Buzzer Istana Suka Sebarkan Isu Radikalisme daripada Pemberantasan Korupsi & Penguatan KPK


 

Buzzer istana disebut lebih suka menyebarkan isu radikalisme daripada pemberantasan korupsi dan penguatan Komisi Pemberantasan Korups i (KPK). 

 

 Justru buzzer Istana melemahkan KPK dengan isu taliban, radikal,” ungkap pengamat politik Achsin Ibnu Maksum,  Ahad (13/10/2019).

 

Menurut Achsin, buzzer Istana mendapat momentum ketika ada penusukan terhadap Wiranto. “Buzzer Istana semua mendengungkan di Twitter adanya radikalisme,” paparnya. 

 

Kata Achsin, buzzer Istana mendukung pelemahan KPK karena mereka mendapat bayaran dari koruptor. “Novel Baswedan yang matanya terluka difitnah buzzer istana sebagai radikal,” jelasnya.

 

Achsin mengatakan, masyarakat sudah mengetahui buzzer istana sering menyebarkan hoaks dan kebal hukum. “Saat rakyat dan mahasiswa menyuarakan penolakan UU KPK hasil revisi, justru buzzer Istana mendukung UU KPK hasil revisi,” pungkas Achsin. [sn]

 

@geloranews
14 Oktober 2019

 

***

Pendukung Pemimpin Bohong Lagi Zalim Bukan Golongannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.921 kali, 1 untuk hari ini)