“Jokowi pembohong, Jokowi Pembohong, Jokowi Pembohong,” teriak orator yang kemudian diikuti serentak oleh para mahasiswa.

Selain membawa bendera, para peserta aksi juga membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “tolak harga BBM” , “BBM Naik Jokowi-JK Wajib turun”.
Demikian Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh seribuan mahasiswa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa , 18 Nov 2014.
Inilah beritanya.

***

 

Seribuan Mahasiswa Geruduk Istana Tolak Kenaikan BBM

Selasa , 18 Nov 2014 15:47 WIB

 

Skalanews – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh seribuan mahasiswa di depan Istana Negara masih berlangsung tertib. Aksi ini dijaga ketat oleh ratusan aparat kepolisian.

Para mahasiswa dalam aksi ini merupakan gabungan dari Pergerakan Mahasiswa Merah Putih (PMMP), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia.

Pantauan Skalanews, saat ini para peserta aksi sedang melakukan orasinya. Dalam orasi ini mereka menyatakan Jokowi-JK telah membohongi rakyat dengan menaikkan harga BBM.

“Jokowi pembohong, Jokowi Pembohong, Jokowi Pembohong,” teriak orator yang kemudian diikuti serentak oleh para mahasiswa.

Selain membawa bendera, para peserta aksi juga membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “tolak harga BBM” , “BBM Naik Jokowi-JK Wajib turun.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka lumpuh total. Aparat kepolisian pun menutup dan mengalihkan kendaraan yang melintas. (Deddi Bayu/Bus)

 

Geruduk Istana Negara, Mahasiswa Minta Jokowi-JK Turun

Selasa , 18 Nov 2014 15:29 WIB

 

Skalanews – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11).

Dalam aksinya mereka menyerukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk lengser dari jabatannya.

“BBM naik lagi. Jokowi-JK turun,” teriak para mahasiswa dalam aksinya.

Dalam aksi ini, mereka juga meminta kepada pemerintah Jokowi-JK untuk mengabulkan tiga tuntutan mahasiswa. Yaitu, menolak kenaikan harga BBM, membuang menteri antek neolib (Sofyan Djalil, Rini Soemarno, Sudirman Said) dan meminta menurunkan harga bahan pokok.

“Pemerintah tak berupaya untuk mencari langkah alternatif ataupun solusi lain, meski beberapa tawaran solusi sudah diberikan oleh beberapa menteri perekonomian terdahulu. Maka jelaslah bahwa kabinet kerja tengah dinaungi oleh neolib,” kata salah satu koordinator aksi mahasiswa KAMMI, Maulana. (Deddi Bayu/Bus)

(nahimunkar.cm)

(Dibaca 436 kali, 1 untuk hari ini)