Capal…

Model beginian banyak yang pake tanpa sadar

Tulisan ini semoga menyadarkan

Aamiin

Sandal Nabi alias Capal. Simbol replika sandal Nabi yang dianggap sakti mandraguna, jimat kebanggaan. Diyakini oleh banyak para ngustadz2 di negeri ini termasuk UAS, terbukti ia membawa simbol ini pada selempangan kain di bahunya. Perbuatan ini jelas menyimpang dari pemahaman Nabi kita tercinta Shallallahu Alaihi Wassalam.

Semoga kamu bukan termasuk gank Capal. Na’udzubillah.
—-
Simak nukilan berikut,

Dari Al Ustadz Yazid bin Qadir Jawaz


Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ.

Sesungguhnya jampi, jimat dan tiwalah adalah syirik.’” [2]

Tiwalah adalah sesuatu yang digunakan oleh wanita untuk merebut cinta suaminya (pelet) dan ini dianggap sebagai sihir.

Jimat diharamkan oleh syari’at Islam karena ia mengandung makna keterkaitan hati dan tawakkal kepada selain Allah, dan membuka pintu bagi masuknya keperacayaan-kepercayaan yang rusak tentang berbagai hal yang ada pada akhirnya menghantarkan kepada syirik besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ.

Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.”[3]

Dengan membolehkan jimat dari ayat Al-Qur-an, sebenarnya kita telah membuka peluang menyebarnya jimat dari jenis pertama yang jelas-jelas haram. Maka, sarana yang dapat mengantar kepada perbuatan haram mempunyai hukum haram yang sama dengan perbuatan haram itu sendiri. Ia juga menyebabkan tergantungnya hati kepadanya, sehingga pelaku-nya akan ditinggalkan oleh Allah dan diserahkan kepada jimat tersebut untuk menyelesaikan masalahnya.

Selain itu, pemakaian jimat dari Al-Qur-an juga mengandung unsur penghinaan terhadap Al-Qur-an, khususnya di waktu tidur dan ketika sedang buang hajat atau sedang berkeringat dan semacamnya. Hal semacam itu tentu saja bertentangan dengan kesucian dan kesakralan Al-Qur-an. Selain itu juga, jimat ini dapat pula dimanfaatkan oleh para pembuatnya untuk menyebarkan kemusyrikan dengan alasan jimat yang dibuatnya dari Al-Qur-an.[4]

Ibrahim an-Nakha’i (wafat th. 96 H) rahimahullah berkata: “Mereka membenci jimat, baik yang berasal dari Al-Quran maupun yang bukan dari Al-Quran.” Maksudnya, itu ijma’ ulama Salaf dalam mengharamkan jimat secara keseluruhan. [5]

footnote :
[2]. HR. Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad (I/381) dan al-Hakim (IV/417-418), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud t. Hadits ini shahih, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 331 dan 2972).
[3]. HR. Ahmad (IV/156), al-Hakim (IV/417), dari Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani t. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 492).
[4]. Al-Madkhal li Diraasatil ‘Aqiidah al-Islaamiyyah (hal. 151).
[5]. Fathul Majiid Syarah Kitaabit Tauhiid (hal. 153).

Sumber: https://almanhaj.or.id/2396-ahlus-sunnah-melarang-memakai-j…

Fb Aditya Agus Tiara / Faizal Al Jawiy

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.233 kali, 1 untuk hari ini)