PB, Jakarta – Beberapa kali kalah dalam poling yang dilakukan oleh netizen, baik yang dilakukan oleh pendukung Ahok maupun bukan pendukung Ahok selalu saja kalah total.

Rupanya hal ini cukup mengganggu elektabilitas Ahok yang semakin menurun jauh, bahkan dampaknya sampai ke pengumpulan KTP oleh Teman Ahok.

Jika selama ini pengumpulan banyak dilakukan di Mall dan Plaza, kali ini mereka langusng turun ke perumahan dan pinggir jalan.

Namun hal ini sama sekali tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam pengumpulan KTP yang ditargetkan sebanyak 1 Juta KTP.

“Iya mas di toko K-Mart yang disamping Polres Jaksel juga ada (booth), tapi sepi sekali, anak muda yang banyak duduk itu Mahasiswa dari Inter Studi,” ujar Pak Wagiman tukang parkir yang biasa beroperasi di Jalan Panglima Polim 5 Jakarta Selatan.

Untuk mengembalikan kejayaan di dunia Sosmed, seperti pilgub 2012 lalu, Ahok menandatangani perjanjian kerjasama berupa dana sebesar Rp. 10 Milyar dengan PT. Arwuda milik Sonny Subrata.

Dana sebesar itu untuk menggaji pemilik akun yang tersebar di berbagai sosial media untuk menaikkan kembali elektabilitas Ahok yang jatuh.

Dan hasilnya beberapa hari belakangan ini, banyak akun yang hanya memiliki pengikut puluhan bahkan cuma 1 saja, langusng menyerang membabi buta ke akun-akun yang biasa disebut Jempol Rakyat (JR) yang selama ini bersuara nyaring terkait dengan tindakan KPK yang belum juga memeriksa dan menetapkan Ahok sebagai pelaku dalam kasus Sumber Waras yang sudah merugikan negara sebesar Rp. 193 milyar.

Bahkan untuk menghancurkan akun milik Jempol Rakyat, para buzzer menggunakan berbagai cara, selain menyerang langsung para cagub, seperti Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, juga menyerang akun lainnya, bahkan tidak jarang dengan kalimat vulgar dan pronografi.

IMG_20160401_220344

Akun @indonesiaw3lov menyerang akun milik seorang @AjengCute16 dengan kalimat vulgar, bukan itu saja akun ini juga memfitnah Ajeng dengan sengaja menggunakan foto milik Ajeng.

Sebelumnya Ajeng diserang dengan nama @indonesiawelove3 namun oleh Ajeng tidak terlalu diperdulikan, karena mengarah vulgar oleh Ajeng di blok.

Sang pemilik akun rupanya tidak terima di blok, langsung membuat akun baru dengan nama sedikit dirubah menjadi @indonesiaw3lov.

Ajeng sendiri yang dihubungi mengatakan saat ini akunnya sering mendapat serangan bahkan terkadang sangat vulgar, namun tidak seperti akun ini, bahkan sampai menggunakan foto miliknya.

Menurut Ajeng kebanyakan akun-akun milik pasukan Ahok dan temannya baru mulai bermunculan, dengan jumlah pengikut yang hanya berkisar puluhan, “bahkan akun mereka terlihat seperti dipegang oleh satu orang, karena dari gaya bahasa mereka sama,” ujar Ajeng.

Rekan-rekan Ajeng yang menamakan diri mereka Jempol Rakyat, ikut prihatin bahkan tidak sedikit yang melakukan Ras terhadap akun yang telah menghinanya dengan kalimat kotor, akibatnya akun tersebut langsung di kunci, oleh pemiliknya.

Sugiyanto yang menjabat sebagai Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru menyebutkan bahwa pasukan Ahok di media sosial mencapai ribuan akun.

“Adanya fenomena gerakan di media sosial untuk membela mati-matian Ahok. Pasukan Nasi Bungkus ini semakin ngawur dikarenakan terkesan mendewakan manusia tanpa alasan yang logis. Komentar akun-akun palsu pembela Ahok di sosial media ibarat sampah virtual,” ketusnya.

“Sekalipun ribuan pasukan dunia maya bertugas 24 jam untuk memenangkan trending topic dan menyerang para pengkritik Ahok, tetap saja tidak akan berpengaruh ke massa riil,” ujarnya.

(Jall)*/pembawaberita.com – 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.149 kali, 1 untuk hari ini)