.

 

  • “Banyak staf atau karyawan Jokowi yang menyampaikan ke saya. Mereka heran, ini gubernur aneh. Di luar banyak dipuji karena dianggap dekat dengan rakyat tapi dengan bawahan sendiri tidak dekat,” ujar Mayjen (Purn) Prijanto mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dulu jadi pendukung Jokowi waktu Jokowi mencalonkan diri jadi Gubernur DI Jakarta. Akan tetapi, belakangan rupanya Prijanto berbalik arah. Dia kecewa berat dengan Jokowi-Ahok. Hubungan Prijanto dengan Jokowi mulai renggang karena perbedaan prinsip terkait korupsi Taman BMW. Prijanto bahkan menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang tak bertanggung jawab.
  • Atas banyaknya keluhan para kepala dinas, staf, dan karyawan di DKI Jakarta yang disampaikan kepada Prijanto mantan Wagub ini, Prijanto pun lalu menilai sosok pribadi Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi bukan tipe pemimpin yang bertanggung jawab.
  •  “Saya pernah bertanya, mengapa PT. MRT banyak dikendalikan oleh orang Ahok? Jokowi dengan santai menjawab, biarin. Kalau MRT gagal yang salah Wagub, tapi kalau MRT berhasil yang dikenang Gubernur,” katanya mnirukan jawaban Jokowi, dalam mencontohkan bahwa Jokowi memang tipe pemimpin yang tidak bertanggung jawab .Inilah beritanya.

***

Mantan Wagub Jakarta : Jokowi Tipe Pemimpin tak Bertanggung Jawab

Rabu, 28/05/2014 11:13:37

Jakarta (SI Online) – Mayjen (Purn) Prijanto adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2007-2012 mendampingi Gubernur Fauzi Bowo. Belakangan hubungan Prijanto dengan Foke memburuk. Hingga kemudian Prijanto mundur sebagai Wagub. Namun, pengunduran diri itu ditolak DPRD DKI Jakarta.

Saat Pilgub 2012 lalu, Prijanto terang-terangan berada di pihak Jokowi-Ahok. Saat itu, sosok Joko Widodo begitu dia puji-puji.  Kala itu Prijanto kerap dimintai masukan oleh Jokowi tentang kondisi Jakarta. Hal tersebut membuat Prjanto mengenal dengan baik sosok Jokowi.

Akan tetapi, belakangan rupanya Prijanto berbalik arah. Dia kecewa berat dengan Jokowi-Ahok. Hubungan Prijanto dengan Jokowi mulai renggang karena perbedaan prinsip terkait korupsi Taman BMW. Prijanto bahkan menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang tak bertanggung jawab.

Bukan tanpa alasan mantan Kasdam Jaya itu berkata demikian. Prijanto mengaku mendapatkan keluhan dari banyak kepala dinas pemerintah provinsi DKI Jakarta soal kinerja Jokowi  sebagai orang nomor satu di ibukota. Kata Prijanto, para kepala dinas tersebut mengaku bingung harus bekerja seperti apa karena Joko Widodo kerap tidak memberikan arahan dan perintah yang jelas.

“Banyak Kadis yang mengeluh pada saya. Mereka bingung harus melakukan apa. Setiap mereka memaparkan sesuatu, Jokowi  tidak pernah memberikan keputusan, petunjuk atau arahan kerja. Tetapi malah ingin cepat-cepat keluar,” kata Prijanto dalam pernyataannya, Selasa (27/5/2014).

Tidak hanya kepala dinas lanjut Prijanto, staf dan karyawan banyak pula yang mengeluarkan isi hatinya selama bekerja di bawah kepemimpinan Joko Widodo.

“Banyak staf atau karyawan Jokowi yang menyampaikan ke saya. Mereka heran, ini gubernur aneh. Di luar banyak dipuji karena dianggap dekat dengan rakyat tapi dengan bawahan sendiri tidak dekat,” ujarnya.

Atas banyaknya keluhan itu Prijanto pun lalu menilai sosok pribadi Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi bukan tipe pemimpin bertanggung jawab.

“Saya pernah bertanya, mengapa PT. MRT banyak dikendalikan oleh orang Ahok? Jokowi dengan santai menjawab, biarin. Kalau MRT gagal yang salah Wagub, tapi kalau MRT berhasil yang dikenang Gubernur,” katanya.

Prijanto juga menduga Jokowi tidak peka terhadap tindak korupsi. Prijanto bahkan mendapat kesan bahwa Jokowi membiarkan dan melindungi tindak korupsi.

“Kasus korupsi bus TransJakarta itu hanya salah satu contohnya saja,” katanya.

Jokowi, masih kata Prijanto juga memimpin DK Jakarta seperti tanpa arah dan tujuan dan politisi PDI Perjuangan ini tidak paham dengan baik persoalan administrasi. Banyak berkas menumpuk belum ditandatangani sehingga beberapa hal tersendat. Sebaliknya, kalau terkait pencitraan diri, Jokowi cepat sekali bertindak. ‘Blusukan’ atau pendirian stadion di atas taman BMW yang masih bermasalah itu contohnya.

“Jokowi seperti tidak sabar ingin meletakkan batu pertama agar dikenang sebagai Gubernur yang peduli pada rakyat,” kata Prijanto.

red: abu faza/dbs/ si online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.939 kali, 1 untuk hari ini)