepakat untuk berdamai dan mengakhiri persoalan dengan menarik masing-masing massa meninggalkan lokasi,” kata Iwan.

Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Endro Sudarsono, selaku panitia aksi mengaku tidak tahu dari elemen mana massa yang terlibat bentrok dengan Pagar Nusa dan Banser.

“Kemungkinan mereka memang peserta demo. Tapi tepatnya dari ormas mana kami tidak bisa memastikan. Karena aksi demo yang digelar memang diikuti dari berbagai elemen Ormas Islam di Solo Raya,” paparnya. [jie]

rmoljateng.com/Jum’at, 06 Desember 2019 , 19:52:00 Wib | Laporan: Almira Nindya

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 5.394 kali, 1 untuk hari ini)