Ilustrasi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Pakai Pengeras Suara (dia tidak minta agar volumenya diatur oleh panitia acara) dalam pidato acara kemusyrikan ketika menghadiri Ritual Upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Jogjakarta, Jum’at (16/03/2018). Foto http://beritasumut.com


Bupati Luwu Sulawesi Selatan, Andi Mudzakkar meminta seluruh pengurus masjid di Luwu untuk mengabaikan edaran Menteri Agama soal aturan pengeras suara di Masjid.

Senada dengan itu MUI Kota Serang Banten Telah Menolak Aturan Pengeras Suara Masjid dari Kementerian Agama. Ssebagaimana diberitakan, MUI Kota Banten menilai, pengeras suara tidak setiap saat digunakan, hanya pada waktu sholat untuk memanggil umat muslim beribadah. Sehingga menurutnya peraturan tentang volume pengeras suara sama sekali tidak ada urgensinya.
“Apa urgensinya kementerian agama ngurusin speker, ini perlu penjelasan agar masyarakat muslim tidak resah bergejolak yang akhirnya salah faham dan menimbulkan hal buruk dan meluasnya persepsi publik terhadap pemerintahan saat ini,” tutur tokok MUI Kota Banten baru-baru ini.

Kini Bupati Luwu justru penolakan tegasnya terhadap aturan mengenai pengeras suara di masjid-masjid itu dipidatokan ketika meresmikan satu masjid di Luwu, dengan menyatakan, kalau dimasalahkan, Bupati Luwu akan bertanggung jawab.

Inilah beritanya.

***

Cakka: Bunyikan Saja Pengeras Masjid Seperti Biasa, Saya Tanggungjawab

Bupati Luwu, Ir. H. Andi Mudzakkar, meresmikan Masjid Al-Barkah Hidayat di Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Jumat (31/08/2018). Foto : Chaeruddin/SINDOnews

LUWU – Bupati Luwu, Andi Mudzakkar meminta seluruh pengurus masjid di Luwu untuk mengabaikan edaran Menteri Agama soal aturan pengeras suara di Masjid.

Hal ini disampaikan putera pejuang kharismatik Tana Luwu, Qahhar Mudzakkar, saat meresmikan Masjid Al-Barkah Hidayat di Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Jumat (31/08/2018).

“Terkait edaran manteri agama soal pengaturan pengeras suara di Masjid tidak usah hawatir, tidak usah dihiraukan dipolemikan. Bunyikan seperti biasa, saya yang bertanggungjawab, saya minta masyarakat jangan terbebani,” tegasnya.

Cakka sapaan akrab Bupati Luwu meminta masyarakat untuk melaksanakan ibadah seperti biasanya termasuk tata cara membunyikan radio di masjid seperti sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut bahkan Cakka menegaskan jika ada masalah di lapangan ada pihak-pihak yang melarang pengeras suara di Masjid untuk menyampaikan jika itu kebijakam dirinya sebagai bupati.

“Kita tetap saja, apa yang sudah kita lakukan orang tua kita sejak dari dulu yah pertahankan. Kalau terjadi sesuatu, bilang pak Bupati yang instruksikan, minta dia menghadap ke saya,” ujarnya.

Untuk diketahui Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mushalla.
(sss) sindonews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.018 kali, 1 untuk hari ini)