Eramuslim.com – Ini berita tertanggal 6 November 2011 namun masih sangat aktual saat ini. Ramai-ramai orang menghujat aksi teror bom Sarinah, bahkan orang-orang yang berkali-kali dipanggil KPK namun mangkir dengan dalih sakit, seperti seorang bos pemilik stasiun TV swasta corong rezim Jokowi-JK, berlagak seperti pahlawan kesiangan dengan mengecam teroris ke sana-kemari. Bangsa ini harus diingatkan jika Koruptor itu jauh lebih jahat dan lebih biadab ketimbang teroris.

Busyro berkata jika koruptor tidak perlu diberikan remisi atau keringanan hukuman. Karena tindakan mereka merugikan bangsa dan negara. Begitu kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Busyro Muqoddas, Ahad.

“Koruptor dan teroris tidak perlu diberi remisi sama sekali. Namun, hal itu dengan prinsip memperhatikan kondisi kesehatan yang bersangkutan,” katanya usai silaturahmi Idul Adha 1432 Hijriyah di Yogyakarta, Ahad.

Menurut dia, koruptor tindakannya jauh lebih berdampak negatif daripada apa yang dilakukan oleh seorang teroris. “Korupsi itu sesungguhnya berdampak destruktif lebih berat bagi bangsa dan negara. Korupsi memiskinkan bangsa, merontokkan moralitas dan budaya bangsa, sehingga sebagai imbalannya koruptor tidak perlu diberi remisi,” kata dia.

Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, pemerintah harus mengambil langkah tegas pemberantasan korupsi. Langkah  itu adalah melakukan revisi terhadap undang-undang tentang korupsi.(ts/antara)

Sumber: eramuslim.com/ Jumat, 15 Januari 2016 06:30 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 692 kali, 1 untuk hari ini)