Jawaban: Yang 21 siangnya tetap puasa selama waktu itu itu,

yang siangnya 6 bulan diperkirakan waktunya (diperkirakan sesuai dgn waktu shalat Mekkah dan Madinah, tempat diturunkan syariat)

Puasa di daerah yang siangnya 21 jam

Mereka tetap berpuasa selama 21 jam yaitu semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari sebagaimana dalil dari Al-Quran dan hadits bahwa puasa itu mulai sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Allah berfirman,

“dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.(Al-Baqarah: 187)

Apakah berat puasa 21 jam? insyaAllah tidak, masyarakat di Eropa dan begitu juga orang indonesia yang sedang belajar atau sedang safar ke sana tidak merasakan beratnya puasa. Dengan fokus ke aktifitas sehari-hari insyaAllah tidak akan memberatkan.

Allah Ta’ala juga berfirman,

“Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Al-Hajj :78)

Jika siang sepanjang 6 bulan

Pada daerah kutub bisa jadi siang terus atau malam terus. Maka cara berpuasanya adalah dengan memperkirakan waktu siang dan malam, dan memperkirakan waktu-waktu shalat.

Dan ada ulama yang berpendapat bahwa panjang siang dan malam serta waktu shalat adalah BERPATOKAN dengan waktu di MEKKAH dan MADINAH yaitu tempat di mana syariat di turunkan.

Terdapat hadits ketika Dajjal turun dekat hari kiamat. Bahwa nantinya satu hari seperti setahun, datu hari bisa seperti sebulan. Maka cara shalat di waktu itu adalah dengan memperkirakannya.

selengkapnya baca ا:

http://muslimafiyah.com/cara-puasa-di-tempat-yang-siangnya-21-jam-dan-siangnya-6-bulan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Telegram (klik): bit.ly/muslimafiyah

Via Fb Raehanul Bahraen

(nahimunkar.com)

(Dibaca 661 kali, 1 untuk hari ini)