• Istimewanya seorang Ibas ketika sidang paripurna
  • Anggota DPR nakal, tata tertib absen sidang dipermainkan

Di Indonesia ini, ketika ada anak-anak main bersama teman-temannya, lalu ada yang ngakali atau curang, biasanya hanya ramai sebentar sesama anak-anak itu. Tidak ada yang mencegahnya.

Apakah karena ngakali atau curang di negeri ini sudah dianggap biasa sejak kanak-kanak, sehingga ketika menjadi dewasa bahkan memikul beban tanggung jawab besar banyak yang suka ngakali atau curang ?

Dari belajar ngakali sejak kecil itulah akibatnya di sini menjadi pasar bebas dunia tipu-tipu alias ngapusi dan curang. Padahal sebenarnya, itu adalah dunia orang-orang yang tidak menjaga iman. Para wakil rakyat pun tampaknya lihai dalam soal itu. Sampai-sampai Badan Kehormatan (BK) DPR RI tidak berkutik dalam hal urusan absensi sekalipun.

Kalau mereka masih menjaga iman, mestinya takut kepada ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika berseteru curang”. (Hadist shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Munafik (tulen) itu lebih berbahaya dibanding orang kafir, sehingga tempat mereka di kerak neraka.

{إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (145) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا } [النساء: 145، 146]

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

146. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS An-Nisaa’: 145-146).

[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Orang munafik laki-laki dan perempuan kerjanya menghalangi Islam, karena mereka memang memfungsikan diri sebagai orang yang mengikuti langkah-langkah syetan, sehingga yang mereka perintahkan justru keburukan, dan yang mereka cegah adalah kebaikan. Kalau bukan pengikut langkah syetan tentunya mereka justru ketika membicarakan rancangan undang-undang,  misalnya, maka pasti menolak apapun yang tidak sesuai dengan Islam. Bahkan Islamlah yang harus dijadikan undang-undang untuk ditaati, agar bahagia dunia dan akherat.  Enggannya mereka memakai hukum yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, ditambah dengan aneka tingkah yang berbau ngapusi/ menipu itu adalah bentuk nyata dari memerintahkan keburukan dan mencegah kebaikan. Dan itulah tingkah orang-orang munafik.

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah: 67-68).

Kalau mereka tak peduli kepada ancaman Allah Ta’ala ini, pasti mereka akan menyesali perbuatan mereka sendiri kelak di akherat, bahkan sejak menjelang matinya (sakaratul maut) pun sudah tahu rasa dahsyatnya Adzab.

Dalam kasus suka ngakali, inilah berita tentang cara mereka ngakali absensi.

***

Istimewanya seorang Ibas ketika sidang paripurna

Reporter : Ya’cob Billiocta

Selasa, 12 Februari 2013 10:57:45

Umumnya anggota DPR yang menghadiri rapat paripurna, diwajibkan tanda tangan absensi dan finger print sebelum masuk ruang rapat. Namun tidak untuk Edhie Baskoro Yudhoyono(Ibas). Anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai anggota Komisi I DPR itu justru kertas absensi dibawa oleh Pamdal DPR ke hadapannya.

Ibas menandatangani absensi kehadiran rapat paripurna di belakang ruang rapat, yang terletak di Nusantara II Kompleks DPR. Salah seorang petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mengenakan safari warna krem dan penjaga absensi, mengantarkan absensi ke Ibas.

Sesampainya di ruangan belakang rapat paripurna, Ibas sudah menunggu dengan mengenakan batik coklat dipadu dengan putih dan leher berwarna biru.

Tidak hanya soal absensi yang beda, kehadiran Ibas juga berbeda dari yang lain. Kalau anggota DPR lain datang lewat pintu depan dengan naik eskalator atau lift, Ibas justru datang secara sembunyi-sembunyi. Dia menghadiri rapat paripurna melalui pintu darurat yang ada di bagian kiri ruang rapat paripurna.

Ketika ditanya perihal absensi, Ibas tidak banyak komentar. “Nanti saja ya mas,” kata Ibasdi kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Setelah menandatangani absensi, Ibas bersama pengawalnya meninggalkan lingkungan DPR, melalui pintu yang sama ketika dia masuk.

[hhw]mrdkcom

***

Anggota DPR nakal, tata tertib absen sidang dipermainkan

Reporter : Ya’cob Billiocta

Selasa, 12 Februari 2013 10:57:29

kursi kosong DPR_847625834729

Kursi kosong di DPR. ©2012 Merdeka.com

Badan Kehormatan (BK) DPR tidak berkutik, ketika melihat kelakuan anggota dewan yang sering bolos saat rapat paripurna. Finger print yang didaulat sebagai alat absensi modern dan digadang-gadang mampu menekan angka ketidakhadiran wakil rakyat malah tidak berpengaruh.

“Ada ditengarai yang tidak hadir berturut-turut. Tapi yang banyak melakukan itu, paling banyak tidak hadir empat kali atau lima kali, terus hadir sekali, ini jadi disiasati,” kata Wakil Ketua BK Siswono Yudhohusodo sebelum rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (12/2).

Menurut Siswono, dalam peraturan tata tertib anggota dewan, diatur maksimal enam kali anggota dewan tidak hadir dalam paripurna secara berturut-turut, akan diproses. Celah ini yang digunakan anggota dewan untuk bolos.

Artinya anggota dewan bisa absen rapat paripurna tanpa diproses lebih lanjut oleh BK, asal dia tidak masuk secara berturut-turut.

“BK akan merancang dan mengusulkan kepada pimpinan DPR agar direvisi tata tertib,” kata Siswono.

[ded]mrdkcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.013 kali, 1 untuk hari ini)