Suduik Minang

Pado pai suruik nan labiah, samuik tapijak indak mati, alu tataruang patah tigo

Terus istiqomah Para Buya Diranah Minang
Untuk Mendakwahkan Kebenaran
.
#KAMIBASAMOBUYA

via fb Suduik Minang

***

Buya Hamka pilih mundur dari jabatan ketua umum MUI daripada mengikuti penguasa yang mendesak agar mencabut fatwa haramnya ikut natalan.

Kasus Buya Hamka, menolak untuk mencabt fatwa MUI mengenai haramnya umat Islam ikut perayaan natalan bersama.

Buya Hamka pilih mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MUI ketimbang mencabut “Fatwa haramnya mengucapkan selamat Natal dan ikut merayakannya”.

Sayalah yang bertanggungjawab atas beredarnya fatwa tersebut …. Jadi sayalah yang mesti berhenti,” kata Hamka pada Harian Pelita. (voa-islam.com)

Saat berkhutbah di Masjid Al-Azhar, Buya Hamka mengingatkan kaum Muslimin, bahwa kafir hukumnya jika mereka mengikuti perayaan natal bersama.

“Natal adalah kepercayaan orang Kristen yang memperingati hari lahir anak Tuhan. Itu adalah akidah mereka. Kalau ada orang Islam yang turut menghadirinya, berarti dia melakukan perbuatan yang tergolong musyrik,” terang Hamka. “Ingat dan katakan pada kawan yang tak hadir di sini, itulah akidah kita!” tegasnya di hadapan massa kaum Muslimin.

Keteguhannya dalam memegang fatwa haramnya natal bersama inilah yang kemudian membuatnya mengundurkan diri dari Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tak berapa lama setelah fatwa itu dikeluarkan (dikeluarkan pada 1 Jumaidil Awal 1401 atau 7 Maret 1981*), kemudian pada 24 Juli 1981, Buya Hamka wafat menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahyarham Mohammad Natsir, teman karib seperjuangan yang menyaksikan detik-detik wafatnya Buya Hamka kemudian memanjatkan doa tulus bagi seorang pejuang dan pengawal akidah umat.

Semoga ALLAH TA’ALA mengampuni semua dosa dan kesalahan beliau, serta memasukkan beliau ke tempat yang terpuji di sisi-NYA. Aamiin.
——————–
Oleh: Alan Ruslan Huban, Bidang Komunikasi Sosmed Lazis Dewan Da’wah, Wapemred Majalah Syi’ar Islam

* Alasan menfatwakan Haram Natal bersama mempunyai argumentasi yang kuat, Buya Hamka bersama ketua Al Fadhil H. Syukri Ghazali bahwa fatwa itu masih lunak. Karena kalau diperhatikan isi ayat Al-Maidah 51 itu, bukan lagi Haram, bahkan KAFIR. Mengkompromikan antara Tauhid dengan Syirik. Bagi penulis tak ada kompromi antara Islam dengan Kufar. / Azmi Muhammad, kompasiana, Published: 23.12.12 03:47:49, Updated: 24.06.15 19:10:30

https://www.nahimunkar.org/fatwa-tegas-dari-ulama-buya-hamka/

***

MUI Provinsi Sumatera Barat telah mengeluarkan keputusan resmi menolak “Islam Nusantara”.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menegaskan pihaknya bakal meluruskan perbedaan pandangan terkait penolakan konsep “Islam Nusantara” di ranah Minang oleh MUI Sumatera Barat.

“Itu nanti kita luruskan nanti, MUI tak boleh mencela salah satu aliran. Itu bagian dari Indonesia,” kata KH Maruf saat ditemui di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis (26/7).

Menanggapi wacana tersebut, MUI Sumbar menyatakan tak akan goyah dengan keputusan awalnya. Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, kemudian menuangkan pemikirannya melalui akun media sosialnya. Artikel ini ia terbitkan pada Kamis (26/7) dengan judul ‘Amanah Kami Tunaikan’.

Melalui tulisan tersebut, Buya Gusrizal menilai bahwa sikap pembiaran terhadap umat yang kebingungan dengan pernyataan orang-orang yang mengusung konsep ‘Islam Nusantara’ justru mengabaikan tugas keulamaan dalam menjaga kesatuan umat. Apalagi, bersamaan dengan diusungnya konsep ini muncul kesan tudingan ‘Islam Arab’ sebagai Islam Radikal, Islam penjajah, dan lainnya.

MUI Sumbar: Ketika kaum sekuler, liberal dan pluralis menjadikan Islam Nusantara sebagai payung tumpangan mereka, itu bukan lagi perkara furu’ yang bisa didiamkan begitu saja.
“Sekali kata dikatakan, seribu fikiran menjadi timbangan, pantang bertarik surut ke belakang, kecuali Al-Qur’an dan Sunnah yang menentang”.

Itulah ketegasan Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar.

***

Bukti NU Bersekongkol dengan JIL Bentuk Islam Nusantara

Posted on 9 Agustus 2015 by Nahimunkar.com

PKI, Liberal dan Syi’ah Satu Gerbong dengan Islam NUsantara

Inilah beritanya.

***

Waspada! Website JIL Berubah Menjadi Islam Nusantara

NUGarisLurus.Com – Website resmi Jaringan Liberal yang mengaku Islam, Islamlib Com, berubah bentuk dan wajah aslinya. Tampilan website islamlib com di rombak total, Termasuk mengganti
halaman “Tentang JIL” (tentang kami).

Semoga kaum muslimin selalu waspada dengan kelompok yang sudah di fatwa sesat oleh MUI ini. Setelah Islam Nusantara menjadi agenda utama muktamar NU ternyata pasukan JIL yang menyusup ke dalam tubuh NU merasa mendapat angin dan bantuan. Bahkan tokoh JIL Muhammad Guntur Romli ikut menjadi pembicara dalam bedah buku yang diadakan panitia muktamar NU.

Selain Guntur, Tokoh JIL yang sangat berbahaya Abdul Muqsith Ghazali juga ikut campur memimpin bahsul masail NU terutama dalam pembahasan Khosois Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Waspadalah! Wallahul Musta’aan , 9 Agustus 2015

Alfie Hamid Sy / SD ADABIYAH 2 PALEMBANG

JIN (Jaringan Iblis Nusantara) berbaju Islam berompi NU dan berjiwa kafir berfikiran Iblis

***

PKI, Liberal dan Syi’ah Satu Gerbong dengan Islam NUsantara

Ini jawaban Dari Om ana yg di BIN masalah kebenaran bangkitnya PKI dinegri ini

[7/8 10:35 AM] (UAP): Barusan dapat bc ini

Jumat Ahmadi Suryawan

Baru saja bincang-bincang dengan salah seorang aktifis islam di Jogja, sudah cukup senior. Ada dua kabar yang sedikit membuat saya kaget, karena beliau bicara dengan nada serius dan intonasi yang dalam. Pertama kabar sedih, kedua kabar senang.

Kabar sedih; gerakan PKI atau komunis ternyata benar-benar ada di bumi nusantara saat ini. Mereka satu gerbong dengan kelompok syiah dan liberal dalam mengusung Islam Nusantara. Komunis sudah masuk ke pemerintah dan berusaha merebut pengaruh dan kekuasaan. Ketika saya tanya; bapak bicara ini berdasar opini atau ada data? Karena khawatir menimbulkan kekacauan dan perpecahan? Beliau jawab; Semua saya punya datanya, Anda tahu dari mana data saya? TNI AD.

Kabar menggembirakannya; Ternyata beliau dekat dengan jendral-jendral AD, dan banyak intelijen yang sudah tahu hal ini. Dan TNI AD berada di pihak umat islam. Kita tahu TNI AD adalah korban dari G30S PKI, makanya TNI AD selalu menjadi musuh bebuyutan bagi PKI.

Semoga Allah menjaga umat islam dari makar musuh-musuhnya.
[7/8 1:15 PM] Pak x: Berita ini 60 % ada benarnya
[7/8 2:27 PM] (UAP): Tarimo kasih pak

(dari status fb Azzam Asadullah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.060 kali, 3 untuk hari ini)