Tokoh Yayasan Paramadina Ade Armando pendukung Jokowi kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ade menegaskan bahwa Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian.

Menurut Ade, LGBT termasuk golongan pecinta sesama jenis bukan lah penyimpangan.

Perkataan Ade Armando itu jelas dusta, karena Allah Ta’ala jelas melaknat kaum gay. Dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.”(HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Nabi Muhammad saw jelas menyatakan, Allah melaknat gay pelaku perbuatan kaum Luth, dengan laknat yang sampai tiga kali, laknat yang paling laknat, kenapa kini ada manusia yang mengaku beragama dengan agama Nabi Muhammad saw tapi berani mengatakan: “saya percaya Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian.” ?

Apa haknya Ade Armando menilai bahwa LGBT bukanlah penyimpangan dan Allah tidak mengutuknya?

Mengutuk atau tidak, menyimpang atau tidak dalam hal ini hanya hak Allah untuk menentukannya.  Bahkan Allah telah melaknat mereka yang berbuat sodomi atau homosex yakni kaum gay, kaumnya Nabi Luth ‘alaihissalam dan bahkan mengazabnya. Itupun azabnya sangat keras yaitu buminya dibalik, dan dihujani batu.

Kalau Ade Armando tahu mengenai Islam, maka dia faham bahwa أَنَّ الْأَصْلَ فِي الْأَبْضَاعِ الْحُرْمَةُ anna al-ashla fil abdho’i al-hurmah. Hukum asalnya mengenai sex itu adalah haram. Nah, makanya dalam Islam, jadi halalnya ketika diadakan akad nikah dengan syarat rukun yang telah ditentukan. Dan itu hanya pernikahan antara laki-laki dan perempuan, itupun ada sejumlah yang tidak halal untuk dinikahi yang disebut mahram. Juga ada yang tidak boleh dinikahi karena keyakinannya yaitu karena musyrik ataupun kafir. Dan juga haram menikahi pezina.

Ketika Allah telah memberikan tuntunan lewat wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam, baik Al-Qur’an maupun hadits Nabi saw, maka perkataan siapapun yang menyelisihinya, tidak boleh diikuti.

Allah Ta’ala telah menjelaskan diazabnya kaum sodom, kaumnya Nabi Luth ‘alaihissalam karena mereka ingkar dan melakukan sodomi, atau homosex, atau gay.

Allah Ta’ala telah mengazab kaum sodom, kaumnya Nabi Luth ‘AS yang bejat tingkahnya dengan melakukan sodomi alias homosex:

{فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82) مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ} [هود: 82، 83]

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. [Hud,82-83]

Dalam kisah diazabnya kaum sodom itu, pemimpin yang telah memperingatkannya, yaitu Nabi Luth ‘alaihissalam dan para pengikutnya yang beriman, mereka diselamatkan oleh Allah Ta’ala dari Azab.

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ٨١ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٨٣ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٨٤ [سورة الأعراف,٨٠-٨٤]

(80) Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? (81) Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas, (82) Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”, (83) Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan), (84) Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu [Al A’raf,80-84]

Sebaliknya, bagaimana jadinya kalau pemimpin suatu negeri, bahkan berbagai negeri justru mendukung dan mendanai kerusakan dan kebejatan moral yang terkutuk dan telah diazab itu seperti berita terbaru sekarang ini?

Ancaman Allah Ta’ala pun jelas tegas:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا } [الإسراء: 16، 17]

(16) Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, (17) Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya [Al Isra”,16-17]

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, Allah melaknat pelaku perbuatan kaum Luth dan pelaku maupun pasangannya untuk dibunuh.

Rasulullah saw bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.”(HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Ibnu Qoyyim menjelaskan, “Tidak ada di dalam satu haditspun tentang pelaknatan sampai tiga kali terhadap orang yang melakukan zina. Demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat beberapa pelaku dosa besar, tetapi tidak lebih dari satu kali, sedangkan pelaknatan terhadap perbuatan liwath ini sampai tiga kali. (Ibnu Qoyyim,Jawabul Kafi, hal: 263)

Nah, Nabi Muhammad saw melaknat gay pelaku perbuatan kaum Luth dengan laknat yang sampai tiga kali, laknat yang paling laknat, kenapa kini ada manusia yang mengaku beragama dengan agama Nabi Muhammad saw tapi berani mengatakan: “saya percaya Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian.” ?

Adapun mengenai hukuman bagi mereka, secara garis besar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda,

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya.” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

 Ketika ayat dan haditsnya sudah jelas seperti tersebut, maka siapa saja yang membantahnya, tentu akan berhadapan juga dengan ayat-ayat Allah Ta’ala.

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ (} [العنكبوت: 47]

Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir [Al ‘Ankabut47]

{ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ } [العنكبوت: 49]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim[Al ‘Ankabut49]

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ} [لقمان: 32]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar [Luqman32]

Gejala bermunculannya orang yang buta agama tetapi lantang bicara macam-macam persoalan yang menyangkut hal-hal yang telah dijelaskan dalam agama namun diingkari, itu menjadi pelajaran penting bahwa ini termasuk makin dekatnya qiyamat.

***

Dikhawatirkan Ruwaibidhah Bermunculan di Masa Imarah Sufaha’

Ruwaibidhoh

Orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian berbicara macam-macam persoalan berkaitan dengan agama.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

 ***

Mari kita simak kasus celoteh Ade Armando dalam membela kaum gay dan lesbian. Inilah beritanya.

***

Duh, Tokoh Paramadina Pro Jokowi ini Sebut Allah tak Kutuk Kaum Gay dan Lesbian

Ade Armando

Ade Armando (ist)

intelijen – Tokoh Yayasan Paramadina Ade Armando kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ade menegaskan bahwa Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian.

“Karena saya percaya orientasi seksual diciptakan Allah, saya percaya Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian,” tulis Ade di akun Twitter ‏@adearmando1.

Tak hanya itu, dosen komunikasi Universitas Indonesia yang dikenal sebagai loyalis Joko Widodo ini juga menuding pihak yang menyebarkan kabar bahwa Ade didanai asing untuk membela LGBT, sebagai kumpulan paedofil. “Rupaya beredar fitnah di socmed bahwa saya didanai funding asing untuk bela LGBT. Yang nyebarin fitnah itu kumpulan paedofil!” tulis @adearmando1.

Dalam artikel yang diunggah di situs madinaonline.id, Ade Armando menulis: “Apapun sikap kita, dalam dunia yang mengalami globalisasi isu LGBT memang secara tak terhindarkan akan mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Karena itu menjadi penting bagi umat Islam untuk membicarakan kembali cara pandang terhadap LGBT, termasuk bilamana perlu meninjau kembali sikap yang sudah tertanam selama ini.”

Menurut Ade, LGBT termasuk golongan pecinta sesama jenis bukan lah penyimpangan. Rasa itu datang dari Sang Pencipta.

“Pertanyaannya: dari manakah datangnya perasaan tersebut selain bahwa memang Allah menciptakan manusia dengan potensi perasaan itu? Dengan kata lain, bisa jadi ketertarikan terhadap sesama jenis itu adalah suatu hal yang alamiah dan memang diciptakan Tuhan,” kata Ade./ intelijen.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.859 kali, 1 untuk hari ini)