Ilustrasi pemilu/ foto arahjaya.com


Kubu koalisi pendukung Jokowi sering jadi bahan pembicaraan masyarakat akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan sering terciduknya partai pengusung paslon capres 01 tersebut untuk kembali berbuat curang jelang pileg 2019.

Kali ini bukan dari Nasdem, tapi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kedua partai penguasa ini begitu berambisi raup suara masyarakat dengan berbuat curang.

Jika empat hari lalu kader nasdem lakukan kecurangan lewat surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia, kini satu keluarga dari caleg DPRD Probolinggo, Jawa Timur.

Ya, partai nya masih berasal dari kubu penguasa, PDIP. Media tanah air dibuat heboh dengan tertangkap tangan nya Mochamad Bebun bagi-bagi amplop berisi uang pecahan Rp 100 ribuan di Perumahan Prasaja Mulya, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.

Parahnya lagi, keduanya tercatat bekerja di lingkup Pemkot Kota Probolinggo. Nurul (52) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anaknya Nadia (25), honorer di Kantor Pemkot Probolinggo.

Alamak, begitu nekatnya para pencari kekuasaan tersebut untuk berbuat curang dengan berbagai cara. Saya melihat para partai politik yang berada disamping capres petahana JOKO WIDODO sangat membawa hawa negative terhadap pencalonan Jokowi bersama Ma’aruf Amin merosot.

Terlebih, pasangan ini dibuat babak belur oleh pasangan rivalitasnya Prabowo-Sandi saat tampil di debat terakhir atau kelima pada Sabtu (13/4/2019) lalu. Netizen pun memuji penampilan paslon capres dan cawapres 02 tersebut begitu menguasai panggung serta materi debat.

Dengan begitu, lengkap sudah partai pengusung dan pendukung Jokowi terlibat curang. Dari tujuh partai yang ada, hampir semuanya tercatat buruk bagi rakyat Indonesia. Hal-hal seperti korupsi, anti islam, radikal, pelanggar HAM semuanya terdapat di koalisi nya capres petahana. Saya pun muak melihat kubu ini.

Sebut saja partai berlogo beringin Golkar. Data dari versi ICW, sudah 7 kader DPR yang Rakus Makan Uang Rakyat di DPR 2009-2014  diantaranya: Bowo Sidik, Setya Novanto, Budi Supriyanto, Markus Nari, Fayakhun Andriadi, Aditya Anugrah Moha, Eni Saragih

Partai nya berewok, Surya Paloh contohnya. Pada 2015 lalu hingga sekarang tecatat paling banyak ditanggkap lembaga antirasuah KPK.

Yang paling diingat, disaat ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Garut, Komar Mariuna dan Budi Setiawan yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut.

Mereka terjerat kasus korupsi pengadaan buku tingkat SMP tahun 2010 senilai Rp7.7 Miliar.

Kemudian penangkapan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang merupakan kader Nasdem terkena OTT KPK. Alhasil sejak 2014, beberapa kader Nasdem banyak yang tersangkut kasus korupsi.

Penetapan mantan Sekjen Nasdem, Rio Patrice Capella sebagai tersangka kasus bansos Pemprov Sumut pada 2015 lalu adalah yang paling mendapat sorotan dari publik.

Partai yang memiliki jargon Restorasi Indonesia ini ternyata tidak sesuai dengan mottonya.

Hal itu juga pernah disampaikan oleh pengamat politik senior LIPI Siti Zuhro yang menyebut partai baru jangan mencontoh Nasdem. Masuk Senayan langsung korupsi.

Pemerhati Politik dan Sosial

Jhon Travolta Pasaribu

http://politiktoday.com 16 April 2019

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.170 kali, 1 untuk hari ini)