BAKAR BAN: Aksi pengunjuk rasa di Yayasan Mahanaim, Rawalumbu, kemarin. Massa Aliansi Muslim Bekasi dan FPI memprotes kegiatan yayasan yang dianggap merugikan./ FIRMANTO/RADAR BEKASI

RAWALUMBU Bekasi-Sekitar 500 massa dari organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Muslim Bekasi (Alibi) dan Front Pembela Islam (FPI), memprotes Yayasan Mahanaim di Jalan Bambu Kuning Selatan RT4 dan RT5 /3, Kelurahan Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, kemarin.

Dalam aksi unjuk rasa itu, mereka mendesak agar yayasan tersebut dibekukan lantaran dinilai melakukan upaya kristenisasi di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Bekasi. Modusnya dengan menyambangi sejumlah sekolah dasar (SD) lewat program ’Mobil Pintar’.

’’Ada beberapa SD yang didatangi oleh ‘Mobil Pintar’ pada 6 Oktober lalu, yaitu SDN 01, SDN 05, dan SD Al Hikmah Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,” terang ketua Alibi, Budi Santoso dalam orasinya.

Karena itu, kata Budi, Yayasan Mahanaim agar segera dibekukan dan bila perlu dibubarkan dari berbagai aktifitasnya. ’’Apratur pemerintah harus bertindak tegas dalam permasalahan ini. Bila dibiarkan terus menerus maka akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan meledak dan merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Sayangnya, dalam aksi tersebut, tidak ada seorang pun perwakilan dari Yayasan Mahanaim yang bersedia menemui para demonstran.

Situasi sempat memanas lantaran beberapa pengunjuk rasa sempat melempari bangunan di lokasi dengan oli dan telor busuk. Bukan hanya itu, mereka juga sempat membakar ban di tengah jalan.

Melihat aksi massa yang mulai beringas, sekitar 350 aparat keamanan gabungan dari Dandim Bekasi 0507, Polsek Bekasi Timur serta Polresta Bekasi Kota, langsung sigap. Mereka mulai melakukan upaya persuasif dengan menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan dengan Pemkot Bekasi dan pihak yayasan.

’’Kami akan fasilitasi pertemuan dengan kapolres, kesbangpolinmas dan Plt Walikota Bekasi untuk menyelesaikan persoalan ini,” janji Kapolsek Bekasi Timur Kompol Herlambang, kemarin.

Meski sudah dilakukan pendekatan persuasif, massa masih mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak bila dalam satu minggu tidak ada pertemuan yang dijanjikan. ’’Jika tidak jadi diadakan pertemuan, jangan salahkan kami bila kami mengerahkan massa lebih banyak dari ini, dan memaksa yayasan tersebut menghentikan aktifitasnya,” ancam Ketua Front Pembela Islam (FPI) Murhali Barda.

Yayasan Mahanaim diketahui berdiri sejak 1 November 2000 lalu yang disahkan oleh Pengadilan Negeri Bekasi dengan mengantongi akta notaris No 06/Y/2000. Yayasan tersebut bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan tenaga kerja. Untuk pendidikan, yayasan ini mendirikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). (mif/cr44)  Sabtu, 29 Oktober 2011/ radar-bekasi.com

Kristen radikal memancing kerusuhan

Dalam catatan sebuah situs Islam di Bekasi, Yayasan Mahanaim Bekasi adalah kelompok Kristen radikal yang selalu memancing kerusuhan antarumat beragama melalui program tipuan kristenisasi.

Bulan November 2008, Kristen Mahanaim berulah di Bekasi dengan membuat acara tipuan berkedok festival “Bekasi Berbagi Bahagia” yang salah satu acaranya adalah pembaptisan terhadap umat Islam. https://www.nahimunkar.org/pasar-murah-kristenisasi-di-sentul-bogor/

Tahun lalu, Rabu (23/6/2010) Ketua Yayasan Mahanaim Hendry Leonardi Sutanto membohongi ratusan umat Islam dari kawasan Senen Jakarta Pusat. Dengan iming-iming rekreasi, ratusan warga Muslim ini diboyong ke rumah milik Ketua Mahanaim di Perumahan Kemang Pratama Regency, Kumala 2 blok L nomor 14. Oleh Andreas Dusly Sanau, koordinator acara, ratusan umat Islam dari beragam umur, mulai anak-anak balita hingga nenek-nenek, sebagian di antaranya adalah ibu-ibu yang berjilbab rapi itu dibawa ke kolam renang untuk dibaptis massal.

https://www.nahimunkar.org/ratusan-muslim-dibaptis-massal-di-bekasi/

Perencanaan protes atas kristenisasi berkedok mobil pintar yang diawaki Yayasan Mahanaim itu tergambar sebelumnya, sebagaimana dikutip situs Voa Islam: “Kita akan menuntut Mahanaim bubar. Kita kumpul di Islamic Centre Bekasi, lalu melakukan longmarch ke markas Mahanaim. Di sana kami akan orasi, kalau perlu kita segel Mahanaim,” jelas KH Cecep Hudzaifah, Wali Laskar Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Rabu (27/10/2011).

Tuntutan dan penyegelan itu, jelas Ustadz Cecep, karena Yayasan Mahanaim sudah berulangkali melakukan kejahatan kristenisasi yang meresahkan umat Islam. “Masyarakat Bekasi, khususnya umat Islam Bekasi, menilai Yayasan Kristen Mahanaim itu sangat kurang ajar. Beberapa kali mereka menyakiti, menodai dan menyinggung perasaan umat Islam,” tegasnya. “Sudah beberapa kali kami meminta Mahanaim dibubarkan, tapi Pemerintah Kota Bekasi maupun aparat kepolisian hampir-hampir tidak punya nyali, padahal bukti-bukti nyata kesalahan Mahanaim sudah ada. Jadi terpaksa kami harus gelar aksi ini,” tandasnya.

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 5.901 kali, 2 untuk hari ini)