Komarudin Hidayat Pendukung Anand Krishna dan Akrab dengan Lia Eden, Akan Jadi Menteri?

Orang bermasalah terhadap Islam, bahkan berdusta atas nama Al-Qur’an, sama sekali tidak layak untuk dibiarkan memegang jabatan di negeri terbesar penduduk muslimnya yakni Indonesia. Dalam kasus yang nyata, Komaruddin Hidayat telah berdusta atas nama Al-Quran. Di antaranya dapat disimak tulisan Komaruddin Hidayat berupa kata pengantar buku yang ditulis Anand Krishna (Anand Krishna kini divonis hukuman penjara 2,5 tahun dalam kasus pelecehan sex).

Kuitipan tulsian Dr Komaruddin Hidayat: Saya melihat dalam buku ini bangunan argumentasi reinkarnasi diambil dari ayat Al Qur’an yang digabung dengan hasil telaah ayat-ayat kehidupan. Hal. Xi – Kata Pengantar Komaruddin Hidayat  dalam buku ISLAM ESOTERIS Kemuliaan dan keindahannya, Karya: Anand Kreshna.

Bantahan: Reinkarnasi yang bahasa Arabnya at-tanaasukh adalah kepercayaan tentang kembalinya ruh ke bumi lagi setelah wafatnya, dan berpindah kepada jasad lainnya. (Dr A Zaki Badawi, A Dictionary of The Social Science, Librairie Du Liban, Beirut, cetakan I, 1978, halaman 351). Reinkarnasi itu bicara tentang ruh, dan kepercayaan semacam itu sama sekali tidak sesuai dengan Islam. Betapa beraninya doktor ini bicara tentang ruh, padahal Nabi Muhammad saja dipesan oleh Allah bahwa tentang ruh itu adalah termasuk urusan Allah. Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Israa’/ 17:85).

Komaruddin Hidayat berani berbicara serampangan, bahwa Al-Qur’an dia anggap jadi rujukan bangunan arugementasi reinkarnasi, maka betapa lagi dalam hal-hal lainnya. Astaghfirullaahal ‘adhiem.

Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Surga dan neraka itu adalah ciptaan manusia.hal. xvi– Kata Pengantar Komaruddin Hidayat  dalam buku ISLAM ESOTERIS Kemuliaan dan keindahannya, Karya: Anand Kreshna.

Tanggapan: Allah menamakan surga atau jannah dengan nama-nama yang Dia jelaskan dalam Al-Qur’an yaitu: Firdaus (QS 18:107; 23:11), ‘Adn (QS 9:72; 13:23; 16:31), Na’iim (QS 5:65; 22:56; 52:17), Daarus Salaam (QS 6:127), Ma’wa (QS 3:151; 3:162). Sedang neraka dinamakan: Neraka Jahim (QS 3:119), Jahannam (QS 3:12), Sya’iir/ yang membakar (QS 4:10), Saqor/ yang menghanguskan (QS 54:48), Huthomah/ yang menghancurkan (QS 104:4), Hawiyah/ api yang menyala-nyala (QS 101:9), Ladho/ yang membakar (QS 70:15). Surga manakah yang ciptaan manusia, dan neraka manakah yang ciptaan manusia pula dari nama-nama itu? Betapa rancunya perkataan doktor alumni Turki yang termasuk pemimpin di Yayasan Paramadina Jakarta dan orang kesayangan mendiang Harun Nasution di IAIN Jakarta ini. Apakah dia sudah menciptakan surga untuk keluarga dan muqollid-muqollidnya, dan neraka untuk lawan-lawannya?

Sekali lagi, untuk berbicara masalah ghaib haruslah dengan landasan wahyu. Tidak bisa asal berucap.

Orang yang telah terang-terangan berdusta atas nama Al-Qur’an ini sekarang jadi calon menteri agama.

Sebagaimana dilansir tempo.co, Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa dicalonkan sebagai Menteri Koperasi. Adapun Yuddy Chrisnandi akan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Untuk posisi Menteri Tenaga Kerja, Marwan Ja’far bersaing dengan Suharso Monoarfa. Bila Suharso masuk, Lukman Hakim Saifuddin terlempar dari kursi Menteri Agama. Pengganti Lukman adalah Komaruddin Hidayat. (Formasi Rampung, Jokowi Stop Panggil Calon Menteri, TEMPO.CO, Jakarta, Jum’at, 24 Oktober 2014 | 12:51 WIB).

Berikut ini bukti nyata, Komaruddin Hidayat menodai Islam lewat tulisannya di kata pengantar buku Anand Krishna.

Anand Kreshna Menohok Islam & Menyesatkan Ummat

Beberapa kutipan dari buku ISLAM ESOTERIS Kemuliaan dan keindahannya
Karya: Anand Kreshna
(Penyelaman spritual Anad Kreshna bersama Achmad Chodjim, Moulana Wahiduddin Khan)
Kata Pengantar: Dr. Komaruddin Hidayat
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ungkapan-ungkapan Anand Kreshna dan pemberi kata pengantar yang bertentangan dengan Islam atau mengaburkan aqidah, langsung kami sertai tanggapan atau sanggahan sebagai berikut:

1. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: – Bahkan kita melihat sentimen dan simbul keagamaan malah menjadi bagian dari pemicu dan konflik-konflik.
– Jangan-jangan agama malah menjadi bagian dari penyebab krisis ini? Hal.x
Tanggapan: Selayaknya kalimat seperti itu hanya keluar dari mulut orang yang menentang Tuhan atau ragu dengan agamanya sendiri. Dia anggap, orang baru benar dalam beragama kalau tanpa sentimen agama dan tanpa simbul agama. Padahal, orang tak beragama alias kafir pun justru sangat tinggi sentimen kekafirannya, dan fanatik pada simbul kekafirannya. Kalau berani melepas sintemen dan simbul kekafirannya, berarti dia rela untuk mengikuti agama. Kenapa orang beragama justru harus melepaskan sentimen dan simbul keagamaannya? Haruskah mengikuti dan bahkan menjadi orang kafir yang tidak dipersoalkan dalam memegangi sentimen kekafiran dan simbul kekafirannya, karena sentimennya itu bukan sentimen agama tetapi sentimen kekafiran? Mewakili siapakah doktor yang pejabat tinggi di Departemen Agama ini dalam berbicara seperti itu?

2. Kutipan tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Saya melihat dalam buku ini bangunan argumentasi reinkarnasi diambil dari ayat Al Qur’an yang digabung dengan hasil telaah ayat-ayat kehidupan. Hal. xi
Bantahan: Reinkarnasi yang bahasa Arabnya at-tanaasukh adalah kepercayaan tentang kembalinya ruh ke bumi lagi setelah wafatnya, dan berpindah kepada jasad lainnya. (Dr A Zaki Badawi, A Dictionary of The Social Science, Librairie Du Liban, Beirut, cetakan I, 1978, halaman 35

1). Reinkarnasi itu bicara tentang ruh, dan kepercayaan semacam itu sama sekali tidak sesuai dengan Islam. Betapa beraninya doktor ini bicara tentang ruh, padahal Nabi Muhammad saja dipesan oleh Allah bahwa tentang ruh itu adalah termasuk urusan Allah. Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Israa’/ 17:85).
Kalau terhadap roh yang jelas-jelas Nabi Muhammad dipesan seperti itu saja doktor ini berani berbicara serampangan, bahwa Al-Qur’an dia anggap jadi rujukan bangunan arugementasi reinkarnasi, maka betapa lagi dalam hal-hal lainnya. Astaghfirullaahal ‘adhiem.

3. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Allah Maha Adil, Maha Kasih dan sekali-kali tidak akan menghukum manusia kecuali manusia sendiri yang menghukum dirinya. Tuhan tidak akan memasukkan hambanya ke neraka.hal. xii
Bantahan: Perkataan doktor ini coba kita bandingkan dengan ayat Al-Qur’an, yang artinya: “ Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolong pun.” (QS Ali Imraan: 192).
Dalam ayat itu jelas Allah lah yang memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke neraka.

4. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Sekarang ini adalah akhirat dari kehidupan sebelumnya dan merupakan dunia bagi kehidupan yang akan datang. Hal. Xiii.
Tanggapan: Perkataan itu apakah dimaksudkan untuk tidak percaya hari akherat, hari dibalasnya amal yaitu hari qiyamat? Pertanyaan ini perlu diajukan, karena tulisan doktor itu adalah sebagai kata pengantar dari buku Anand Kreshna yang belum tentu dia percaya akherat atau hari qiyamat. Sedang pengantar yang model seperti itu ikut pula menjerumuskan pembaca untuk tidak percaya akherat/ qiyamat. Atau memang sengaja demikian?

5. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Dikatakan dalam Al Qur’an bahwa surga itu berjenjang , Sedangkan neraka adalah sebuah kejahatan …sedangkan surga dan neraka adalah suasana batu dan nasib kehidupan itu sendiri.Hal. xv
Tanggapan: Sekali lagi, apakah ini sengaja untuk menggiring pembaca agar tidak percaya surga dan neraka yang akan menjadi tempat bagi manusia di hari qiyamat kelak? Betapa beraninya bermain-main kata seperti itu, padahal menyangkut wilayah aqidah, wilayah ghaib, yang hanya bisa kita berbicara kalau berlandaskan wahyu Allah SWT.

6. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Surga dan neraka itu adalah ciptaan manusia.hal. xvi
Tanggapan: Allah menamakan surga atau jannah dengan nama-nama yang Dia jelaskan dalam Al-Qur’an yaitu: Firdaus (QS 18:107; 23:11), ‘Adn (QS 9:72; 13:23; 16:31), Na’iim (QS 5:65; 22:56; 52:17), Daarus Salaam (QS 6:127), Ma’wa (QS 3:151; 3:162). Sedang neraka dinamakan: Neraka Jahim (QS 3:119), Jahannam (QS 3:12), Sya’iir/ yang membakar (QS 4:10), Saqor/ yang menghanguskan (QS 54:48), Huthomah/ yang menghancurkan (QS 104:4), Hawiyah/ api yang menyala-nyala (QS 101:9), Ladho/ yang membakar (QS 70:15). Surga manakah yang ciptaan manusia, dan neraka manakah yang ciptaan manusia pula dari nama-nama itu? Betapa rancunya perkataan doktor alumni Turki yang termasuk pemimpin di Yayasan Paramadina Jakarta dan orang kesayangan mendiang Harun Nasution di IAIN Jakarta ini. Apakah dia sudah menciptakan surga untuk keluarga dan muqollid-muqollidnya, dan neraka untuk lawan-lawannya?
Sekali lagi, untuk berbicara masalah ghaib haruslah dengan landasan wahyu. Tidak bisa asal berucap.

7. Kutipan dari tulisan Anand Kreshna: Jika shalat itu memang untuk mempersatukan kita dengan tuhan, dengan Allah, dengan Widi, Tao, Bapak di surga apapun nama yang kita berikan kepadanya maka cara shalat tidak perlu dipermasalahkan lagi. hal. 1
Tanggapan: Anand Kreshna ini di samping memasarkan faham sesat berupa pluralisme, apakah ia ingin jadi nabi atau sekalian jadi Tuhan? Rupanya Anand sangat menginginkan agar manusia terlepas dari syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya, dan agar Muslimin jadi murtad mengikuti Anand Kreshna saja. Satu propaganda yang amat berbahaya dan mengajak ke neraka, sebagaimana iblis dengan wadyabalanya para syetan yang menggoda manusia untuk menyeretnya ke neraka. (nahimunkar.com on 12 March 2010).

Sumber: Buku Berjudul Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan – Karya H Hartono Ahmad Jaiz – Pustaka Al-Kautsar, JAKARTA

***

Komarudin Hidayat dari UIN Jakarta adalah orang yang disebut di Suara Islam Online sebagai orang Islam yang memusuhi Islam.

Dalam jejak rekamnya, Komarudin Hidayat justru telah menodai Islam, di antaranya memberi kata pengantar buku Anand Krishna, yang sangat merusak pemahaman Islam. Anand Krishna sendiri adalah orang kafir, namun menulis buku keislaman, dan di antaranya diberi kata penganar oleh Komarudin Hidayat seperti tersebut.

Disamping itu, Komarudin Hidayat juga akrab dengan Lia Eden, pelopor aliran sesat dan pernah divonis penjara, sampai ada wahyu Lia Eden berkaitan dengan Komarudin Hidayat.

Dalam suatu diskusi yang menghadirkan Anand Krishna di IAIN (kini UIN) Jakarta, Komarudin Hidayat membela faham Anand Krishna yang kafir itu, hingga ada orang yang memprotes, hingga diskusi itu harus dibubarkan, menurut penuturan Dr Daud Rasyid beberapa tahun yang lalu. Dan ternyata kemudian memang Komarudin menulis kata pengantar di buku Anand Krishna.

Apakah tidak ada orang lain yang masih layak untuk menduduki jabatan menteri, bila Komar yang seperti itu masih dipakai?

Sebelum ini telah muncul sorotan sebagai berikut.

 ***

Muncul di Nominasi Kabinet Jokwi-JK, Orang yang Terlibat Kasus Anand Krishna

By nahimunkar.com on 23 September 2014

Anand Kreshna mengacak-acak Al-Qur’an tapi dipuji Nasaruddin Umar.

Yang muncul di nominasi kabinet Jokowi-JK bukan hanya tokoh komunis, pembela aliran sesat Ahmadiyah (Azyumardi Azra), dan penghalal homosex (Musdah Mulia); namun ada juga yang terlibat kasus Anand Kreshna.
Anand Kreshna belakangan divonis penjara karena kasus pelecehan sex. Anand ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang muridnya, Tara Pradipta Laksmi. Lalu Anand duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Pada 22 November 2011, majelis hakim PN Jaksel yang diketuai oleh Albertina Ho memvonis Anand bebas. Anand tidak terbukti melakukan perbuatan asusila sebagaimana yang didakwakan. Jaksa lalu kasasi ke MA dan Anand dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. (bilal/arrahmah.com, Kamis, 11 Zulqa’dah 1433 H / 27 September 2012 11:26).

Sejatinya Anand Krishna punya kasus lain pula. Orang musyrik bukan Islam itu menohok Islam dan menyesatkan Umat Islam dengan buku-buku yang dia tulis dan diterbitkan oleh Gramedia kelompok Kompas.

Anehnya, buku-buku Anand Kreshna yang merusak Islam itu justru diberi kata pengantar dan dipuji oleh orang-orang yang memang dikenal sebagai pentolan-pentolan liberal. Di antara yang terlibat kasus Anand Kreshna itu adalah Komaruddin Hidayat (kini dia jadi Rektor UIN Jakarta) yang kini muncul di nominasi kabinet Jokowi-JK, bahkan untuk Kementerian Agama. Bagaimana pula kalau nanti akan bergabung dengan orang yang sudah disebut-sebut dalam sidang kasus korupsi pengadaan Al-Qur’an yang menghebohkan itu. Siapa dia? Nasarudin Umar lah orangnya yang ternyata terlibat pula dalam kasus Anand Kreshna ini (uraiannya ada di bawah), namun kini dia masih nangkring di Kementerian Agama. Padahal waktu heboh kasus pelecehan sex, Anand Kreshna justru bertandang ke Nasaruddin Umar (lihat foto tersebut di atas).

Seberapa keterlibatan Komaruddin Hidayat dan Nasarudin Umar dengan Anand Kreshna dalam merusak Islam dan menjerumuskan Umat.

***

Formasi Rampung, Jokowi Stop Panggil Calon Menteri

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo akan menghentikan pemanggilan terhadap calon-calon menteri pada hari ini, 24 Oktober 2014. Menurut mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Wijayanto, penyusunan formasi calon menteri hampir rampung sejak kemarin sore. (Baca: Rahasiakan Nama Menteri, JK Main Kucing-kucingan)

“Sembilan puluh sembilan persen sudah selesai,” kata Andi, Kamis, 24 Oktober 2014. Ia menjelaskan, latar belakang calon menteri telah dikonsultasikan pemerintah kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari 42 calon yang dilaporkan, Jokowi akan memilih 34 di antaranya sesuai dengan batas pos kementerian yang diatur dalam Undang-Undang Kementerian Negara. (Baca: Jadi Calon Menteri Pariwisata, Ini Rekam Jejak Susi)

Sampai kemarin sore, Jokowi dikabarkan mencoret Luhut Pandjaitan. Posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang semula disediakan buat Luhut dialihkan ke Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto. Ryamizard Ryacudu berpeluang besar mengisi posisi Menteri Pertahanan dengan menyingkirkan Budiman—keduanya mantan Kepala Staf Angkatan Darat. (Baca: Jokowi Panggil Anies Baswedan ke Istana)

Menurut pejabat yang mengetahui penyusunan kabinet ini, Rini Soemarno dicalonkan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara. Adapun Puan Maharani didapuk sebagai Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Perwakilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang lain, T.B. Hasanuddin, menjadi Menteri Dalam Negeri. Sedangkan kursi Menteri Keuangan bakal diduduki Bambang Brodjonegoro.

Kuntoro Mangkusubroto tertendang dari posisi calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Penggantinya adalah Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso. Sedangkan Ignasius Jonan, Pratikno, dan Anies Baswedan aman di posisi mereka masing-masing sebagai Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi, serta Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa dicalonkan sebagai Menteri Koperasi. Adapun Yuddy Chrisnandi akan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Untuk posisi Menteri Tenaga Kerja, Marwan Ja’far bersaing dengan Suharso Monoarfa. Bila Suharso masuk, Lukman Hakim Saifuddin terlempar dari kursi Menteri Agama. Pengganti Lukman adalah Komaruddin Hidayat.

Jokowi mengantongi dua nama untuk posisi Jaksa Agung: Muhammad Yusuf dan Widyo Purnomo. Keduanya merupakan pejabat internal. Adapun pos Menteri Kehutanan akan diisi kader NasDem, Siti Nurbaya. Ferry Mursyidan Baldan, juga dari NasDem, bakal menjadi Menteri Agraria. Jum’at, 24 Oktober 2014 | 12:51 WIB

 

(nahimunkar.com)