.

1.   Ir. Yusnan Solihin CALEG SYIAH Partai Gerindra Dapil 1 JABAR

 

img_532669b10f432

img_532669b60165a

 

No. Urut Partai Politik
: 6
Nama Partai Politik
: Partai Gerakan Indonesia Raya ( GERINDRA )
Daerah Pemilihan
: Jawa Barat 1 ( Kota Bandung – Kota Cimahi )
No.Urut Bakal Calon
: 2
Nama Lengkap
: Ir. Yusnan Solihin
No.Induk Kependudukan
: 3174012808660007
Tempat Tanggal Lahir / Umur
: Bandung, 26 Agustus 1966/ 47 Tahun
Jenis Kelamin
: Laki – laki
Agama
: Islam
Status Perkawinan
: Kawin
          Nama Istri
: Fairianita Abdoelkadir
          Jumlah Anak
: 1
Alamat Tempat Tinggal
: Jl. Tebet Timur Dalam X/20
RT : 003
RW : 008
Kelurahan :  Tebet Timur
Kecamatan : Tebet
Kota : Jakarta Selatan
Provinsi : DKI Jakarta
Riwayat Pendidikan
Institut Teknologi Bandung
1983 – 1991
Riwayat Pekerjaan
Vice President
Jl. Raya Pasar Minggu
2004 – 2008

Pasangan Pengantin Syiah-PKS

2.   Asri Rasjid: Oknum Syiah Di Tubuh PKS

Link Video Youtube Menunjukkan Caleg PKS ini adalah Syiah Rafidho Tulen:
http://www.youtube.com/channel/UCebiq0AafzQd-mGN3_w9omg?app=desktop

Asri AA Hi Rasjid salah satu caleg PKS nomor urut 4 untuk DPRD Provinsi Sulut untuk Dapil Bitung dan Minahasa Utara disinyalir kuat berakidah Syiah Imamiyah. Asri Rasjid yang lahir pada tanggal 13/05/1984 dan berdomisili di Manado ini aktif dalam kegiatan organisasi Syiah ABI (Ahlul Bait Indonesia) dan IJABI.
Tak malu-malu, Asri Rasjid juga memasang foto aktivitas ABI dan IJABI, dua organisasi Syiah militan, saat terjadi banjir Manado awal tahun ini. Ada pula link web ABI yang memberitakan hal serupa. Serta masih banyak indikasi lain dalam status fb-nya (sebelum akunnya menghilang beberapa saat yang lalu).
Dalam sebuah status di FBnya tersebut nampak kata-kata sang caleg yang mendukung tokoh IJABI, Jalaluddin Rahmat yang menjadi caleg PDIP mewakili masyarakat aliran sesat Syiah di Jawa Barat. “Ukhuwah yg dikemas dlm profeionalisme jurnalis dambaan pengusung keadilan. Olehnya itu kami dukung Khazanah Trans 7 pd edisi 29 Jan. 2014 dg narasumbernya KH. Jalaluddin Rahmat. Trm ksh,” begitu bunyi dukungan status jejaring tersebut, untuk kemudian nampaknya disusul dengan shalawat Syiah.
Ada setidaknya tiga sumber yang sangat mudah diakses untuk melakukan verifikasi pada kebenaran info ini. Selain poster pencalonan Asri Rasjid di PKS yang sudah diunggah FB dan twitternya, rupanya sangat mudah sekali untuk mengecek nama penganut Syiah militan ini di Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara.
Dalam daftar KPU Sulut, nampak jelas Asri Rasjid diposisikan sebagai caleg partai terkait di dokumen yang diunggah ke situs lembaga penyelenggara pemilu ini. Selain itu situs PKS daerah Siak juga menulis berita tentang aksi promosinya dalam pencalegan ini. “Kami merasa terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Bitung dan Minut melalui PKS oleh sebab itu kami siap untuk merebut kursi di DPRD Provinsi Sulut,” sebut Asri Rasjid seperti dikutip dari situs PKS Siak.
Pemberitaan media lokal juga membenarkan hal serupa. Beritamanado menulis berita tentang pencalonan pemuda Syiah ini sebagai wakil rakyat oleh PKS. “Dengan akan ditetapkannya Bitung sebagai kawasan ekonomi khusus maka saya akan tetap mengawal hal tersebut nanti jika diberikan kesempatan di DPRD Provinsi. Sedangkan Minut akan difokuskan untuk daerah pertanian dan perikanan,” terang Asri Rasjid di situs ini.
Sementara di akun resmi Asri Rasjid di twitter (https://twitter.com/Asri13584 ) dia mengeluarkan tweet yang berkaitan dengan Syiah baik tentang Ali bin Abi Thalib, Fathimah, dan Husain radhiyallahu anhum, dan meretweet tulisan seseorang yang berisi ucapan kang Jalal, diantaranya berikut ini:
 Asri Rasjid ‏@Asri13584  Oct 6
pengorbanan sang imam (cucunda Rasul saw),, adalah pengorbanan yg hakiki.
Asri Rasjid ‏@Asri13584  24 Oct 2012
Salam atas kesucianMu yaa Zahro
Retweeted by Asri Rasjid
kalau ingin bahagia, sholat tepat waktu – Jalaluddin Rakhmat 🙂
Isu dugaan adanya caleg pengikut Syiah, membuat Ketua DPW PKS Sulut, Syaarifudin Saafa angkat bicara. Dia mengaku akan bersikap tegas jika yang bersangkutan terbukti menganut ajaran Syiah.
“Keanggotaannya akan dicabut jika benar dia Syiah. Sehingga tidak dapat dilantik menjadi anggota legislatif mewakili PKS,” tegas Syarifuddin kepada Islampos, Selasa (25/2).
Syarifuddin mengatakan PKS tegas jika sudah menyangkut masalah aqidah. Dia tidak akan mentolerir jika ada caleg PKS dari Syiah.

“Ini soal aqidah, jadi kami tidak main-main,” tegasnya.

3.   Agus Abu Bakar: Tokoh Syiah di Kancah Politik

Agus Abu Bakar Al Habsy, tokoh Syi’ah yang lahir pada 9 Agustus 1960 di kota Makassar ini termasuk diantara tokoh-tokoh Syiah yang terjun ke kancah perpolitikan Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai dewan pembina partai Demokrat dan dikenal dekat dengan presiden SBY.
Alumni UI kelahiran Makassar ini dulu aktif di Masjid Arif Rahman Hakim (ARH). Agus al-Habsyi bahkan menjadi juru bicara Syiah dalam debat dengan kelompok Sunni yang diwakili oleh Prof. Rasjidi, Imam Masjid Arif Rahman Hakim saat itu. Setelah kalah debat, Agus al-Habsyi dilarang melakukan kegiatan di Masjid ARH dan dicopot semua jabatannya di organisasi kemahasiswaan.
Namun Agus al-Habsyi tidak berhenti di situ mendakwahkan ajaran Syiah di kampus UI, sejumlah mahasiswa berhasil dipengaruhi dan direkrut menjadi Syiah. Setelah menamatkan studi di UI, Agus Abubakar al-Habsyi menjadi ketua Yayasan Baitul Hikmah di Depok dan terjun ke dunia politik. Agus al-Habsyi membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendirikan Partai Demokrat tahun 2001. Dia kemudian diangkat menjadi Ketua DPP. Saat ini, Agus Abubakar al-Habsyi menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dan ikut menyeleksi Capres 2014 Demokrat.
Pada tahun 1989, sejumlah mahasiswa Syiah yang kuliah di UI mendirikan kelompok studi Abu Dzar yang dipimpin oleh Haryanto dan Yussa Agustian. Kedua orang ini adalah binaan Agus Abubakar al-Habsyi, yang diperintahkan untuk mendirikan HMI yang berwarna Syiah sebagai tempat menyemai bibit-bibit Syiah. Setelah berhasil merekrut sejumlah pengikut lewat kelompok studi ini, mereka melanjutkan langkahnya dengan mendirikan HMI berhaluan Syiah di UI. Rudy Suharto dan Kukuh Sulastyoko (Fak. Matematika & Sains) bersama Didi Hardian (Fak. Teknik), dibantu Syaiful Bahri dari Guna Dharma dengan dipandu oleh senior mereka; Zulvan Lindan dan Furqon Bukhori, akhirnya berhasil mendirikan HMI cabang UI, Depok, yang menganut pemikiran Syiah.
Ketika konflik Sunni-Syiah meletus di Sampang, Madura dia termasuk yang paling vokal menyuarakan bahwa Syiah “ditindas” oleh orang-orang Islam yang tidak memahami ajaran Islam.

Agus Abu Bakar sendiri baru-baru ini menunjukkan jatidiri sebenarnya di seminar Hari Asyuro Syiah yang digelar oleh Ahlul Bait Indonesia (ABI) dengan tema  “Kepahlawanan dan Nasionalisme Untuk Manusia Indonesia Seutuhnya; Peringatan Hari Pahlawan Nasional dan Asyuro Imam Husein” di Gedung Sucofindo Jakarta (08/11/2013) mendapat protes keras dari karyawan Sucofindo.Dan berakhir dengan pengusirannya olah karyawan Sucofindo karena bersikap arogan. Kejadian pengusiran ini bermula saat  anggota dewan Pembina Partai Demokrat  muncul secara tiba-tiba dari pintu utama Gedung Sucofindo ke arah kumpulan karyawan Sucofindo yang melakukan aksi protes.

4.   Sayuti Asyathri: Politikus Syiah Dari Pulau Maluku

Sayuti Asyathri tokoh Syiah kelahiran Ambon ini adalah salah satu pionir organisasi Syiah,Ahlul Bait Indonesia (ABI). Selain dikenal sebagai tokoh Syiah, dia juga pernah menjadi kader PAN dan sekarang berpindah halauan ke PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) dan berhasil menjadi orang no 1 di PDK namun kita patut bersyukur kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, karena PDK gagal menjadi peserta Pemilu 2014.
Media Syiah IRIB, memberitakan bahwa Sayuti Asyathri menghadiri Konferensi yang diadakan Syiah di Iran. Pidato pembukaannya disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Syiah Iran atau Rahbar Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei. Seperti umumnya tokoh-tokoh Syiah di Indonesia, Sayuti Asyathri juga memuji Iran yang menganut ajaran Syiah Rafidhah sebagai negara adidaya. Hal ini bertentangan dengan pernyataan resmi ABI yang menyatakan kalau Syiah di Indonesia adalah Syiah mu’tadilah (Zaidiyah).
Tapi kedustaan dan taqiyah adalah hal yang lumrah dilakukan oleh orang-orang Syiah untuk menarik simpati massa, sekalipun pada kenyataannya Syiah di Indonesia berkiblat ke Iran yang menganut agama Syiah Rafidhah bukan Mu’tadilah.
Sayuti Asyathri juga terlibat sebagai tim sukses silatnas (Silaturahmi Nasional) ABI yang pertama pada tahun  2004 dan menjadi pembicara di silatnas yang ke V tahun 2010 di asrama haji Pondok Gede bersama dengan Hasan Alaydrus, Haidar Bagir, dan tokoh ABI lainnya.
Dia juga menjadi pembicara di Voice of Palestina,sebuah lembaga milik Syiah yang mencoba mencari simpati massa dengan mengangkat isu-isu terkait Palestina, meski pada kenyataannya Zionis dan Syiah bekerja sama melawan kaum muslimin Palestina.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Ir. Sayuti Asyathri
Tempat & Tanggal Lahir : Ambon, 01-Juli-1956
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.SLTA-NI Ujung Pandang lulus 1974
2.S1 FT UI lulus 1986
3.Lemhanas KSA X lulus 2002
RIWAYAT PEKERJAAN
1.Peneliti minyak di PT Mandalika, Jakarta 1987
2.Office Manager Consorsium Bina Manunggal 1989-1991
3.Direktur Sistem Informasi PT OSDA 1991-1997
4.Master of Training for Int Workshop on ‘provision of housing for low income people’ di Bandung
5.Advisor kerjasama dan aliansi badan kemitraan UI dengan PT Rekayasa Industri 1998-1999
RIWAYAT JABATAN PADA LEMBAGA PEMERINTAHAN
1.Wakil Sekretaris Presiden RI
2.Anggota Tim Assistensi Menteri Keuangan, Bidang Desentralisasi Fiskal 2001-2004
PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI
1.Wakil Ketua Umum KAHMI Jaya 1993-1997
2.Anggota Majelis Amanat Rakyat
3.Ketua Dewan Pendiri Sekolah Tinggi Agama Islam Madina Ilmu, Sawangan, Depok 2000
4.Wakil Sekjen ILUNI 2000-2004
5.Anggota Dep.Litbang DPP PAN 1999-2000
6.Koord. Pengendalian Politik Tim Pemenangan Pemilu DPP PAN 1999
7.Anggota MPP DPP PAN 2000-2005
8.Ketua DPP PAN 2005-2010
9.Ketua DPP PDK 2010-….

5.   Zulfan Lindan: Tokoh Syiah Dari Serambi Mekkah

Zulfan Lindan lahir di Aceh 1 November 1956,dia adalah Politisi dari Partai Nasdem,untuk Daerah Pemilihan Aceh II, dan menjadi bakal calon anggota DPR.
Saat ini tinggal di JL.MIMOSA, PEJATEN BARAT, PASARMINGGU, JAKARTA SELATAN, cukup dekat dengan markas besar Syiah ICC (Islamic Cultural Center).
Zulfan Lindan sendiri pernah menjabat Ketua IJABI (2004-2008), sekarang aktif di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) setelah loncat dari PDIP. Sebelumnya pentolan Syiah yang sangat berbahaya ini adalah anggota Komisi IX DPR dari PDI-P. Tahun 2014, dia bakal maju sebagai caleg Partai Nasdem.
Alumni Universitas Jayabaya ini pernah berziarah ke kota suci Syiah Karbala, Irak pada tahun 2011 untuk memperingati arbain Husein bersama rombongan dari Indonesia.
Zulfan berhasil mendirikan HMI cabang UI, Depok, yang menganut pemikiran Syiah dan tercatat pernah aktif membina dan mengkader para mahasiswa dengan doktrin-doktrin Syiah.
Selama beberapa tahun HMI UI dikuasai oleh mahasiswa-mahasiswa Syiah hingga tahun 1995 HMI pecah menjadi dua kubu; yakni kubu pro Syiah dan kubu anti-Syiah. Belakangan kubu anti-Syiah didukung pengurus HMI pusat dan kubu pro-Syiah terdepak dari HMI. Alumni HMI Syiah ini lalu mendirikan FAHMI (Forum Alumni HMI).
Di tahun 2007 mantan politisi dari PDI-P ini mendatangi tempat kediaman Mbah Maridjan di Desa Kinah Rejo, Sleman, Yogyakarta. Maksud kedatangannya adalah untuk memohon restu karena Zulfan berniat maju sebagai calon presiden pada 2009 silam dan untuk mendongkrak popularitasnya, namun obsesinya tersebut gagal terealisasi.
Zulfan juga tercatat sebagai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Penerus Bung Karno yang baru-baru ini mengadakan jumpa pers soal toleransi di Jakarta, Jumat (3/1/2014). Hadir juga dalam acara ini, antara lain Ketua Dewan Syura Ahlul Bait Indonesia (ABI) Umar Shahab mewakili Syiah, Koordinator Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Pendeta Palti Panjaitan, dan Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Jeirry Sumampow.
Yang pada intinya acara itu diadakan untuk mencari simpati massa terhadap kaum Syiah yang dikesankan mereka adalah kaum minoritas yang tertindas

6.   Drs. Muchtar Adam: Pembela Syiah di Garda Terdepan

Drs. Muchtar Adam (lahir di Benteng Selayar, Sulawesi Selatan, 10 September 1939) adalah seorang tokoh masyarakat yang gencar mempropagandakan fiqh lima madzhab dengan menyelipkan ajaran Syi’ah Imamiyah dengan kedok Jakfari diantara madzhab-madzhab fiqh Ahlus Sunnah yang empat, dia juga aktif mendukung pendekatan Sunni-Syiah dengan kata-kata manis “menjalin ukhuwah sunni-syiah”, dia juga pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. 

Muchtar Adam, mantan anggota Muhammadiyah ini adalah salah seorang anggota dewan penasehat IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang berjumlah 12 orang. Jumlah 12 itu melambangkan 12 imam Syiah.
Muchtar Adam adalah dosen UNPAD dan pendiri pesantren Babus Salam di Ciburial, Bandung Utara. Di pesantren ini, Islam diperkenalkan kepada santri melalui lintas madzhab dengan memasukkan ajaran Syi’ah sebagai bagian dari Islam sementara  para ustadz  yang mengajar sebagian adalah lulusan dari Iran yang berakidah Syiah. Dia juga aktif menulis buku-buku yang penuh propaganda Syiah.
Muchtar pernah aktif menjabat sebagai pengurus Muhammadiyah kota Bandung dan sempat menjadi pengurus MUI dan Depag kota Bandung dan hingga akhirnya mendirikan pesantren Babus Salam pada tahun 1981 dan mengelolanya hingga sekarang.
Muchtar Adam tercatat pernah menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, anggota MPR/DPR, hingga Ketua Bidang MUI, Bandung. Jadi jika hari ini kaum Sunni risau melihat Jalaluddin Rakhmat jadi caleg DPR, terkesan terlambat, karena sebelumnya sudah banyak orang Syiah yang jadi anggota DPR seperti Agus Abubakar Alhabsyi dan Zulfan Lindan .
Dia juga menandatangani risalah Depok bersama oknum-oknum dari ormas Islam lainnya yang digagas oleh Syiah Indonesia di Depok, 27 Jumadi Al-Tsaniyah1433 H/ 19 Mei 2012, yang mana risalah itu bertujuan untuk semakin meng”islam”kan Syiah di Indonesia selepas konflik Sampang. Seperti dimuat oleh situs Ijabi “Syiah” berikut ini http://www.majulah-ijabi.org/16/post/2012/10/risalah-depok-tentang-persatuan-umat-islam.html.
Beberapa hari yang lalu tepatnya hari minggu 19/01 Muchtar Adam menghadiri dan mengisi peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Bandung berdampingan dengan tokoh-tokoh Syiah, Jalaluddin Rakhmat (Ketua Dewan Syura IJABI) dan Hasan Daliel Alaydrus (Ketua Ahlul Bait Indonesia) yang lagi-lagi mengusung tema persatuan islam dan ukhuwah islamiyah untuk melegalisasi Syiah yang telah dicap sesat oleh MUI Pusat baru-baru ini melalui bukunya “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”
.Sekilas Mengenai Karier dan Pekerjaan Muchtar Adam yang dirilis oleh Wikipedia:
-Staf Seksi Penerangan Agama Kantor Departemen Agama Kodya Bandung, (1968-1971).
-Kasie Penerangan Agama Islam Kantor Departemen Agama Kodya Bandung, (1976-1981).
-Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Bandung, (1981 sampai sekarang).
-Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Publisistik Universitas Pajajaran Bandung, (1974-1985).
-Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Kejuruan Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pajajaran Bandung.
-Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Psikologi Universitas Pajajaran Bandung
-Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Teknik Sipil Universitas Ahmad Yani Cimahi-Bandung, (1985-1990).
-Anggota DPR/MPR Republik Indonesia, (1999-2004).
Beberapa Karya Tulis Muchtar Adam:
-Tafsir Ayat-ayat Haji: Telaah Intensif dari Pelbagai Mazhab, Bandung, Mizan, 1993.
-Tafsir Salat Safar Lintas Mazhab,Babussalam, Bandung, 1995.
-Tafsir Ayat-ayat Jenazah: Tinjauan dari 5 Mazhab tentang Salat Jenazah, Bandung, Pesantren Al-Quran Babussalam, 1994.
-Jalan Menuju Wahdah Islamiyah Penuh Onak dan Duri: Catatan Perjalanan Ke Iran Mengikuti Muktamar Islam se-Dunia VII untuk Kesatuan Dunia Islam, Bandung, t.p.,1994.
-Perbandingan Mazhab Dalam Islam Dan Permasalahannya, Bandung, Babussalam, 2003.
-Tafsir Mustahik Zakat Lintas Mazhab, Bandung, Makrifat Media Utama, 2011 M.
-Dinamika Perbandingan Madzhab, Bandung, Makrifat Media Utama, 2011.

-Makalah Seminar: Imam Ali Dan Hak Asasi Manusia Dalam Nahjul Balaghah: Tinjauan Tafsir Al-Quran, Seminar Internasional “Imam Ali dan Hak Asasi manusia dalam Nahjul Balaghah”.

7.   Dr. Abdurrahman Bima: Dari Qom,Iran Hingga Menjadi Anggota DPR-RI

Dr. Abdurrahman Abdullah yang dikenal juga dengan nama Dr.Abdurrahman Bima adalah tokoh Syiah yang menggeluti dunia perpolitikan dengan menjadi kader Partai Demokrat.
Saat ini Dr. Abdurrahman Bima menjabat sebagai anggota komisi VI DPR RI dan menjadi ketua kelompok komisi VI fraksi partai demokrat. Alumni Hawzah Ilmiyah Qom,Iran ini juga mencalonkan dirinya pada pemilu 2014 untuk Dapil Nusa Tenggara Barat.
Pada tahun 2011 YAPI Bangil mengadakan acara peringatan maulid nabi dalam acara itu, anggota DPR dari partai Demokrat, Dr. Abdurrahman Bima, yang juga alumni YAPI Bangil memberikan sambutan. Selain itu, Ustadz Hasan Daliel Alaydrus, salah satu pimpinan organisasi Ahlul Bait Indonesia (ABI),  juga tampil sebagai pembicara. Di YAPI Bangil sendiri dikenal sebagai pesantren yang getol mengkader dai-dai Syiah dan menyalurkan santri-santri terbaik ke Qom,Iran seperti Dr. Abdurrahman Bima, mengingat dia adalah salah satu alumni pesantren YAPI Bangil sebelum melanjutkan ke jenjang perkuliahan di jantung kota Syiah,Qom,Iran.
Setelah menyelesaikan S1 di Qom, dia melanjutkan kuliah magister di Punjab University,dan mengambil gelar doktoralnya pada tahun 2008 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diantara karya tulisnya yang kental dengan Syiah adalah Pengaruh Falsafat Dalam Konsep Politik Khomeini.
Selain menjabat sebagai anggota DPR RI,dia juga adalah ketua yayasan Madinatul Ilmi,Depok. Madinatul Ilmi sendiri adalah Sekolah Tinggi Agama Islam yang dikelola oleh tokoh-tokoh Syiah. Dr. Abdurrahman Bima termasuk alumni Qom yang aktif dalam penyebaran Syiah selain Muhsin Labib,Umar Shahab dan Khalid Al Walid.
Menjelang Pemilu 2014 kaum muslimin diminta untuk lebih waspada dari tokoh-tokoh syiah yang mencalonkan dirinya sebagai caleg,terlebih khusus lagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
-Nama Lengkap: Dr. Abdurrahman Abdullah, MA
-Tempat dan tanggal lahir: Tente, Bima, 17-08-1967
-Alamat tempat tinggal: Pesona Khayangan Blok CH No.15 Rt. 06 Rw. 27 Depok, Jawa Barat
-Pendidikan Terakhir: Doktoral (S3) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2008)
-Aktivitas di DPR-RI:
1. Ketua Kelompok Komisi VI Fraksi Partai Demokrat, 2013-2014
2. Pimpinan Pansus RUU Pengawasaan Sediaan Farmasi,  Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, 2012.
3. Anggota Pansus Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian, 2013.
4. Anggota Komisi VI, 2009-2014.
5. Anggota BURT (Badan Urusan Rumah Tangga), 2012-2014.
6. Anggota Pokja KUKM & Investasi, 2009-2012
7. Anggota Panja Gula, 2010-2011.
8. Anggota Panja RUU LKM (Lembaga Keuangan Mikro), 2012.
9. Anggota Panja RUU Koperasi, 2010-2012.
10. Anggota Panja RUU Resi Gudang, 2012.
11. Anggota Panja IPO Krakatau Steel, 2011.
12. Anggota Panja RUU Perdagangan, 2012-2014.
13. Anggota Panja Privatisasi BUMN, 2012.
14. Anggota Panja MDG’s (Millenium Development Goals), 2011.
-Pengalaman Organisasi:
a. Delegasi pada pertemuan Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF), Singapura, 2010
b. Steering Committee BKSAP untuk Asia Parliamentary Assembly (APA), Bandung 2009
c. Delegasi pada pertemuan Asean Parliamentary Assembly (APA), Bandung 2009
d. Wakil Ketua Kelompok Komisi VI Fraksi Partai Demokrat, DPR-RI, 2009-2013
e. Anggota Kelompok Kerja Bidang Koperasi dan UKM dan BKPM Komisi VI DPR-RI, 2009-2012
f. Anggota Kelompok Kerja Bidang Perdagangan, 2012-2014
g. Anggota Badan Kerjasama Antar-Parlemen, DPR-RI, 2009-2012
h. Anggota Badan Urusan Rumah Tangga, DPR-RI, 2012-2014
i.  Koordinator Wilayah NTB, NTT dan Bali Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden 2009
j.  Koordinator Wilayah NTB Partai Demokrat, 2005-2014.
k. Ketua Departemen Agama DPP Partai Demokrat, 2005-2010
-Pengalaman Pekerjaan:
a. Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, Th.2009-2014
b. Direktur Utama PT. Alam Pesona Wisata, Th.2008-2009
c. General Manager Klub Pesona Khayangan Depok, Th.2008-2009
d. Komisaris PT. Madina Iman Wisata Jakarta, Th. 2002 – 2005
e. Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Th. 2001 – 2002
f.  Dosen Universitas Paramadina Mulya Jakarta, Th. 2001 – 2003
g. Direktur PT. Madina Pesona Niaga (MAPAN), Th.2000-2009

h. Dosen di STAI Madinatul Ilmu, Depok

8.   Dedy Djamaluddin Malik: Tokoh Syiah Dari PDI-P

Dedy Djamaluddin Malik (lahir di Bandung, 25 Desember 1957; umur 56 tahun) adalah Anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan KHR A. Ma’mun Abdul Mu’in dengan Nyi RH Imas Siti Masitoh.

Dedy Djamaluddin Malik terpilih sebagai anggota DPR RI (2005 – 2009) dari daerah pemilihan Bandung II, sebagai anggota Komisi I (Hankam, Luar Negeri dan Informasi) pada Fraksi FPAN.
Untuk pemilihan umum 2014 anggota legislatif mendatang, Dedy Djamaluddin Malik dicalonkan kembali oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari daerah pemilihan Jawa Barat I (Kota Bandung dan Cimahi) pada nomor urut 2. Dan ternyata PDI-P menjadi sarang untuk para tokoh Syiah dan JIL seperti Jalaluddin Rakhmat dan Zuhairi Misrawi.
Dedy Djamaluddin termasuk aktif menyerukan ajaran Syiah baik lewat lisan maupun tulisan karena dia dikenal sebagai pakar komunikasi seperti koleganya kang Jalal. Dedy sendiri menjabat sebagai anggota dewan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) untuk wilayah Jawa Barat, organisasi Syiah terbesar di Indonesia yang mendapat kucuran dana dari Republik Syiah Iran.
Alumni S1 Fikom Universitas Padjadjaran 1983, disusul gelar S2 pada tahun 1993 dengan tesis yang kemudian dibukukan : “Zaman Baru Islam Indonesia ; Pemikiran dan Aksi Politik Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Nurcholis Madjid dan Jalaluddin Rakhmat”. Bukunya yang lain diantaranya “Komunikasi Internasional” (Rosda karya, 1994), “Komunikasi Persuasif”, “Hegemoni Budaya” (Bentang Yogyakarta, 1997), “Peradaban Komunikasi”, dll.
Ia juga sering menulis artikel di berbagai media lokal dan nasional seperti HU Pikiran Rakyat, Republika, Pelita, Merdeka, dll. Kolom-kolomnya pun beberapa kali muncul di majalah Gatra, Ummat dan Risalah Persis.
Sejak 2002 Dedy dipercaya TVRI Jabar dan Banten selaku organizer dan pemandu acara Bruk-Brak, talkshow seni, wisata dan budaya sunda ; yang diselenggarakan atas kerjama STIKOM Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, HU Pikiran Rakyat dan TVRI Jabar dan Banten.
Pada tahun 2009 Dedy menjadi caleg DPR PAN di Jabar II pada Pemilu 2009, namun tidak mendapatkan kursi, dan meminta Mahkamah Agung membatalkan aturan alokasi kursi.
Kini Dedy juga menjabat Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Komuikasi Indonesia (ISKI) Pusat, Koordinator Majelis Sinergi Kalam ICMI Jabar, Pengurus Korps Alumni HMI Jabar, Sekretaris Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jabar dan Direktur Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Komunikasi (LP3K).
Untuk pengembangan disiplin ilmu dia pernah menjadi anggota Speech Communication Association (SCA), International Communication Association (ICA), Asian Mass Communication Research and Information Center (AMIC), dan International Public Relation Association (IPRA).
Kesyiahan Dedy Djamaluddin bisa kita lihat ditulisannya, yang mana dia mengakui keberadaan Mushaf Fathimah yang diklaim oleh orang-orang Syiah 3 kali lebih besar dari Al Qur’an kaum Muslimin.
Berikut ini saya nukilkan pernyataan Dedy tersebut:
“Imam Ali dan para pengikutnya menaruh perhatian terhadap masalah ini sejak awal. Hal pertama yang diperintahkan oleh Ali adalah menulis Al-Quran secara utuh yang dilakukannya setelah wafatnya Nabi, sesuai urutan kronologis turunnya wahyu. Dalam penulisan itu, dia pun menunjukkan ayat-ayat yang amm atau khashsh, mutlaq atau muqayyad, muhkam atau mutasyabih.Setelah proses kompilasi (ayat-ayat) itu, dia mulai menghimpun sebuah buku untuk Fatimah. Setelah itu, dia menulis buku yang kemudian dikenal sebagai Shahifah/Mushaf, selengkapnya ada di http://www.al-shia.org/html/id/page.php?id=607.
Pernyataan dia ini tentu saja menistakan Al Qur’an kaum Muslimin dan meragukan keotentikan Al Qur’an yang sama artinya dengan mengkafiri Al Qur’an.
Berikut ini sekelumit daftar riwayat hidup Dedy Djamaluddin Malik:
Nama : Drs. DEDY DJAMALUDDIN MALIK, M.Si
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 25 Desember 1957
Alamat Domisili: Jl. Cisitu Indah 4 No 17 Dago,Coblong,Bandung
Riwayat Pendidikan: a. SDN Raya Barat Bandung
                           : b. SMP Filial Cimahi
                           : c. SMA 8 Buah Batu Bandung
                           : d. FIKOM Unpad
                           : e. Pasca Sarjana Unpad
Riwayat Pekerjaan: a. Wartawan Forum Bandung
                          : b. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung
                          : c. Humas Unpas Bandung
                          : d. PP 1 Fikom Uninus Bandung
                          : e. Anggota DPR RI 2004-2009 (Fraksi PAN)
                          : f. Direktur Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Komunikasi
Riwayat Organisasi        : a. Mantan Ketua DPP PAN
                                  : b. Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Bandung
                                  : c. Dewan Penasehat Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) Jabar
Nama Partai Politik : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Provinsi / Dapil : JAWA BARAT 1 (Bandung & Cimahi) No Urut 2
Profil dari situs KPU: pdf/31381-dedy-djamaluddin-malik.pdf

Sekali lagi kaum Muslimin Indonesia harus lebih jeli terhadap keberadaan tokoh-tokoh Syiah di kancah politik.

9.   Lestari Yuseno: Caleg DPR-RI Sekaligus Istri Tokoh Syiah

Lestari Yuseno istri dari tokoh Syiah Agus Abu Bakar Alhabsyi ini kini tercatat sebagai caleg DPR-RI dari Partai Demokrat dengan nomor urut  3 pada Pemilu 2014 mendatang untuk daerah pemilihan (Dapil) Jabar VI (Kota Bekasi-Kota Depok).

Perempuan kelahiran Kuningan Jawa Barat tahun 1970  ini disinyalir mengadopsi aqidah Syiah sebagaimana sang suami Agus Abubakar Arsal Al Habsy yang menjadi salah satu pengusung bendera Syiah di perpolitikan Indonesia.
Lestari selama ini dikenal aktif membina Majelis Ta’lim di Kota Bekasi. Malah sudah puluhan tahun, dia memimpin Majels Ta’lim, dan melakukan berbagai kegiatan kegiatan sosial lainnya  di Kota Bekasi dan sekitarnya termasuk di Kota Depok.
Bagi Lestari, meskipun tergolong baru terjun dalam politik praktis, bukan berarti dia buta sama sekali soal politik. Maklumlah, selama ini, Lestari memang selalu mendampingi  suami dalam kegiatan Partai  Demokrat. Karena, sang suami saat ini memang tercatat sebagai Anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat.
Saat ditanya mengenai mengapa dirinya tertarik  masuk ke Partai Demokrat? Dia menjawab, dari awal dirinya memang sudah di  Partai Demokrat. “Bahkan, ketika Partai Demokrat ini baru berdiri saya sudah masuk ke partai ini. Saya tertarik karena partai ini berideologi nasionalis dan religius. Karena dengan ideologi nasionalis dan religius kita bisa merangkul semua golongan yang ada di lingkungan kita, mengingat masyarakat kita adalah masyarakat yang heterogen (majemuk),”katanya.
Terkait dengan akidah Syiah yang dianut oleh nenek dari dua cucu, berikut ini sebuah doa yang ditulisnya di twitter:
Lestari Yuseno ‏@Lestariyuseno  11 Dec 2011
Menunggu dengan harap cemas…apa lg yg akan terjadi kemudian…?! Adrikni Ya Husein, Adrikni ya Fattimattuzahra, adrikni Ya Karim….
Doa yang diucapkan oleh ibu Lestari tersebut penuh dengan kesyirikan karena dia berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walaupun kami Ahlussunnah mencintai Imam Husain, tapi kami tidak akan melanggar batas yang telah ditetapkan oleh kakeknya, Rasulullah, yang telah bersabda : “ janganlah kalian berlebihan dalam memujiku seperti kaum Nasrani berlebihan dalam memuji Isa bin Maryam, tapi cukup katakanlah : Muhammad adalah Hamba Allah dan RasulNya”
Ahlussunnah tidak berdoa dan meminta pertolongan pada Imam Husain dan Ahlul bait dengan alasan menghormatinya  , karena Allah melarang kami berbuat demikian. Ahlussunnah tidak memperlakukan Nabi dan Ahlul baitnya seperti memperlakukan Allah, sebagaimana kaum Nasrani menyekutukan Allah dengan Isa dan Maryam yang akhirnya menjadikan mereka berdua sebagai tuhan selain Allah. Ahlussunnah beranggapan bahwa Ahlul Bait tidak memiliki posisi dan kewenangan yang hanya dimiliki para Nabi, seperti kemaksuman dan kewenangan membuat syariat baru, yang hanya dimiliki oleh para Nabi sebagai penyampai Risalah Allah. Ahlussunnah meyakini bahwa Ahlul Bait adalah pengikut Nabi yang terbaik dan penyampai dakwah Nabi Muhammad, kita semua mengetahui bahwa Ahlul Bait adalah manusia biasa, tapi mereka adalah manusia-manusia terbaik. Namun ahlul bait tidak pernah merasa bahwa menjadi kerabat Nabi adalah jaminan keselamatan di akhirat, seperti anggapan sebagian orang yang mengaku keturunan Nabi saat ini. Ahlul Bait adalah mereka yang paling keras membela Islam dan paling depan dalam melaksanakan ajaran Islam, seperti dijelaskan Imam Ali Zainal Abidin : Aku berharap Allah akan memberi pahala dua kali lipat bagi ahlul bait yang berbuat baik, namun takut Allah akan memberi dosa dua kali lipat bagi ahlul bait yang berbuat dosa.
Dan berikut ini beberapa contoh lain ungkapan fanatisme ibu Lestari Yuseno terhadap agama Syiah:
Lestari Yuseno ‏@Lestariyuseno  21 Jan 2012
Subhânaka Yâ lâ ilâha illâ anta, alghauts, alghauts, alghauts, shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, khallishnâ minan nâri Yâ rabb…
Lestari Yuseno ‏@Lestariyuseno  11 Dec 2011
Semoga ada Mu’jizat dariMu ya Rabb, hamba sangat yakin dengan Tangan dan kuasaMu dan dgn semangat Syahadah Imam Husein…membuatku tegar..
Lestari Yuseno Abubakar
14 November 2013
Setiap Hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala,..
Tidak Ada yang lebih dirindukan Bagi seorang mukmin sejati melainkan Syahadah…
Syahadah Husein as adalah teladan abadi kemanusiaan…
Lestari Yuseno ‏@Lestariyuseno  11 May 2012
Selamat berbahagia atas hari kelahiran Penghulu wanita semesta alam sepanjang masa, Sayyidah Fathimah Az-Zahra as, Putri Rasulullah SAW
Lestari Yuseno ‏@Lestariyuseno  11 Dec 2011
“Wahai Manusia, jika Kalian tidak (lagi) Beriman kepada Allah dan Hari akhirat maka paling tidak jadilah manusia merdeka, ksatria” (Imam Husein as)
Sekilas tentang riwayat hidup ibu Lestari Yuseno:
-Hj Lestari Yuseno, SH (Kuningan, Jabar, 13 Juni 1970)(P)(Bekasi)
-Istri anggota Dewan Pembina Demokrat/tokoh Syiah Indonesia  Agus Abubakar Arsal al-Habsyi
-Pendidikan Terakhir : S1, Sarjana Hukum Univ. Indonusa Esa Unggul, Jakarta tahun 2008
-Pengurus Yayasan Bayt al-Hikmah Bekasi
-Pengacara di Kantor Pengacara Wiwiek Sugiarti
-Mantan Dirut PT Alphatari Prima Mandiri (pemasok peralatan medis) Jakarta.
Informasi tentang daftar riwayat hidup selengkapnya bisa anda dapatkan di http://dct.kpu.go.id/images/dokumen/DPR/3206/07/03.pdf. (iz/dari berbagai sumber)
(nahimunkar.com)
(Dibaca 31.948 kali, 3 untuk hari ini)