JAKARTA, KOMPAS.com — Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi I Wayan Sudirta mengaku pernah mengerahkan 600-an pendeta saat presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berkampanye di Bali, beberapa waktu lalu. Wayan mengaku bahwa dia mengerahkan para pendeta tersebut agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya kepada Jokowi, yang ketika itu tengah mencalonkan diri.

“Saat dia (Jokowi) kampanye, saya minta agar aspirasi para pendeta didengar,” kata Wayan saat mengikuti tes wawancara Panita Seleksi Calon Pimpinan KPK di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Wayan menjawab pertanyaan anggota panitia seleksi (pansel) yang mengonfirmasikan informasi masyarakat kepadanya. Pansel mendapat laporan masyarakat bahwa Wayan berhasil mengerahkan 600-an pendeta dalam waktu singkat.

Anggota pansel, Imam Prasodjo, lantas bertanya apakah Wayan juga mengerahkan para pendeta di Bali ketika calon presiden lainnya, Prabowo Subianto, berkunjung dalam masa kampanye pemilihan presiden. Wayan menjawab bahwa Prabowo ketika itu tidak menghubunginya.

“Waktu itu Pak Prabowo tidak ada kontak dengan kita, tetapi ada beberapa teman saya mengaku sudah menghubungi Pak Prabowo. Saya menunggu-nunggu ada enggak program yang disetujui. Saya mengundang pendeta, tetapi jangan sampai mereka diperalat,” tutur Wayan.

Kendati demikian, Wayan membantah disebut sebagai relawan Jokowi. Dia mengaku independen dan tidak memihak partai atau kandidat presiden mana pun. Menurut Wayan, relawan Jokowi baru terbentuk setelah pengerahan pendeta tersebut.

“Waktu itu relawan baru merintis, akan membentuk. Setelah pertemuan itulah relawan diresmikan. Waktu itu belum ada relawan,” ujar dia.

Pada 2010, Wayan pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK. Ketika itu, independensi dia dipertanyakan. Wayan pernah diusung PDI-P sebagai calon bupati Karangasem pada 2009, berpasangan dengan Wayan Astawa. Namun, keduanya gagal memperoleh kemenangan pada Pemilukada Karangasem yang digelar pada awal bulan Mei 2010.

Dalam wawancara hari ini, Wayan mengakui pencalonan tersebut. Seusai wawancara, Wayan yang juga pernah menjadi advokat ini kembali menegaskan bahwa dia independen. “Saya kawan semuanya karena saya independen, saya enggak pernah jadi tim pemenangan, saya tidak pernah berpihak, alumnus LBH, tidak pernah berpihak,” kata Wayan kepada media.

Penulis : Icha Rastika
Editor : Ana Shofiana Syatiri

http://nasional.kompas.com, Kamis, 9 Oktober 2014 | 12:47 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.281 kali, 1 untuk hari ini)